pakan ikan lele

Pakan Ikan lele yang diberikan menjadi kunci kesuksesan budidaya Bapak/Ibu. Nutrisi yang seimbang akan meningkatkan kecepatan pertumbuhan ikan lele.

Perlu Bapak/Ibu ketahui ikan lele menjadi salah satu ikan budidaya yang tidak cerewet pakan. Jadi biaya operasional pembelian pakannya relatif rendah dan pasarnya sangat luas, sehingga budidaya lele menguntungkan.

Akan tetapi, pakan yang Bapak/Ibu berikan juga harus efisien dan ekonomis. Pakan ikan lele yang terlalu mahal dapat meningkatkan biaya operasional Bapak/Ibu.

Jadi pilihlah pakan terbaik untuk ikan lele Bapak/Ibu. Apalagi, penelitian terbaru telah menguak kebutuhan utama dari ikan lele, mulai dari formula nutrisi yang efisien, ekonomis, dan strategi pemberian pakan.

Kebutuhan Nutrisi Ikan Lele agar Cepat Besar

Kebutuhan nutrisi yang cukup menjadi kunci utama dalam kesuksesan budidaya ikan lele. Jika Bapak/Ibu memberikan nutrisi yang cukup bagi ikan lele, maka proses pertumbuhan akan lebih cepat.

Berikut 5 nutrisi esensial untuk tumbuh kembang ikan lele Bapak/Ibu. 

Kebutuhan NutrisiPersentase 
Protein28-32%
Lemak9,5-10%
Karbohidrat10-20%
Vitamin 0,25-0,40%
Mineral1,0%

1. Protein

Sebesar 70% dari berat ikan lele kering mengandung protein. Maka dari itu, protein menjadi nutrisi utama bagi pertumbuhan ikan lele. Umumnya harga protein relatif mahal, sehingga banyak Pembudidaya mencampur protein dari sumber yang berbeda agar budidaya lebih ekonomis.

Protein yang digunakan biasanya bersumber dari tanaman dan hewan. Beberapa contoh sumber protein seperti tepung kedelai, tepung biji kapas, tepung tulang/darah, dan tepung ikan.

2. Lemak

Lemak dibutuhkan oleh ikan lele untuk menjaga proses metabolismenya terutama asam lemak esensial. Namun, hindari pemberian pakan dengan kandungan lemak yang terlalu banyak.

Biasanya lemak digunakan sebagai pakan untuk mengurangi jumlah bahan dari protein yang mahal. Akan tetapi, terlalu banyak lemak dapat menyebabkan tertimbunnya lemak yang berlebihan di dalam tubuh ikan lele. Hal ini akan menurunkan kualitas dari ikan lele.

3. Karbohidrat

Karbohidrat merupakan salah satu sumber energi utama bagi ikan lele. Sumber karbohidrat juga relatif lebih murah dibandingkan protein. Bapak/Ibu dapat menggunakan karbohidrat dari biji-bijian atau produk sampingannya. Contohnya seperti biji jagung, biji gandum, dan lainnya.

4. Vitamin

Vitamin diperlukan dalam jumlah yang sedikit untuk mendukung pertumbuhan, kesehatan dan reproduksi dari ikan Bapak/Ibu. Ikan lele dapat diberi vitamin premix yang dilengkapi dengan semua vitamin esensial. Jadi ikan lele Bapak/Ibu dapat besar dengan cepat.

5. Mineral

Dalam pembuatan pakan ikan lele, Bapak/Ibu juga harus mempertimbangkan ketersediaan mineral pada pakan. Hal ini karena, mineral sangat penting untuk metabolisme dan pertumbuhan tulang ikan lele. 

Meskipun ikan lele dapat menyerap mineral dari air kolam, namun ikan dapat kekurangan mineral. Kekurangan mineral atau defisiensi ini sering terjadi, contohnya pada mineral fosfor. Bapak/Ibu dapat mencampurkan tanaman yang mengandung fosfor seperti daun kelor dalam pakan.

Baca Juga: Tips & Trik Lengkap Budidaya Ikan Lele untuk Pemula

3 Jenis Makanan Ikan Lele Supaya Cepat Besar

Ada banyak jenis pakan ikan lele yang dapat Bapak/Ibu pilih. Tentunya jika Bapak/Ibu menggunakan pakan yang kaya nutrisi, ikan lele akan cepat besar. Namun, Bapak/Ibu juga perlu memperhatikan faktor ekonomis sehingga pakan tidak terlalu mahal.

Berikut kami rangkum 3 jenis makanan ikan lele yang murah dan kaya akan nutrisi agar ikan lele cepat besar.

1. Maggot (Belatung Lalat)

Maggot dengan nama latin Hermetia illucens merupakan pakan ikan lele yang favorit, karena kadar proteinnya yang tinggi hingga 40%. Bapak/Ibu dapat juga membiakkan maggot sendiri. Maggot juga dapat hidup dengan memakan limbah rumah tangga seperti ampas tahu dan sisa sayuran, sehingga biaya pakannya ekonomis.

