fungsi tandon tambak udang

Tandon adalah tempat yang digunakan untuk menyimpan persediaan air bersih. Tidak hanya ada di tambak udang, tandon juga ada di hampir setiap rumah di Indonesia. Hanya saja, tandon yang biasa ada di rumah-rumah berbeda bentuk dan fungsi dengan yang ada di tambak.

Bentuk tandon yang ada di tambak udang biasanya menyerupai tambak dengan ukuran yang lebih besar. Tandon tambak udang umumnya dilengkapi oleh pompa dan pipa-pipa yang nantinya berguna untuk mendistribusikan air ke seluruh tambak.

Mau tahu lebih lanjut tentang tandon yang ada di tambak udang? Simak artikel ini, yuk!

Apa Itu Tandon?

tandon tambak udang
Sumber: Dokumentasi eFishery

Kesehatan dan keunggulan udang yang dihasilkan suatu tambak tidak akan terlepas dari kualitas airnya karena air adalah sumber kehidupan utama di dalam tambak. Kebersihan dan kesterilan air harus benar-benar diperhatikan untuk menghindarkan udang dari berbagai serangan penyakit yang bisa mematikan. Salah satu cara yang bisa Bapak/Ibu lakukan untuk menjaga kualitas air tambak adalah dengan menggunakan tandon.

Di tambak udang, tandon atau petak tandon adalah tempat yang digunakan untuk menyediakan air yang sehat selama pemeliharaan udang. Untuk bisa melakukan tugas tersebut, tandon harus ditumbuhi tanaman air seperti ganggang/makroalga, rumput laut, atau lumut. Walaupun Bapak/Ibu harus menyiapkan lahan ekstra untuk pembuatannya, tandon bisa digunakan untuk menghemat penggunaan air, lho.

Baca Juga: Kenali Warna Air Tambak yang Baik untuk Udang Vaname

Fungsi Tandon bagi Tambak Udang

fungsi tandon tambak udang
Sumber: Dokumentasi eFishery

Setelah mengetahui apa itu tandon dan bagaimana bentuknya, yuk ketahui manfaat dan fungsi tandon tambak udang!

Salah satu fungsi utama tandon adalah sebagai tempat untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas air yang bersumber dari laut maupun sungai sebelum masuk ke kolam. Hal ini untuk mengantisipasi adanya cemaran dari sumber air tersebut.

Di dalam tandon, air akan diberikan disinfektan guna membunuh hama patogen penyebab penyakit. Dengan begini, tandon akan menyalurkan air yang baik dan aman ke dalam kolam budidaya.

Setelah pemberian disinfektan, air yang ada di tandon akan memasuki tahap pengecekkan secara fisika, kimia, dan biologi. Pengecekkan kualitas air berguna untuk memastikan bahwa air yang didistribusikan memiliki kualitas yang baik serta terbebas dari virus, bakteri dan patogen berbahaya.

Selain itu, tandon juga bisa digunakan untuk menanam plankton dan fitoplankton yang dibutuhkan air tambak. Fungsi tandon yang satu ini sangat berguna ketika musim hujan karena plankton sulit tumbuh tanpa sinar matahari.

Keuntungan lain dari penggunaan tandon air adalah terjaganya kesuburan air di dalam tambak. Seiring berjalannya waktu, bio filter yang ada di tandon akan menghasilkan biota air dengan nilai ekonomis yang cukup tinggi.

Baca Juga: 11 Penyakit Udang yang Sering Mengancam Petambak & Cara Pencegahannya

Cara Mengelola Tandon Tambak Udang

Hal yang paling utama untuk diperhatikan dalam mengelola tandon tambak udang adalah menumbuhkan dan merawat tumbuhan air. Tumbuhan-tumbuhan tersebut antara lain adalah ganggang/makroalga, rumput laut, dan lumut. Jika dirawat dengan baik, tumbuhan air tersebut akan menyerap nutrien hasil perombakan bahan organik dengan maksimal.

Dengan tanaman air tersebut, kandungan bahan organik yang berasal dari bakteri di air bisa turun menjadi 70 ppm dari 150 ppm hanya dalam 8 hari. Selain itu, tumbuhan air juga bisa mengikat partikel lumpur yang terlarut sehingga air terlihat lebih jernih.

Untuk merawat tumbuhan-tumbuhan air tersebut, Bapak/Ibu dapat menebar ikan herbivora di tandon. Jenis ikan herbivora yang ditebar juga harus sesuai dengan jenis tumbuhan. Untuk merawat ganggang/makroalga, Bapak/Ibu bisa menebar ikan nila.

Sedangkan untuk merawat lumut, Bapak/Ibu dapat menebar ikan bandeng. Petak tandon juga perlu diisi ikan predator kecil seperti ikan keting, kakap, kepala timah, dan ikan lainnya untuk memangsa udang liar yang bisa menularkan penyakit. Perlu diingat, jumlah ikan yang ditebar harus disesuaikan dengan populasi tanaman air sehingga tanaman air tersebut tidak habis dimakan ikan.

Selain itu, Bapak/Ibu juga perlu memperhatikan kebersihan tandon dengan membuang tanaman air yang mati. Hal ini harus dilakukan demi menghindari pembusukan di dalam petak tandon. Jika tanaman air sudah mati, warnanya akan berubah menjadi kusam dan kekuningan.

Terakhir, Bapak/Ibu juga harus memperhatikan letak/lokasi tandon. Sebagai tempat penampungan air, letak tandon harus berdekatan dengan sumber air agar pendistribusiannya jadi lebih mudah.

Tandon dapat dikatakan dalam kondisi yang optimal untuk mendaur ulang air jika mempunyai kandungan bahan organik < 60 ppm, ammonia < 1 ppm, dan nitrit 0,1 ppm dengan pH air 7,5-8. Bagaimana, Bapak/Ibu? Merawat tandon tidak terlalu susah, bukan?

Baca Juga: Hal yang Harus Diperhatikan dalam Mengelola Tambak Udang

Konsultasikan Penggunaan Tandon di Fitur Konsultasi Budidaya!

Keberadaan tandon di tambak udang memang sangat menguntungkan, apalagi jika Bapak/Ibu ingin mempunyai tambak dengan kualitas air yang baik. Namun, pembuatan dan pemasangan tandon tidak bisa dilakukan sembarangan. Sebelum membuat tandon, hendaknya Bapak/Ibu berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli Akuakultur eFishery melalui fitur Konsultasi Budidaya di aplikasi eFarm

eFarm adalah aplikasi dari eFishery yang menyediakan berbagai solusi untuk permasalahan budidaya udang Bapak/Ibu. Selain bisa berkonsultasi langsung dengan ahli Akuakultur, di aplikasi eFarm Bapak/Ibu juga bisa mencari informasi lain seputar budidaya udang. 

Download aplikasi eFarm di Google Play Store sekarang!

Related Post