penyakit ikan lele

Ikan lele adalah salah satu ikan air tawar yang memiliki ketahanan tubuh tinggi terhadap penyakit. Dengan kata lain, ikan lele tahan akan serangan penyakit dan mampu beradaptasi dengan cepat di berbagai macam kondisi. Meskipun begitu, bukan berarti ikan lele tidak akan pernah terkena penyakit sama sekali. Kalau ikan lele sudah terkena penyakit, penyakit tersebut bisa menular ke ikan lele yang lainnya.

Untuk itu, simak artikel ini untuk mengetahui macam-macam penyakit ikan lele yang sering muncul dan cara mengatasinya!

Penyebab Penyakit pada Ikan Lele

Penyakit yang ada pada ikan lele bisa datang dari dalam tubuh ikan tersebut dan dari lingkungan sekitarnya. Kondisi air kolam dan cuaca bisa mempengaruhi kesehatan ikan lele. Air kolam yang terlampau kotor bisa mengandung amoniak dan bakteri yang membahayakan ikan.

Sedangkan cuaca yang tidak menentu bisa mempengaruhi suhu air di kolam. Perubahan suhu yang terlalu cepat sangat tidak disukai ikan lele sehingga akan mengganggu metabolismenya hingga menyebabkan stres.

Ketika imunitas ikan lele sedang menurun, ikan lele akan mudah dihinggapi hama atau penyakit yang ada di sekitarnya. Penyakit pada lele juga bisa berasal dari pemberian pakan yang tidak tepat, entah itu dari jenis pakannya atau manajemen pemberiannya.

Jenis Hama dan Penyakit Ikan Lele

Walaupun terkenal sebagai ikan yang mempunyai ketahanan hidup tinggi, ikan lele juga bisa terserang penyakit. Tidak hanya menyerang organ luar ikan saja, penyakit-penyakit berikut ini juga bisa menyerang organ dalam ikan. Yuk, simak sama-sama!

1. Penyakit Bintik Putih

penyakit ikan lele bintik putih
Sumber: Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gunungkidul

Penyakit bintik putih pada ikan lele disebabkan oleh protozoa dari jenis Ichthyphyhirius multifillis. Untuk menghindarinya, Bapak/Ibu disarankan untuk menjaga kebersihan kolam ikan lele dan memastikan suhu air kolam di angka 28°C.

Sedangkan untuk mengobati ikan yang sudah terjangkit penyakit bintik putih, Bapak/Ibu dapat menaburkan garam ke kolam sebanyak 2-3 kali per harinya. Agar tidak menulari ikan lele lainnya, Bapak/Ibu juga bisa memisahkan ikan yang terjangkit penyakit bintik putih dari ikan lainnya dan memperbaiki sistem sanitasi di kolam.

2. Penyakit Jamur Air

penyakit ikan lele jamur air
Sumber: Dictio Community

Biasanya, jamur hanya menghinggapi ikan yang memang sedang sakit atau terluka saja, bukan ikan yang sehat. Jamur hanya tumbuh di tubuh ikan yang sedang mengalami penurunan daya tahan tubuh. Saat terinfeksi jamur, akan timbul benang menyerupai kapas di tubuh ikan, terutama di bagian yang terdapat luka.

Jika terserang jamur, ikan juga akan kehilangan agresifitasnya. Untuk mengobati ikan lele yang sudah terkena jamur, Bapak/Ibu disarankan untuk mengkarantina ikan di kolam yang sudah steril.

3. Penyakit Cotton Wool

Penyakit pada ikan lele selanjutnya adalah penyakit Cotton Wool. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri flexibacter columnaris. Penyakit ini akan menyerang insang ikan lele.

Jika sudah terjangkit penyakit ini, akan ada luka, lapisan putih, dan bintik putih di permukaan tubuh ikan. Ikan lele yang sudah terinfeksi penyakit Cotton Wool juga akan bergerak sangat lambat dan terlihat lesu. 