2. Ikan Rucah

Ikan rucah merupakan ikan sisa tangkapan yang dapat Bapak/Ibu temukan di tempat pelelangan ikan. Bentuknya yang kecil membuatnya tidak diminati sebagai makanan konsumsi. Jadi Bapak/Ibu dapat membeli ikan ini dengan harga yang murah. 

3. Bekicot

Bekicot merupakan pakan favorit bagi Pembudidaya ikan lele karena mudah ditemui dan harganya relatif murah. Kandungan protein dan zat besi dari bekicot ini sangat tinggi sehingga membantu tumbuh kembang ikan lele.

Baca Juga: Cara Pemijahan Ikan Lele agar Sukses Panen Berlimpah!

4 Cara Membuat Pakan Ikan Lele Sendiri

Cara membuat pakan ikan lele tidak sesulit yang banyak orang pikirkan. Ini dia 4 langkah mudah untuk membuat pakan ikan lele sendiri.

1. Persiapan Tepung

Bapak/Ibu perlu menentukan jenis tepung pakan ikan yang digunakan. Bapak/Ibu dapat membuatnya dari campuran 2 kg tepung kedelai, 5 kg tepung jagung, 8 kg tepung ikan, 2 kg tepung tapioka, 3 kg dedak halus, 0,2 kg minyak ikan, dan 0,2 kg mineral. 

Akan lebih baik jika Bapak/Ibu menggunakan berbagai jenis protein seperti di atas, sehingga kandungan gizi ikan lele akan lebih banyak tercukupi.

2. Pembuatan Adonan

Bapak/Ibu selanjutnya dapat mencampurkan tepung tersebut dengan air secukupnya. Pastikan adonan tidak tumpah jika digenggam, jika tumpah Bapak/Ibu perlu tambahkan air.

3. Cetak Makanan Ikan Lele

Adonan yang telah dibuat selanjutnya dimasukkan ke dalam mesin pencetak pelet. Kemudian, pelet dijemur di atas terik matahari agar cepat kering.

4. Penyimpanan Pelet

Setelah kering, Bapak/Ibu dapat menyimpan pelet pada kantong plastik sehingga kedap air. Selanjutnya, pelet disimpan pada ruangan yang memiliki sirkulasi udara yang baik.

Baca Juga: 8 Trik Pemasaran Ikan Lele yang Efektif dan Menguntungkan!

Pemberian Pakan Ikan Lele yang Tepat

Ada beberapa faktor yang harus Bapak/Ibu perhatikan dalam pemberian pakan. Untuk menghasilkan FCR yang rendah, pemberian pakan ikan lele harus dilakukan dengan tepat. Berikut strategi pemberian pakan ikan lele yang tepat.

1. Waktu Pemberian Pakan

Bapak/Ibu dapat memberikan pakan pada pagi hari pukul 07:00, siang hari pukul 12:00, sore hari pukul 17:00, dan malam hari pukul 22:00. Frekuensinya juga berbeda, jika ikan masih kecil dapat dilakukan 4-5 kali sehari, sedangkan ikan yang sudah besar cukup 3 kali sehari.

2. Jumlah Pakan

Jumlah pakan yang ideal yaitu sekitar 3-6% dari bobot ikan lele Bapak/Ibu. Cara mudah untuk mengetahuinya, setelah 10 hari Bapak/Ibu dapat melakukan sampling bobot ikan. Jika bertambah, maka Bapak/Ibu dapat memberikan pakan dua kali lipat. Selanjutnya, menjelang masa panen dapat dikurangi bobot pakannya hingga 2-3% dari bobot ikan lele.

Baca Juga: Jaga Kualitas Air Kolam Ikan Lele dengan Cara Berikut!

Budidaya Ikan Lele Untung Maksimal dengan eFeeder

pakan ikan lele dengan efeeder

Perlu Bapak/Ibu ketahui, strategi pemberian pakan ini menjadi salah satu kunci kesuksesan budidaya ikan lele. Terkadang kita lupa untuk memberi pakan atau kondisi cuaca yang tidak memungkinkan sehingga pakan tidak diberikan. Selain itu, jumlah pakan yang diberikan juga sering tidak terukur.

Hal tersebut dapat menghambat kesuksesan budidaya ikan lele Bapak/Ibu. Untungnya, pemberian pakan dapat lebih efisien dan mudah dengan eFeeder!

eFeeder merupakan produk dari eFishery yang dapat memberikan pakan ikan lele Bapak/Ibu secara otomatis. Dengan eFeeder, tak hanya lebih praktis, tapi rasio FCR pakan dapat lebih rendah. 

eFeeder juga memiliki fitur bermanfaat lainnya yang mendukung kesuksesan budidaya ikan Bapak/Ibu. Dilengkapi dengan fitur pemberian pakan, pencatatan data dan penjadwalan pemberian pakan yang terukur.

Ayo miliki eFeeder sekarang untuk meningkatkan budidaya ikan lele Bapak/ibu!

Related Post