jenis pakan ikan udang yang tepat

Pakan berkontribusi sebesar sekitar 80% biaya modal budidaya, baik ikan maupun udang. Namun, Pembudidaya kerap mendapati kenyataan bahwa biaya pakan yang dikeluarkan tidak sebanding dengan keuntungan yang didapatkan.

Jadi, apa masalahnya?

Masalahnya ada di manajemen pakan, dan salah satu faktor manajemen pakan yang paling penting adalah pemilihan jenis pakan yang tepat untuk budidaya Bapak/Ibu. 

Jenis Pakan untuk Ikan & Udang

Sebelum memilih pakan yang cocok, Pembudidaya perlu mengenal jenis-jenis pakan yang tersedia dan biasa digunakan untuk budidaya ikan dan udang. 

Pakan untuk budidaya ikan nila, ikan lele, atau udang vaname pada umur budidaya yang berbeda tentu saja tidak sama.

Mari kita intip berbagai jenis pakan yang ada untuk budidaya Bapak/Ibu!

Pakan Alami

jenis pakan alami

Pakan alami adalah pakan yang tidak diolah atau yang diambil langsung dari alam. Pakan alami bisa berbentuk binatang atau tumbuhan. Yang pasti, pakan alami bukan buatan pabrik ataupun berbentuk pelet. 

Beberapa contoh pakan alami untuk ikan adalah ulat sutra, cacing tanah, larva serangga, kutu air, daun pisang, dan daun talas. Untuk budidaya udang, Pembudidaya sering menggunakan jentik nyamuk atau plankton sebagai pakan alami.

Pakan alami cocok digunakan untuk budidaya yang skalanya kecil atau kebutuhan pribadi. Harga pakan alami dihitung sangat murah. Tapi, pertumbuhan ikan sangat lambat dibandingkan saat pakai pakan pabrikan/buatan.

Bagi Pembudidaya intensif atau super intensif, pakan alami sering digunakan sebagai pakan tambahan, bukan pakan utama. Namun, Pembudidaya juga harus waspada karena pakan alami bisa menjadi limbah dan mengotori air kolam jika diberikan secara asal.

Pakan Buatan

jenis pakan buatan

Seperti namanya, pakan buatan adalah pakan yang terbuat dari olahan bahan-bahan alami, diproses sehingga berbentuk pelet atau bubuk. Biasanya, pakan buatan terbuat dari berbagai bahan yang bernutrisi untuk ikan dan udang, sehingga lebih efektif mempercepat pertumbuhan budidaya.

Berdasarkan asalnya, ada dua jenis pakan buatan, yaitu:

  • Pakan Buatan Rumahan

Pakan yang dibuat sendiri oleh Pembudidaya. Pakan yang ini langka digunakan karena proses pembuatannya rumit dan sulit mencari bahan baku yang bagus. Selain itu, jika dihitung-hitung, biaya pembuatannya pun lebih tinggi jika dibanding dengan membeli pakan pabrikan.

  • Pakan Pabrikan

Sesuai namanya, pakan pabrikan adalah pakan yang dibuat secara massal oleh pabrik pakan. Biasanya, pakan jenis ini dijual oleh agen pakan setempat yang bekerja sama/menjadi mitra perusahaan pembuat pakan. Pakan jenis ini dijual per sak.

Berdasarkan bentuknya, ada tiga jenis pakan buatan, yaitu:

  • Pakan Butiran Kecil (pelet)

Pakan yang paling sering digunakan oleh Pembudidaya. Dalam setiap butirnya, semua nutrisi yang dibutuhkan oleh budidaya sudah lengkap, sehingga sangat memudahkan Pembudidaya.

  • Pakan Butiran Pecah (crumble)

Biasanya, pakan jenis ini adalah pakan pelet yang dipecah. Dengan ukuran yang lebih kecil dibanding pelet, pakan ini bisa dimakan dengan lebih mudah. 

  • Pakan Tepung (mash)

Pakan yang paling mudah diberikan dan bisa dibeli dalam bentuk tepung halus.

Berdasarkan sifatnya, ada dua jenis pakan buatan, yaitu:

  • Pakan Terapung

Sesuai namanya, pakan terapung akan mengapung di permukaan air ketika ditebar. Biasanya, pakan terapung dibuat dengan formula nutrisi yang lebih lengkap untuk budidaya, sehingga pertumbuhannya lebih optimal. Karena sifatnya yang terapung di air, pakan jenis ini membantu Pembudidaya mengontrol jumlah pakan yang ditebar dan tidak dimakan oleh ikan/udang. 

  • Pakan Tenggelam

Pakan tenggelam adalah pakan yang akan tenggelam ke dasar kolam. Pakan yang ditebar akan mengapung sejenak, sebelum akhirnya tenggelam ke dalam air. 

Pakan Lainnya

jenis pakan lainnya

Pakan lainnya adalah jenis pakan yang tidak diambil langsung dari alam tapi juga bukan pakan pabrikan. Beberapa contohnya adalah ayam tiren (mati kemarin) atau kotoran ayam yang sering dijadikan pakan untuk ikan lele.

Karena dilihat kurang higienis, pakan yang satu ini sudah mulai ditinggalkan oleh Pembudidaya.

Tentunya jenis pakan yang Bapak/Ibu pilih untuk budidaya ikan/udang harus disesuaikan dengan kebutuhan, umur budidaya, dan frekuensi pemberian pakan. Bentuk pakan yang diberikan harus sesuai dengan umur dan bukaan mulut ikan dan udang. Jika ukurannya tidak sesuai, ikan atau udang akan kesulitan mengonsumsi pakan yang diberikan. 

Itu dia berbagai jenis pakan yang tersedia untuk Pembudidaya dan sering digunakan untuk berbudidaya ikan dan udang. Nantikan artikel SIAR selanjutnya dari eFishery di blog kami!

Lalu, bagaimana cara mengetahui efektivitas pemberian pakanmu? Cek disini yuk!

Related Post