kolam ikan patin

Agar bisnis budidaya ikan patin bisa sukses, salah satu faktor utama yang perlu diperhatikan adalah kolam ikan patin dan kualitas air kolamnya. Jika kolam ikan patin tidak dalam kondisi yang baik, maka akan muncul banyak masalah pada bisnis budidaya ikan patin Bapak/Ibu. Sama seperti pemilihan pakan, benih dan indukan patin, kualitas air kolam termasuk faktor krusial yang dapat mempengaruhi secara langsung kondisi ikan patin selama masa budidaya sebelum dipanen. 

Sebagai Pembudidaya, Bapak/Ibu perlu mengetahui jenis dan ukuran kolam ikan patin yang cocok untuk berbudidaya ikan patin. Misal, ukuran kolam untuk ikan patin 500 ekor akan berbeda dengan ukuran untuk kolam ikan patin 1000 ekor. Detail lengkap seputar ukuran, jenis, dan cara menjaga kualitas air kolam patin akan dibahas di artikel ini. Mari disimak! 

Jenis Kolam Ikan Patin

Kolam budidaya merupakan habitat baru bagi ikan patin untuk tumbuh serta berkembang biak hingga memiliki bobot dan berusia matang untuk dipanen atau dipijahkan. Agar ikan patin bisa berkembang dengan nyaman, Pembudidaya perlu membangun kolam budidaya sesuai standar dan parameter kualitas air yang tepat, misal kadar pH air, kadar oksigen terlarut, dan suhu air kolam. 

Meskipun begitu, pertama-tama Pembudidaya harus memutuskan jenis kolam ikan patin mana yang akan dibuat dan digunakan sebagai kolam budidaya. Terdapat tiga jenis kolam ikan patin yang bisa dipilih, yakni kolam terpal, kolam tanah, dan kolam beton. Berikut adalah penjelasan detail untuk masing-masing jenis kolam.

1. Kolam Terpal

Jenis kolam terpal adalah kolam yang paling irit karena biaya yang dibutuhkan untuk membangun kolam budidaya cukup murah. Jenis kolam ini cocok untuk Pembudidaya pemula yang memiliki modal minim dan lahan yang kecil, karena jenis kolam terpal tidak terlalu memakan tempat. Kendati demikian, ada beberapa kekurangan pada kolam terpal yang perlu dipertimbangkan.

Berikut ini tabel kelebihan dan kekurangan kolam terpal untuk dijadikan kolam budidaya.

kelebihan dan kekurangan kolam terpal ikan patin

2. Kolam Tanah

Keunggulan kolam tanah yang paling menonjol adalah kolam tanah menyerupai habitat asli ikan sehingga ikan akan dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan baru tersebut.

Untuk membangun kolam tanah, Bapak/Ibu perlu memastikan kualitas tanah yang akan digunakan adalah kualitas terbaik. Disarankan untuk membuat kolam tanah menggunakan tanah liat atau tanah lempung berpasir yang tidak terlalu berpori sehingga dapat menahan massa air dalam volume besar dan meminimalkan potensi kebocoran di bagian dinding kolam.

Sementara itu, salah satu kekurangan kolam tanah yakni kualitas air yang mudah tercampur bakteri dan hama dari balik tanah. Dengan kualitas air yang tercemar, pertumbuhan patin bisa terhambat. Oleh sebab itu, sebelum membangun kolam tanah, sebaiknya Bapak/Ibu mencari tahu terlebih dulu cara mengantisipasi atau mengatasi kualitas air kolam tanah yang tercemar.

Secara spesifik berikut ini tabel kelebihan dan kekurangan kolam tanah.

kelebihan dan kekurangan kolam tanah ikan patin

3. Kolam Beton

Kolam beton merupakan jenis kolam ikan patin terbaik dibandingkan dua jenis lainnya karena kolam beton jauh lebih awet dan tidak mudah rusak. Mendesain dan memasang saluran air pada kolam beton juga lebih mudah sehingga Bapak/Ibu dapat mengendalikan kualitas air kolam, contohnya ketika Bapak/Ibu ingin mengontrol kualitas pH air agar tetap terjaga pada nilai 7-9.

Kendati demikian, Bapak/Ibu perlu mempersiapkan modal yang cukup besar untuk membangun kolam beton. Selain itu, Bapak/Ibu juga memerlukan waktu yang lebih lama dan lahan yang sedikit lebih luas untuk membangun kolam beton.

Berikut ini tabel kelebihan dan kekurangan kolam beton.

kelebihan dan kekurangan kolam beton ikan patin 

Ukuran Kolam Ikan Patin

Ukuran, jenis kolam, dan sistem budidaya yang digunakan menjadi faktor penentu jumlah padat tebar, karena apabila kepadatan ikan melebihi daya dukung kolam atau tidak sesuai dengan standar sistem, ikan yang dibudidayakan akan lebih mudah stres. 

Salah satu contohnya adalah saat Bapak/Ibu menggunakan kolam tanah namun menebar benih ikan patin dengan padat tebar kolam beton. Hal ini akan meningkatkan kemungkinan kondisi stres pada ikan yang dibudidayakan.

Kolam yang memiliki ukuran lebih kecil dengan jumlah padat tebar yang besar bisa berdampak pada kondisi psikologis ikan. Jika kondisi psikologis ikan terganggu, ikan akan mudah stres, sehingga pertumbuhan dan perkembangan ikan patin pun terpengaruh.

