kulit udang bintik hitam

Udang vaname yang sehat memiliki kulit yang cerah dan bersih, dengan warna bening transparan dan bintik pigmen warna biru hingga coklat. Selain itu, cangkangnya tebal, anggota tubuhnya lengkap, dan udang bergerak secara aktif di dalam kolam atau tambak. Namun, sering ditemukan kulit udang bintik hitam dan tipis.

Kulit udang yang berbintik hitam tersebut sebetulnya adalah luka-luka berwarna hitam. Kadang, anggota tubuh udang sering dalam kondisi tidak lengkap, seperti antena atau kaki yang putus dengan ujung berwarna hitam, serta ekor yang terkikis.

Ciri-ciri tersebut patut dicurigai. Bapak/Ibu perlu melakukan cek sampel air budidaya di laboratorium untuk mengetahui total bakteri vibrio di dalam kolam.  

Kenalan dengan Vibrio, Bakteri Penyebab Udang Bintik Hitam

bakteri vibrio

Vibrio merupakan bakteri gram negatif yang umum ditemui di lingkungan perairan tambak udang. Beberapa spesies Vibrio bersifat patogen yang menyebabkan berbagai penyakit. Ketika kondisi kualitas air tambak buruk dan sistem imun udang sedang lemah, bakteri vibrio akan menginfeksi udang dan menyebabkan vibriosis serta kematian massal.

Vibrio parahaemolyticus dan Vibrio harveyi merupakan patogen utama yang menginfeksi udang. Patogen seperti Vibrio berkomunikasi satu sama lain menggunakan quorum sensing untuk memperbanyak diri dan meregulasi toksin pirA dan pirB. Vibrio tidak akan menyebabkan masalah dalam budidaya apabila konsentrasinya bisa terkendali, namun apabila konsentrasinya tinggi atau melebihi batas optimumnya, bakteri vibrio dapat menyebabkan penyakit dan masalah serius dalam budidaya. 

Baca Juga: Udang Naik ke Permukaan? Ini Alasannya!

Cara Menangani Serangan Vibrio di Tambak

udang bintik hitam

Nilai optimum total vibrio di dalam air budidaya udang harus kurang dari 1 x 10^3 CFU/ml. Apabila hasil pengecekan laboratorium melebihi jumlah tersebut, Bapak/Ibu perlu melakukan siphoning (membersihkan/mengeluarkan bahan organik dan lumpur yang ada di dasar kolam) untuk menurunkan populasi vibrio di dalam tambak.

Konsentrasi vibrio yang terlalu tinggi bisa menyebabkan kerusakan pada kulit udang, diikuti dengan proses melanisasi (pembentukan bintik hitam pada cangkang atau penggelapan) akibat peradangan ketika ada infeksi bakteri patogen. Apabila bahan organik di tambak berkurang, maka ketersediaan nutrisi untuk vibrio akan berkurang juga. 

Beberapa langkah lainnya yang bisa Bapak/Ibu lakukan apabila udang berbintik hitam dan memiliki kulit tipis akibat serangan vibrio adalah:

  • Melakukan pergantian air untuk mengurangi kandungan bahan organik
  • Menerapkan manajemen pakan dengan baik untuk mencegah terjadinya overfeeding sehingga pakan tidak menumpuk di kolam/tambak dan mencegah peningkatan bahan organik di dalam kolam 
  • Menjaga kestabilan plankton di dalam tambak
  • Meningkatkan oksigen terlarut di tambak
  • Memberikan mineral, terutama kalsium, untuk pembentukan kulit udang

Itulah informasi seputar bakteri vibrio dan bagaimana Bapak/Ibu bisa mencegah penyebarannya di tambak. Semoga artikel ini bisa membantu Bapak/Ibu dalam berbudidaya udang.

Jika Bapak/Ibu membutuhkan informasi lengkap mengenai budidaya udang, bisa mengunjungi eFarm! Terdapat fitur Belajar Budidaya dan Konsultasi Budidaya yang dapat membantu proses budidaya udang Bapak/Ibu.

Download eFarm sekarang dan nikmati kemudahannya!

Related Post