pencatatan data budidaya udang

Pencatatan Data Budidaya, Kunci Suksesnya Budidaya Udang

Halo, Bapak/Ibu Petambak! Pernahkan Bapak/Ibu penasaran tentang apa yang membuat budidaya udang lebih mudah, sukses, dan berkembang? Seperti judul artikel ini, kuncinya adalah pencatatan data budidaya udang!

Tentu saja, meskipun Petambak mencatat data dengan rajin, bukan berarti budidaya udangnya akan menguntungkan secara instan. Namun, pencatatan data budidaya sangat membantu Petambak mengecek kondisi tambaknya. Selain itu, dengan data yang lengkap dan rapi, Petambak udang bisa mengambil langkah perawatan yang lebih akurat dan baik.

Yuk kita ulas bagaimana dan mengapa Petambak udang perlu melakukan pencatatan data budidaya udang!

Mengapa Data Budidaya Harus Dicatat?

Secara berkala, Bapak/Ibu mengecek kondisi udang, air, dan tambak untuk memastikan bahwa budidaya udang, baik itu budidaya udang vanname, udang windu, dan sebagainya, berjalan dengan lancar. 

Parameter pengecekan sampling udang seperti warna, aktivitas, ukuran, dan lain-lain menentukan kondisi kesehatan udang di tambak Bapak/Ibu. Ketika ada keanehan atau abnormalitas, Bapak/Ibu patut waspada karena ada aspek perawatan tambak udang yang perlu diperhatikan kembali. Pencatatan data kondisi udang membantu Bapak/Ibu mengecek perkembangan pertumbuhan dan kesehatan udang, sehingga Bapak/Ibu bisa mengambil langkah pencegahan penyakit yang tepat atau menyesuaikan jumlah/jenis pakan yang diberikan.

Parameter pengecekan kualitas air tambak seperti warna, pH, salinitas, kadar oksigen terlarut, kadar amonia, kadar nitrit, kadar nitrat, suhu, dan sebagainya juga tidak bisa diabaikan. Udang, terutama yang masih berusia remaja atau benur, sangat rentan kematian. Maka dari itu, perubahan parameter yang drastis bisa mengakibatkan stres dan membuat udang mudah terserang penyakit atau kematian.

Dengan data yang tercatat rapi, Bapak/Ibu bisa mendapatkan informasi yang lebih bisa diandalkan. Bapak/Ibu bisa melihat kondisi aktual dan perkembangan budidaya udang, sehingga bisa mengambil langkah perawatan atau pencegahan yang cepat dan tepat. 

Bagaimana Cara Data Budidaya Membantu Petambak Udang?

Mengambil keputusan berdasarkan data budidaya udang tidaklah mudah. Namun, data membantu Bapak/Ibu mengambil keputusan yang tepat sasaran. Data yang dicatat setiap hari bisa dikumpulkan dan digunakan untuk mengambil kesimpulan. Bagaimana caranya? Mari kita lihat.

1. Mendapatkan Informasi Terkini 

Pengecekan kondisi tambak secara berkala membantu Bapak/Ibu mendapatkan informasi terbaru seputar tambak Bapak/Ibu. Informasi ini penting demi menjaga kondisi udang dan air tambak sekondusif mungkin agar udang bisa tumbuh optimal di lingkungan yang nyaman. Selain itu, Bapak/Ibu bisa mengontrol kestabilan kondisi air tambak dengan lebih mudah karena perubahan sekecil apapun bisa terlihat dengan cepat. 

2. Membantu Pengambilan Keputusan

Dengan adanya informasi terkini dan data tambak yang sebelumnya, Bapak/Ibu bisa melihat kebutuhan tambak atau udang Bapak/Ibu, sehingga bisa menentukan langkah treatment yang lebih tepat sasaran. Misal, Bapak/Ibu melihat pertumbuhan udang menjadi lamban. Bisa jadi jumlah pakan yang ditebar kurang banyak, sehingga udang kelaparan. Hal-hal seperti itu bisa terlihat dengan cepat, sehingga Bapak/Ibu juga bisa mengambil langkah dengan lebih cepat.

3. Melihat Kemungkinan Adanya Penyakit

Data budidaya udang bisa membantu Bapak/Ibu melihat kemungkinan penyakit atau wabah menyerang tambak. Salah satu caranya adalah dengan melihat hasil tes laboratorium air tambak. Perhatikan jumlah populasi bakteri vibrio di tambak. Jika bakteri vibrio tinggi, udang Bapak/Ibu rentan terkena penyakit.

Tidak hanya dengan hasil laboratorium berkala, Bapak/Ibu juga bisa melihat potensi munculnya penyakit dari tren populasi mingguan. Jika kondisi air tambak stabil, udang tidak akan terkena stres dan kemungkinan penyakit menyerang menjadi lebih kecil. Maka dari itu, menjaga kestabilan kondisi air menjadi penting.

4. Memprediksi Hasil Panen

Dengan data budidaya udang, Bapak/Ibu juga bisa mengestimasi hasil panen, lho! Produktivitas budidaya bisa dihitung dari efisiensi pakan dan kondisi kesehatan udang. Dengan cara penghitungan yang akurat dan manajemen pakan yang tepat, Bapak/Ibu bisa mendapatkan angka hasil panen yang mirip dengan kenyataannya. Selain itu, Bapak/Ibu pun bisa membuat rencana treatment budidaya yang membantu udang tumbuh lebih optimal sebelum disiapkan untuk panen.

Pencatatan Data Budidaya Udang dengan Praktis pakai eFarm

Kini, Bapak/Ibu bisa mencatat data budidaya udang dengan lebih mudah dan praktis menggunakan eFarm dari eFishery!

eFarm adalah aplikasi pengelolaan tambak dengan fitur terlengkap, di antaranya adalah fitur Laporan Harian, Laporan Siklus, dan Rencana Panen!

laporan harian budidaya

Fitur Laporan Harian adalah fitur yang membantu Bapak/Ibu mencatat data budidaya udang harian dengan praktis, sehingga data budidaya Bapak/Ibu bisa dicek dan dipantau secara mudah. Fitur ini membantu Bapak/Ibu mengambil langkah perawatan budidaya atau pencegahan penyakit dengan cepat dan tepat.

fitur laporan siklus

Fitur Laporan Siklus adalah fitur yang mempermudah Bapak/Ibu melihat data budidaya siklus terakhir. Data disajikan dalam bentuk grafik dan tabel yang mudah dibaca. Dengan ini, Bapak/Ibu bisa merencanakan siklus budidaya udang selanjutnya dengan lebih baik. Alhasil, budidaya udang jadi makin menguntungkan!

rencana panen udang

Lalu, ada fitur Rencana Panen, fitur yang membantu Bapak/Ibu menghitung prediksi atau perkiraan hasil panen udang. Dengan fitur ini, Bapak/Ibu bisa mendapatkan angka estimasi yang lebih pasti! Selain itu, hasil panen Bapak/Ibu bisa dibeli oleh eFishery dengan harga terbaik!

Yuk kunjungi eFarm dari eFishery dan dapatkan panen udang maksimal, bobot udang lebih besar!

Related Post

logo efishery retina

Gabung di eFishery

eFishery Technoplex

PT Multidaya Teknologi Nusantara

Jl. Bukit Pakar Timur IV Kav. B1, Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Bandung, Jawa Barat, 40198

Download Aplikasi eFisheryKu

©2022 eFishery | eFishery is a trademark of PT Multidaya Teknologi Nusantara.