Penyakit ini muncul karena membusuknya sisa pakan yang ada di dasar kolam serta suhu air yang terlalu tinggi. Untuk mencegahnya, Bapak/Ibu bisa memperbaiki manajemen pemberian pakan dan mempertahankan suhu air di angka 28°C.

4. Penyakit Cacar

Penyakit cacar pada ikan lele umumnya disebabkan oleh kualitas air yang buruk. Cacar biasanya muncul di tubuh ikan yang hidup di kolam dengan air kotor dan kurang perawatan. Untuk mencegah dan mengobati ikan lele yang terkena cacar, Bapak/Ibu disarankan untuk lebih merawat dan memperbaiki kualitas air kolam dengan menggantinya secara rutin.

Penting untuk diingat, penyakit cacar adalah penyakit yang menular. Jadi, jika Bapak/Ibu mendapati ikan lele terkena cacar, pisahkan ikan tersebut dari ikan lainnya.

5. Penyakit Gatal

Penyakit gatal pada ikan lele disebabkan oleh bakteri Trichodina sp. Gejala yang timbul pada ikan ketika terserang penyakit ini adalah gerakan yang melemas dan warna kulit yang kusam. Karena merasa gatal, ikan akan sering menggosokkan badannya ke dinding atau dasar kolam.

Sama seperti penyakit lainnya, penyakit ini juga bisa menular melalui air. Untuk itu, jika gejala-gejala yang disebutkan di atas sudah terlihat, Bapak/Ibu disarankan untuk memisahkan ikan yang terjangkit penyakit dengan ikan yang masih sehat. Untuk mencegahnya, Bapak/Ibu bisa mengurangi kepadatan bibit ikan karena penyakit ini juga bisa disebabkan oleh kurangnya kandungan oksigen. 

6. Serangan Bakteri Aeromonas hydrophila

Bakteri aeromonas hydrophila sangat sering menyerang ikan lele. Jika ikan lele sudah terserang bakteri ini, perutnya akan menggembung, siripnya akan bengkak, dan permukaan tubuhnya akan terluka.

Sama seperti penyakit Cotton Wool, bakteri ini muncul karena banyaknya sisa pakan yang membusuk di permukaan kolam. Maka dari itu, untuk menghindari ikan lele dari bakteri ini, Bapak/Ibu harus mengatur manajemen pemberian pakan dengan sangat baik.

Baca Juga: Jaga Kualitas Air Kolam Ikan Lele dengan Cara Berikut!

Maksimalkan Manajemen Pakan dengan eFeeder 5!

Banyak jenis penyakit yang menjangkit ikan lele karena banyaknya pakan yang mengendap di dasar kolam. Pakan yang mengendap di dasar kolam dapat menimbulkan bakteri aeromonas hydrophila, flexibacter columnaris, dan lain sebagainya. Agar bakteri-bakteri tersebut tidak muncul di kolam, Bapak/Ibu perlu manajemen pakan yang baik agar pemberiannya cukup.

Untuk membantu memperbaiki manajemen pakan di budidaya ikan lele yang Bapak/Ibu miliki, eFishery menawarkan eFeeder 5 yang bisa menjadi solusi. Dengan eFeeder 5, pemberian pakan jadi lebih optimal karena bisa menyesuaikan jumlah dan bobot ikan di waktu pemberian yang sudah ditentukan. eFeeder 5 juga mempunyai jarak lontar yang mencapai 15 meter sehingga pakan dapat tersebar ke seluruh kolam.

Selain itu, eFeeder 5 bisa diatur di mana saja di area kolam Bapak/Ibu dengan menggunakan handphone. Dengan teknologi terkininya yang makin memaksimalkan budidaya, eFeeder 5 akan membuat penebaran pakan serta pencatatan datanya menjadi lebih efektif dan optimal.

Related Post