panen parsial udang

Halo Bapak/Ibu Petambak! Tahukah Bapak/Ibu apa yang dimaksud dengan panen parsial? Panen parsial adalah panen yang mengambil sebagian udang yang ada di tambak saat siklus budidaya sedang berlangsung. Panen ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan populasi udang, meningkatkan produktivitas udang, dan menekan biaya operasional budidaya.

Dengan adanya panen parsial, udang yang tersisa di tambak bisa tumbuh lebih optimal. Selain itu, panen parsial juga bisa menekan risiko penyakit yang diakibatkan dari kepadatan di tambak serta mempertahankan kualitas lingkungan dalam tambak. Jika Bapak/Ibu tertarik dengan manfaat dari panen parsial, yuk pelajari caranya di artikel ini!

Tahapan Panen Parsial Udang

panen udang parsial
Sumber: Dokumentasi eFishery

Walaupun keuntungannya sangat menarik, Bapak/Ibu tidak boleh terburu-buru dalam melakukan panen parsial. Panen parsial hanya boleh dilakukan 80-100 hari setelah bibit udang ditebar ke tambak atau ketika udang berbobot 10-13 gram per ekor.

Panen parsial dapat dilakukan dengan banyak cara, salah satunya dengan menggunakan jala. Yuk, ketahui caranya!

1. Persiapan Panen Parsial

Sebelum panen parsial dilakukan, sebaiknya Bapak/Ibu menghitung terlebih dahulu jumlah udang yang akan dipanen. Dalam 1 siklus budidaya, Bapak/Ibu bisa melakukan 1-3 kali panen parsial dengan mengambil 20-30% jumlah udang secara keseluruhan.

Bapak/Ibu juga harus mempuasakan udang dan mempersiapkan alat yang dipakai untuk panen, terutama jala lempar, wadah, dan es batu. Sebelum dipakai untuk memanen udang, jala lempar harus dibersihkan terlebih dahulu agar alat steril dan tidak menularkan penyakit ke udang. Selain itu, pastikan tidak ada lumpur atau kotoran yang mengendap di dalam kolam karena endapan tersebut akan meracuni udang jika terbawa jala.

Udang juga harus diberikan vitamin, mineral, dan imunostimulan sebelum Bapak/Ibu melakukan panen parsial. Nutrisi-nutrisi tersebut nantinya berguna untuk mencegah molting atau pergantian kulit udang dan menjaga tubuh udang agar tetap padat dan keras saat dipanen.

2. Proses Panen Parsial

Pada saat proses panen berlangsung, Bapak/Ibu harus mematikan kincir di atas tambak agar tidak mengganggu panen. Untuk menghindari stres pada udang yang belum dipanen, hendaknya jangan mengurangi volume air tambak. Maka dari itu, gunakan jala lempar ketika memanen.

Jika jala lempar sudah dalam keadaan steril, jala boleh dilempar ke tambak. Pastikan panen parsial hanya mengambil maksimal 30% dari jumlah udang yang ada di tambak agar tidak mengguncang ekosistem. Jika Bapak/Ibu ingin melakukan panen parsial di lebih dari 1 kolam, sterilkan jala sebelum digunakan untuk panen di kolam lain agar jala tidak membawa penyakit yang ada.

Setelah udang yang dipanen berhasil terjala, pindahkan udang ke bak penampungan yang berisi air dan es batu dengan suhu di bawah 5°C. Sebelum udang dijual, lakukan penyortiran terlebih dahulu untuk memastikan kualitas udang. Udang pun siap untuk didistribusikan ke pembeli dengan tetap terkemas dalam wadah (fiber) dan dilapisi es.

Baca Juga: Hal yang Harus Diperhatikan dalam Mengelola Tambak Udang

Konsultasi Budidaya di eFarm Sebelum Melakukan Panen Parsial!

konsultasi budidaya udang di efarm

Bagaimana, Bapak/Ibu? Apakah Bapak/Ibu tertarik dengan keuntungan yang ditawarkan panen parsial setelah membaca artikel ini? Jika ya, sebaiknya Bapak/Ibu berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli budidaya udang eFishery melalui fitur Konsultasi Budidaya di aplikasi eFarm!

Selain bisa berkonsultasi langsung dengan ahli budidaya udang, di aplikasi eFarm Bapak/Ibu juga bisa mencari informasi lain seputar budidaya udang.

Download aplikasi eFarm di Google Play Store!

Related Post