Apabila Bapak/Ibu tetap memaksakan sejumlah ikan patin ditebar di dalam satu kolam dengan ukuran yang tidak sesuai dengan standarnya, dampak yang akan terjadi adalah gagal panen. Ikan patin akan kesulitan bergerak dan tidak bisa mendapatkan oksigen. Kondisi kesehatan ikan akan memburuk dan tidak hanya menghambat pertumbuhan ikan patin saja, namun berpotensi menyebabkan kematian.

Namun, membangun kolam dengan ukuran yang lebih luas dibandingkan jumlah ikan patin yang ditebar juga kurang tepat. Dari segi bisnis, jumlah ikan yang lebih sedikit dibandingkan ukuran kolam ikan patin justru tidak efisien untuk perkembangan bisnis budidaya.

Rata-rata standar padat tebar untuk satu kolam ikan patin bervolume 1 m3 adalah 25 ekor ikan patin. Dengan kata lain, padat tebar standar untuk kolam budidaya ikan patin adalah 25 ekor/m3. Namun, volume kepadatan tebar ikan patin ini diklasifikasikan ke dalam tiga sistem, yaitu:

  1. Sistem ekstensif dengan kolam tanah biasanya memiliki padat tebar ikan 8-15 ekor/m3.
  2. Sistem semi intensif biasanya memiliki jumlah padat tebar ikan 27-33 ekor/m3.
  3. Sistem intensif dengan media budidaya air deras biasanya memiliki jumlah padat tebar ikan 84 ekor/m3.

Contoh kasus, bila Bapak/Ibu membangun kolam berukuran 100 m3, kolam tersebut akan cocok untuk menampung jumlah ikan patin sebanyak 2.500 ekor. Ukuran kolam ikan patin untuk 500 ekor adalah 20 m3, sedangkan ukuran kolam ikan patin 1000 ekor yang ideal adalah 40 m3. Perlu diingat, kedalaman kolam ikan patin yang ideal adalah 1,5-2 m.

Baca Juga: Jenis-Jenis Makanan Ikan Patin Terbaik agar Cepat Besar

Cara Menjaga Kualitas Air Kolam Ikan Patin

Ketika membuat media budidaya, Bapak/Ibu perlu mempertimbangkan pembuatan saluran air yang berguna saat Bapak/Ibu menguras air kolam dan membuang sisa endapan, seperti sisa pakan dan kotoran ikan. Lalu, Bapak/Ibu juga perlu mempelajari bagaimana caranya menerapkan manajemen air kolam ikan patin.

Ada syarat atau parameter khusus untuk kualitas air kolam budidaya yang mengatur kadar oksigen di dalam air, suhu kolam, pH air, dan tingkat kekeruhan air kolam. Secara spesifik, berikut ini manajemen kualitas air kolam dan prosedur membersihkan kolam budidaya.

Berikut ini aturan dan ketentuan kualitas air yang baik untuk budidaya ikan patin:

  • Suhu air kolam antara 22-33 °C
  • Kadar oksigen terlarut sekitar 3-7 ppm, dengan kadar optimal 5-6 ppm
  • Kadar karbon monoksida kurang dari 10 ppm
  • Kadar amonia (NH3) dan asam belerang kurang dari 0,1 ppm
  • Angka pH air antara 6,5-9 dan angka maksimal di 7-8,5

Sementara itu, aturan secara spesifik untuk menjaga kualitas air kolam ikan patin berdasarkan jenis kolamnya bisa dilihat di tabel di bawah ini.

cara menjaga kualitas kolam ikan patin

Baca Juga: Cerita Budidaya: Budidaya Ikan Patin Makin Untung Pakai eFeeder!

Kontrol Pemberian Pakan Ikan Patin

Salah satu trik untuk menjaga kualitas air kolam ikan patin adalah dengan menerapkan manajemen pemberian pakan ikan patin. Pakan bernutrisi yang dimakan ikan patin berpotensi mempercepat pertumbuhan ikan.

Akan tetapi, sisa makanan yang mengendap dan tidak terdegradasi dapat meningkatkan total amonia atau TAN yang merusak kualitas air kolam. Alhasil, pertumbuhan ikan pun terhambat.

Oleh karena itu, Bapak/Ibu perlu lebih cerdas dalam menerapkan manajemen pemberian pakan ikan patin. Cara yang paling ampuh adalah dengan menggunakan eFeeder. eFeeder merupakan alat pemberi pakan otomatis dari eFishery, dengan versi terbarunya yang bernama eFeeder 5.

Dengan alat ini, Bapak/Ibu bisa mengontrol frekuensi, durasi, dan jumlah pakan yang ditebar agar tetap efektif dan tidak terjadi overfeeding. Dengan pemberian pakan yang lebih teratur, kualitas air kolam ikan patin pun lebih terjaga. Semua ini bisa diatur melalui aplikasi di handphone milik Bapak/Ibu!

Yuk gunakan eFeeder 5 untuk budidaya yang lebih maksimal! Pesan eFeeder 5 dengan klik button dibawah ini!

Pertanyaan Seputar Kolam Ikan Patin

Standar padat tebar untuk satu kolam ikan patin bervolume 1 m3 adalah 25 ekor ikan patin, bergantung pada jenis kolam yang digunakan. Ukuran kolam ikan patin untuk 500 ekor adalah 20 m3, sedangkan ukuran kolam ikan patin 1000 ekor yang ideal adalah 40 m3.

Cara menjaga kualitas air kolam ikan patin adalah dengan membangun saluran air untuk menguras air kolam serta membuang sisa endapan pakan dan kotoran. Selain itu, menjaga kualitas air kolam patin dilakukan dengan menjaga parameter kualitas air seperti kadar oksigen terlarut, suhu air, pH, dan tingkat kekeruhan air kolam.

Related Post