Ketika berbudidaya udang, Bapak/Ibu akan sulit melihat kondisi keseluruhan udang yang ada di tambak. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, Bapak/Ibu bisa melakukan sampling.
Sampling udang merupakan salah satu cara yang bisa digunakan oleh Bapak/Ibu untuk mengetahui kondisi udang budidaya selama masa pemeliharaan. Simak di sini untuk mengetahui informasi lebih terkait sampling udang!
Sampling atau monitoring adalah pengamatan terhadap kondisi aktual udang di tambak tertentu. Sampling dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan atau kondisi udang secara individual dan menghitung kebutuhan pakan udang.
Sampling udang dilakukan secara periodik agar informasi atau data yang didapatkan dari tambak udang lebih tepat dan aktual. Sampling dilakukan selama masa pemeliharaan udang dengan cara mengambil contoh atau sampel untuk dilakukan pemeriksaan.
Sampling dalam budidaya udang dibagi menjadi 3, yaitu sampling benur, sampling anco, dan sampling jala.
Berikut rangkuman ketiga macam sampling udang dalam bentuk tabel:
Berikut merupakan cara melakukan sampling yang bisa dilakukan berdasarkan macam-macamnya:
Sampling benur merupakan sampling yang dilakukan untuk mengetahui kondisi benur sebelum ditebar ke dalam kolam. Sampling benur dilakukan dengan cara mengambil kantong benur secara acak sebagai sampel, lalu memindahkan benur di dalamnya ke dalam wadah yang sudah disiapkan. Setelah itu, Bapak/Ibu bisa mengecek kondisi benur melalui pengamatan visual, uji stress, pengamatan perkembangan insang, dan perhitungan jumlah benur.
Pengamatan visual merupakan pengamatan yang dapat dilihat dengan mata telanjang, seperti:
Benur yang sehat mempunyai anggota tubuh yang lengkap, sedangkan benur yang tidak sehat biasanya memiliki anggota tubuh yang putus-putus, rusak, atau memiliki kelainan.
Panjang tubuh disesuaikan dengan stadia yang dipilih. Benur PL 10 biasanya memiliki panjang kurang lebih 8 mm.
Salah satu ciri benur berkualitas adalah memiliki ukuran yang seragam (panjang dan besarnya).
Benur yang berkualitas akan aktif berenang. Cara menguji keaktifan benur adalah dengan cara menempatkan benur pada wadah baskom, lalu air diaduk memutar menggunakan tangan. Benur yang baik akan berenang melawan arus dan akan menempel pada dinding baskom. Selain itu, benur yang disentuh akan langsung memberikan respon seperti menjentikkan tubuhnya. Sebaliknya, benur yang tidak bagus akan terbawa arus dan terkumpul di tengah wadah baskom, bahkan cenderung tenggelam di dasar baskom.
Antenula adalah cuatan pertama di ujung kepala udang yang ada di sekitar mulut dan biasanya ditutupi oleh rambut2 halus. Antenula benur yang baik berada pada posisi menutup.
Uropoda benur yang baik akan mengembang menyerupai kipas.
Benur yang baik berwarna transparan hingga kecoklatan, sedangkan benur yang buruk berwarna kemerahan. Warna kemerahan pada benur menunjukkan gejala stres yang umumnya dikarenakan proses transportasi yang lama dan proses packing yang kurang baik.
Benur yang baik memiliki warna hepatopankreas yang jelas, tidak transparan, dan berukuran besar.
Benur yang sehat memiliki usus yang penuh, sedangkan benur yang kurang sehat biasanya memiliki usus kosong atau terisi kurang dari setengah.
Keberadaan bakteri ini dapat diketahui pada ruangan gelap. Benur buruk yang terinfeksi bakteri tersebut akan terlihat menyala kebiruan.
Uji stres benur udang terbagi menjadi 2, yaitu:
Uji ini dapat dilakukan dengan cara menempatkan 100 sampel benur dan dimasukan ke dalam air tawar 1 liter salinitas 0 selama 30 menit. Benur yang memiliki kualitas baik memiliki kelolos hidupan (SR/sintasan) hingga 95%.
Uji ini dilakukan dengan cara menempatkan 100 sampel benur pada wadah yang telah diberi formalin 200 ppm dan air laut 1 liter. Benur yang memiliki kualitas baik memiliki kelolos hidupan (SR/sintasan) hingga 95%.
Lamela insang (bagian insang yang berbentuk plat tipis, berjumlah banyak, dan saling berdekatan) pada benur yang baik sudah terbentuk menjadi bercabang (filament). Perkembangan insang juga mengikuti stadia atau usia udang. Insang benur yang telah berkembang umumnya memiliki tingkat kehidupan yang lebih tinggi.
Sampel benur yang telah diamati kemudian dihitung secara manual dengan menggunakan alat bantu seperti centong berwarna putih agar benur terlihat jelas. Untuk memudahkan perhitungan benur, sebaiknya Bapak/Ibu menggunakan alat bantu seperti lidi dipotong kecil untuk digunakan sebagai penanda hitungan benur di setiap kelipatan angka tertentu. Misal, kelipatan 100 diberi tanda 1 lidi dan seterusnya hingga selesai. Setelah dilakukan sampling benur, benur siap ditebar ke dalam kolam.
Sampling anco adalah sampling pertumbuhan udang dengan menggunakan alat bantu anco. Sampling anco biasanya dilakukan saat sampling pertama pada DOC 25-35.
Tujuan penggunaan anco saat sampling pertama adalah untuk memudahkan pengambilan udang yang masih berukuran kecil. Selain itu, dengan menggunakan anco, jumlah udang yang terambil tidak sebanyak ketika menggunakan jala.
