cara pemijahan ikan lele

Cara pemijahan ikan lele sangat penting diketahui dalam pembudidayaan ikan lele. Melalui pemijahan ikan lele, Bapak/Ibu dapat mendapatkan bibit lele tanpa perlu membeli pada pembenih ikan lele.

Cara pemijahan ikan lele terdapat beberapa teknik, yaitu pemijahan secara alami dan buatan. Pembudidaya ikan lele banyak melakukan pemijahan secara alami. Tak hanya caranya yang jauh lebih mudah tapi juga biayanya yang lebih kecil.

Lalu bagaimana cara pemijahan ikan lele? Ayo telusuri lebih dalam!

Apa itu Pemijahan Ikan Lele?

Pemijahan ikan lele merupakan teknik untuk mendapatkan benih yang berkualitas, unggul, tahan penyakit, serta cepat untuk tumbuh dan berkembang. Bagi Bapak/Ibu yang ingin menjadi pembenih ikan lele, pengetahuan tentang pemijahan sangat penting dipahami.

Pemijahan merupakan proses untuk pengeluaran sel telur oleh induk betina dan sperma oleh induk jantan. Proses ini diikuti dengan perkawinan antara induk lele betina dan jantan.

Selanjutnya, ikan lele akan bertelur dan menetaskan benih lele. Pembenihan ikan lele ini berlangsung selama 8-9 minggu dengan ukuran benih lele 5-7 cm.

Cara Pemijahan Lele secara Alami

Cara pemijahan ikan lele yang digunakan dapat bervariasi. Namun cara yang paling banyak dilakukan Pembudidaya yaitu secara alami. Cara ini dianggap paling mudah dilakukan oleh Pembudidaya ikan lele dan hasilnya juga tidak akan mengecewakan. Yuk simak!

1. Pemilihan Induk Ikan Lele

Langkah pertama pemijahan ikan lele yaitu dengan memilih induk ikan lele yang tepat. Bapak/Ibu harus memilih induk ikan lele yang punya bobot yang hampir sama yaitu minimum 1 kg. Hal ini dilakukan agar ikan lele tidak ketakutan satu sama lain. 

Selain itu, pastikan organ tubuh ikan lele lengkap dan normal. Umur induk lele yang tepat yaitu 1.5 tahun untuk betina dan 1 tahun untuk jantan. 

2. Perawatan Indukan Lele

Indukan lele harus dirawat pada kolam khusus di mana setiap meter persegi hanya boleh diisi 4-6 ekor saja. Sebelum pemijahan berlangsung, pisahkan indukan jantan dan betina. Hal ini agar tidak terjadi pembuahan di luar rencana. 

Selain itu, pakan yang diberikan haruslah bermutu baik. Direkomendasikan agar pakan yang diberikan memiliki protein > 35% agar gonad cepat matang. Pemberian pakan sebanyak 2-3 kali sehari sebanyak 3-5%.

3. Persiapan Kolam untuk Pemijahan

Kolam yang ideal untuk pemijahan ikan lele yaitu dengan panjang 2 sampai 3 meter, lebar 1 sampai 2 meter dan kedalaman 1 meter. Bapak/Ibu dapat memilih beberapa jenis kolam seperti kolam terpal maupun kolam dengan dasar fiberglass.

Perlu diingat juga, kolam perlu dikeringkan dan dijemur sebelum digunakan. Selanjutnya diisi air bersih dengan kedalaman 30-40 cm.

Dasar kolam pemijahan diberikan ijuk atau waring untuk tempat menampung dan melekatnya telur ikan lele. Sedangkan bagian pinggir kolam diberikan tutup untuk mencegah agar induk meloncat keluar.

4. Proses Pemijahan

Sebelum dilakukan proses pemijahan, induk ikan lele harus dipuasakan atau tidak diberi makan selama 24 jam. Kemudian dilakukan seleksi induk dengan gonad yang sudah matang.

Cara melihatnya, pada kelamin ikan lele jantan maupun betina kelamin akan membesar dan warnanya menjadi kemerahan.

Sehari setelah induk lele dimasukkan di kolam pijah, ambil induk dengan serok bila sudah bertelur. Hal ini karena ikan lele cenderung bersifat kanibal sehingga induknya harus dipisahkan agar tidak memangsa telurnya.

Selanjutnya tunggu telur sudah menetas, baru pemberat ijuk dipindahkan ke pinggir secara perlahan.

5. Perawatan Larva

Selama 24 jam, telur yang telah dibuahi akan menetas menjadi larva. Setelah menetas, pisahkan antara telur yang gagal dan larva yang mati agar tidak berjamur.

Larva yang menetas akan bertahan tanpa makan selama 3-4 hari. Selanjutnya, larva dibesarkan selama beberapa hari sampai menjadi anakan lele.

Trik Sukses Pemijahan Ikan Lele

Pemijahan ikan lele mudah dilakukan dengan cara yang tepat. Berikut ini terdapat beberapa trik untuk meningkatkan kesuksesan pemijahan ikan lele. Yuk simak!

1. Pilihlah waktu yang tepat

Pemijahan ikan lele harus dilakukan pada waktu yang tepat. Waktu yang dimaksudkan yaitu waktu memasukkan indukan ikan lele ke dalam kolam pemijahan.

Nah waktu yang Bapak/Ibu dapat dipilih yaitu sore hari, karena biasanya ikan lele akan memijah pada pukul 23.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB. 

2. Perhatikan Kualitas Air Kolam Pemijahan

Pemijahan ikan lele secara intensif harus memperhatikan kualitas dari air kolam. Ikan lele akan merasa nyaman berkembang biak jika kondisi airnya sesuai, yaitu dengan kadar oksigen yang cukup dan jernih. Oleh karena itu, Bapak/Ibu harus melakukan penggantian air secara rutin saat pemijahan.

3. Pisahkan Induk Jantan dan Betina sebelum Pemijahan

Trik sukses pemijahan ikan lele yang terakhir yaitu pisahkan ikan lele jantan dan betina sebelum perkawinan. Pemijahan ikan lele yang terlalu dini akan mengakibatkan proses pemijahan tidak optimal. Jadi pastikan Bapak/Ibu pisahkan dulu induk lele jantan dan betina.

Tingkatkan Produktivitas Ikan Lele dengan eFeeder!

pemijahan ikan lele dengan efeeder

Nah, itulah cara pemijahan ikan lele bersama dengan tips dan kiat-kiat suksesnya. Jika Bapak/Ibu masih ragu karena tidak memiliki waktu yang cukup untuk budidaya, eFeeder dari eFishery adalah jawabannya!

Tidak perlu lagi memberi pakan manual! Dengan eFeeder, semua dapat dilakukan secara otomatis melalui handphone. Tak hanya itu, Bapak/Ibu juga dapat mengontrol jumlah pakan sehingga penggunaan pakan anda akan lebih efisien. 

Alat pemberi pakan otomatis ini dapat diatur melalui handphone sesuai dengan keinginan dan kebutuhan budidaya. Alat ini membantu mempercepat pertumbuhan ikan lele, memperbaiki kualitas air, dan meningkatkan efisiensi pakan!

eFishery merupakan start up Akuakultur terbesar di Indonesia yang membantu modernisasi teknologi dalam budidaya Akuakultur. Kami telah memberikan dampak positif kepada lebih dari 30.000 Pembudidaya di Indonesia. Mari ikut berkontribusi memajukan perikanan Indonesia bersama eFishery!

Related Post