gagal panen udang

Gagal panen dapat dialami oleh setiap Petambak udang air tawar. Sesuai kata pepatah, lebih penting Bapak/Ibu untuk mencegah daripada mengobati. Bahkan mengutip dari FAO, pada tahun 2013 tercatat 80% Petambak di Hainan China mengalami gagal panen udang.

Cukup meresahkan bukan bagi Bapak/ibu Petambak udang. Mulai waspada dengan mencegah penyebabnya sebelum terjadi gagal panen. Yuk kenali apa sih penyebab terjadinya gagal panen pada udang!

3 Penyebab Petambak Udang Gagal Panen

Gagal panen memang meresahkan bagi para Petambak udang air tawar. Mari kita pahami apa saja masalah yang dapat menyebabkan terjadinya kegagalan panen.

Ini dia tiga penyebab Petambak udang gagal panen!

1. Cuaca Ekstrem

Cuaca ekstrem dapat menjadi penyebab utama terjadinya kegagalan panen bagi Petambak udang. Bayangkan udang yang hidup pada suhu 25°C-30°C tiba-tiba datang musim kemarau sehingga suhu dapat meningkat menjadi di atas 35°C. Atau datang musim dingin yang menyebabkan suhu menurun drastis. 

Hal ini akan mengakibatkan penurunan sistem imun tubuh dari udang. Selain itu, masalah ini dapat mengakibatkan perubahan kemampuan sekresi udang secara alami. Hasilnya kemampuan udang untuk mencerna makanan akan menurun. Dan berdampak pada lambatnya pertumbuhan udang.

Lebih parah lagi apabila terjadi banjir di area budidaya. Udang yang Bapak/Ibu budidayakan dapat terseret oleh banjir. Maka dari itu penting untuk melakukan pemilihan lokasi budidaya. Jangan sampai Bapak/Ibu salah memilih tempat yang sering banjir untuk lokasi budidaya.

2. Perawatan yang Buruk

Perawatan yang kurang baik dapat menjadi salah satu penyebab dari gagal panen udang tambak. Ada beberapa perawatan yang harus Bapak/Ibu lakukan seperti memberi pakan secara teratur dan pengontrolan kualitas air dari tambak udang.

Kontrol kualitas air sangat penting dilakukan karena udang sangat peka terhadap kondisi lingkungannya. Pada kondisi air yang kotor, udang dapat kekurangan oksigen dan keracunan. Jadi pastikan Bapak/Ibu rutin mengganti air kolam budidaya.

Bapak/Ibu perlu memberikan pakan secara teratur agar udang budidaya dapat memperoleh nutrisinya secara penuh. Kelebihan pakan juga tidak baik karena dapat tidak termakan oleh udang dan menumpuk di dasar kolam. 

Nah, jika Bapak/Ibu ingin pemberian pakan akan dapat terkontrol, eFeeder dapat menjadi solusi! Karena alat ini dapat secara otomatis memberikan pakan dengan jumlah yang terkontrol. FCR Bapak/Ibu juga akan lebih efisien menggunakan alat ini.

3. Udang Terserang Penyakit

Beberapa jenis penyakit pada udang dapat mengakibatkan kematian sampai 100%. Jadi Bapak/Ibu harus mampu mengidentifikasi jika terjadi serangan penyakit pada udang.

Salah satu wabah penyakit yang berbahaya bagi udang yaitu wabah penyakit Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND) dan Early Mortality Syndrome (EMS). Kedua jenis penyakit ini telah menjadi keresahan bagi Petambak udang di Indonesia.

EMS dapat menyebabkan kematian pada benih udang karena bakteri vibrio yang penyakitnya disebut vibriosis. Bakteri vibrio ini banyak ditemukan di tempat penetasan udang. Contohnya pada post larva benur, air bak benur dan induk, serta pakan alami.

Baca Juga: Kenali Ciri-Ciri Penyakit Myo pada Udang Vannamei

Tips Mencegah Penyakit Udang Budidaya

Penyakit udang budidaya merupakan faktor terbesar kegagalan panen dari tambak udang. Adanya penyakit ini dapat menyebabkan kerugian panen hingga jutaan ton. Karena ada beberapa penyakit yang sangat berbahaya, Bapak/Ibu perlu mengatasi faktor datangnya penyakit pada udang.

Manajemen kualitas air terbukti ampuh untuk mencegah datangnya penyakit pada udang tambak budidaya. Oleh karena itu, Bapak/Ibu perlu mengontrol kualitas air pada tambak udang. Terdapat juga desinfektan yang dapat Bapak/Ibu gunakan untuk membunuh virus dan bakteri penyebab penyakit. Namun, jangan salah pilih karena ada desinfektan yang berbahaya bagi tambak!

eFishery menyediakan inovasi Disease Prevention System (DPS), solusi yang dapat mencegah terjadinya gagal panen akibat wabah penyakit pada budidaya udang. Sistem ini bekerja dengan mengatur kualitas air tambak udang Bapak/Ibu berbasis teknologi sehingga Anda tidak perlu khawatir terjadinya gagal panen.

DPS dari eFishery memberikan pengecekan biosecurity skoring untuk menentukan tingkat kerentanan tambak terhadap serangan penyakit. Selanjutnya tim akan menganalisis kualitas air tambak Bapak/Ibu secara rutin serta memberikan laporan dan rekomendasi penanganan air.

Salah satu Petambak udang bernama Pak Bobby telah membuktikan keefektifan DPS. Sebelum menggunakan DPS kerugiannya dapat mencapai 25% akibat kematian dini dari udang. Namun setelah menggunakan DPS kondisi tambaknya pun membaik. Jadi DPS merupakan investasi yang baik bagi tambak Bapak/Ibu.

Selain dari keamanan pencegahan gagal panen, ada manfaat tambahan dari DPS. Diantaranya peningkatan rata-rata pendapatan hingga 111,27% untuk setiap meter persegi. Tak hanya itu, terjadi penurunan rata-rata FCR sebesar 0,23%, dan peningkatan rata-rata produktivitas sebesar 0,12 kg/m2.

Nah menarik bukan, jadi tak ada salahnya Bapak/Ibu berinvestasi untuk keuntungan yang lebih besar dengan sistem DPS. Ayo coba DPS sekarang untuk tambak udang yang lebih aman.

Punya Kendala Budidaya? Ayo Konsultasi di eFarm

Tak hanya itu, eFishery juga menyediakan solusi untuk mengatasi kendala dalam budidaya. Yuk kenalan dengan eFarm!

eFarm merupakan platform yang menawarkan solusi lengkap, khusus untuk Petambak udang. Nikmati berbagai layanan yang membantu produktivitas budidaya Bapak/Ibu, hanya dalam satu platform!

eFarm menawarkan Bapak/Ibu berbagai jenis fitur yang dapat membantu dalam proses budidaya udang. Mulai dari Belajar Budidaya, yang menyuguhkan video wawasan seputar budidaya udang dari ahli dan teknisi senior secara GRATIS!

Selain itu, eFarm juga menawarkan Konsultasi Budidaya yang memberikan akses cepat ke Ahli dan Tim Akuakultur eFishery untuk konsultasi kendala budidaya. eFarm dilengkapi dengan fitur lain seperti Rencana Panen dan Toko Budidaya. Jadi tunggu apa lagi, ayo konsultasikan budidaya Bapak/Ibu di eFarm sekarang!

Related Post