Kegiatan sampling anco harus dilakukan secara cepat untuk menghindari udang stres dan penurunan kualitas udang. Cara sampling pertumbuhan dengan anco sebagai berikut:
Selain untuk mengetahui ABW/MBW dan ADG udang, sampling pakan anco juga dapat digunakan untuk menentukan kebutuhan pakan pada DOC > 30 berdasarkan nafsu makan udang.
Caranya sama dengan sampling pertumbuhan anco, dengan sedikit perbedaan. Perbedaannya adalah sampling pakan anco dilakukan setiap 1-2 jam setelah pemberian pakan. Lalu, setelah sampling pakan dengan anco, sisa pakan dalam anco menjadi penentu jumlah pakan di jam pemberian pakan berikutnya.
Sampling jala adalah sampling pertumbuhan udang dengan menggunakan jala. Sampling jala biasanya dilakukan saat udang sudah cukup besar untuk dijala. Cara sampling dengan menggunakan jala adalah sebagai berikut:
Berikut hal yang harus diperhatikan ketika sampling:
Berikut adalah contoh tabel sampling pertumbuhan dengan menggunakan anco atau jala yang bisa digunakan sebagai referensi beserta cara menghitungnya:
Pada saat Sampling 3 DOC 42 di Petak A2, diketahui informasi berikut:
Untuk perbandingan, diketahui ABW rata-rata Sampling 2 atau DOC 37 sebesar 2,46 gram.
Hitung:
ABW = Berat Sampel Udang/Jumlah Sampel Udang
= 1.300/289
= 4,49 gram
Berat rata-rata udang dalam DOC 42 petak A2 diperkirakan sebesar 4,49 gram. Hasil ini bisa dibandingkan dengan ABW di sampling sebelumnya, apakah udang mengalami pertumbuhan yang cukup baik atau tidak.
Size = 1.000/ABW
= 1.000/4,49
= 222 ekor
Size udang DOC 42 petak A2 sebesar 222, dimana berarti 1 kg udang berisi 222 ekor. Hal ini menandakan udang belum siap untuk dijual karena ukurannya masih belum memenuhi harga pasar. Udang biasanya siap dijual ketika sudah memasuki size 100.
ADG = (ABW Baru (DOC 44)-ABW Sebelumnya (ABW Sampling 2))/Selisih Hari
= (4,49 – 2,46)/7 hari
= 0,29 gram
Pertumbuhan udang rata-rata dalam satu hari adalah 0,29 gram. Dibandingkan dengan target ADG yang diinginkan yaitu 0,20, hasil ADG yang didapatkan saat sampling sudah memenuhi target.
SR = (Populasi/Jumlah Tebar Benur) x 100%
= (50.000/52.000) x 100%
= 96%
SR (tingkat kelulushidupan udang) 96% sangat baik karena kematian udang hanya 4% saja. Biasanya SR udang hanya mencapai 80%.
Biomassa = (Populasi x ABW)/1.000
= (50.000 x 4,49)/1.000
= 224,5 kg
Biomassa merupakan berat total atau keseluruhan udang dalam 1 (satu) kolam dimana berat total udang pada DOC 44 petak A2 dalam kolam sebesar 224,5 kg.
Sampling menjadi salah satu kegiatan wajib yang dilakukan selama masa pemeliharaan udang. Melalui sampling, Bapak/Ibu bisa mengetahui pertumbuhan udang dan menerapkan manajemen budidaya dengan baik.
Itulah salah satu alasan mengapa eFarm dilengkapi fitur Kalkulator Budidaya, untuk mempermudah Bapak/Ibu dalam menghitung komponen-komponen dalam pertumbuhan udang, seperti MBW/ABW, Size, ADG, Populasi, Biomassa, dan SR.
Isi data diri Bapak/Ibu di formulir berikut ini. Tim kami akan segera menghubungi Bapak/Ibu melalui nomor handphone yang terlampir. Pastikan data yang diisi sudah benar.
eFarm merupakan aplikasi yang dirancang untuk menyediakan solusi bagi berbagai masalah budidaya udang Bapak/Ibu. Tak hanya Kalkulator Budidaya, eFarm juga dilengkapi berbagai fitur lainnya yang mempermudah Bapak/Ibu mendapatkan saprotam, pengetahuan budidaya udang, bahkan langkah perawatan yang tepat melalui konsultasi dengan ahli budidaya udang.
Jadi, download eFarm sekarang dan nikmati berbagai kemudahan dalam berbudidaya udang, termasuk perhitungan sampling cepat serta akurat dengan Kalkulator Budidaya!
Sampling atau monitoring adalah pengamatan terhadap udang untuk mengetahui pertumbuhan atau kondisi udang secara individu dan menghitung kebutuhan pakan untuk udang.
Sampling anco adalah sampling udang dengan menggunakan anco, biasanya digunakan untuk mengetahui kondisi dan nafsu makan udang, sedangkan sampling jala adalah sampling pertumbuhan udang dengan menggunakan jala.
Sampling dalam budidaya dibagi menjadi 2, yaitu sampling anco dan jala. Sampling anco digunakan untuk mengamati nafsu makan udang yang dilakukan sesuai dengan frekuensi pemberian pakan. Sampling anco juga dilakukan untuk sampling pertumbuhan di DOC 30, dilakukan 1-2 kali tergantung ukuran udang. Sedangkan sampling jala dilakukan setiap 7 hari sekali sampai udang panen.
©2022 eFishery | eFishery is a trademark of PT Multidaya Teknologi