budidaya ikan air tawar

Budidaya ikan air tawar merupakan salah satu bisnis yang menggiurkan. Bagi Bapak/Ibu yang hobi memelihara ikan, terjun ke dalam budidaya ikan air tawar merupakan pilihan yang tepat!

Bapak/Ibu dapat melanjutkan hobi sekaligus mendapatkan penghasilan yang cukup besar. Bila masih baru dalam berbudidaya, Bapak/ibu dapat memulai dari kolam yang kecil sehingga tingkat risiko juga rendah.

Ada banyak jenis ikan air tawar yang sudah dibudidayakan di Indonesia. Di sini, terdapat 5 jenis ikan air tawar unggulan yang berpotensi menghasilkan cuan besar. Tak hanya itu, kami juga memberikan informasi akurat tahapan dalam budidaya ikan air tawar, hingga solusi permodalan bagi Bapak/Ibu dalam bisnis budidaya ikan air tawar.

5 Jenis Ikan Air Tawar yang Populer 

jenis ikan air tawar

Ikan air tawar punya banyak jenisnya! Jika Bapak/Ibu ingin mulai budidaya ikan air tawar, Bapak/Ibu perlu mengetahui tipe ikan air tawar yang populer untuk dibudidayakan. Ayo kita simak bersama!

1. Ikan Mas

Jika kita berbicara tentang ikan air tawar, ikan mas menjadi hal pertama yang terlintas dalam pikiran kita. 

Budidaya ikan mas menghasilkan keuntungan yang besar bagi para Pembudidaya, karena harga ikan mas relatif tinggi yaitu berkisar antara Rp. 27.000 – Rp. 38.000/kg-nya. Permintaannya juga relatif stabil dan tidak mengenal musim.

Tak hanya harganya yang mahal, tapi penjualannya juga relatif mudah karena pangsa pasarnya yang luas. Bahkan, saat ini permintaannya melebihi angka produksi sehingga memiliki peluang penjualan yang tinggi.

Ikan mas sudah bisa Bapak/Ibu panen dalam jangka waktu 6-8 bulan dengan bobot 300-400 gram per ekornya. Dengan kepadatan 40 ekor setiap meter persegi, Anda dapat menghasilkan ikan mas 12-16 kg per meter perseginya. 

2. Ikan Nila

Ikan nila makin naik daun di mata industri perikanan karena mudah dibudidayakan, gampang untuk dijual dan stabil harganya. Maka, bagi Bapak/Ibu yang tertarik untuk budidaya ikan air tawar, ikan ini dapat menjadi pilihan yang tepat.

Ikan nila punya daya adaptasi yang sangat tinggi, dari kemampuan bertahan hidup pada kolam dengan padat tebar yang tinggi, mampu beradaptasi pada tempat rendah oksigen hingga pakan dengan kandungan nitrogen yang rendah. Maka, ikan nila tergolong sebagai ikan air tawar yang mudah untuk dibudidayakan. 

Ikan air tawar satu ini juga memiliki potensi bisnis yang sangat besar. Harga ikan nila relatif mahal, berkisar dari Rp. 30.000 – Rp. 35.000/kg. Selain itu, harganya juga relatif stabil di pasaran sehingga Bapak/Ibu tidak perlu khawatir harganya akan jatuh. Ikan nila juga mudah dijual karena banyak digunakan sebagai menu utama di berbagai jenis restoran dan rumah makan.

Dalam luasan satu meter persegi, Bapak/Ibu dapat membudidayakan sebanyak 30 ekor ikan nila. Dengan bobot sekali panen ikan nila mencapai 500 gram, maka sekali panen dapat menghasilkan 15 kg ikan nila per meter persegi. Masa panennya juga relatif singkat, yaitu selama 4 hingga 6 bulan. 

3. Ikan Gurame

Ikan air tawar jenis ini juga mudah untuk dibudidayakan dan dapat hidup pada kondisi oksigen rendah. Ikan gurame dapat berkembang biak secara alami dan dapat hidup di air tergenang. Selain itu, harganya relatif mahal dan tergolong makan mewah.

Ikan gurame memiliki kisaran harga Rp. 45.000 sampai Rp. 60.000. Tak hanya itu, penjualannya juga tak sulit karena banyak masyarakat menjadi penggemar ikan jenis ini. Bapak/Ibu dapat memasarkan ikan gurame langsung ke konsumen melalui pasar atau menjual ke restoran yang punya menu gurame.

Dengan produktivitas yang tinggi, yaitu 20 ekor gurame dalam satu meter perseginya, bobot gurame yang siap dipasarkan mencapai 500 gram, maka setiap satu meter persegi dapat menghasilkan 10 kg. Ikan ini juga dapat dipanen dalam rentang 10 sampai 12 bulan.

4. Ikan Patin

Ikan air tawar ini disebut sebagai ikan yang istimewa karena termasuk ikan konsumsi yang mewah tapi juga dipelihara sebagai ikan hias. Daging ikan patin rendah sodium sehingga cocok untuk orang diet dan mengandung kalsium, zat besi, dan mineral.

Budidaya ikan patin menjadi peluang yang besar karena jumlah permintaannya saat ini melebihi dari produksinya, maka peluang pasarnya sangat terbuka lebar. Ditambah lagi dengan harganya yang cukup mahal, yaitu berkisar antara Rp. 27.000 – Rp. 34.000/kg. 

Dalam luasan kolam satu meter persegi, Bapak/Ibu dapat menebar 20-30 ekor ikan patin. Pertumbuhannya tergolong cepat, dalam rentang waktu 6 bulan ikan patin dapat mencapai bobot 600 gram sampai 700 gram. Menarik bukan? Bapak/Ibu dapat memulai budidaya ikan patin untuk menambah penghasilan Anda.

5. Ikan Lele

Siapa yang tak kenal ikan air tawar yang populer satu ini? Betul, ikan lele mendulang popularitas semenjak menjamurnya rumah makan pecel lele, sehingga permintaannya terus meningkat. Maka dari itu, jenis ikan air tawar sangat potensial untuk Bapak/Ibu budidayakan.

Pembudidayaan ikan lele juga relatif lebih mudah dan tidak memerlukan peralatan khusus. Kepadatan tebar ikan lele juga sangat tinggi yaitu mencapai 75-100 ekor dalam setiap meter perseginya. Selain itu, masa panen dari ikan air tawar jenis ini juga relatif lebih cepat dari jenis lainnya. Bapak/Ibu hanya perlu waktu selama 2,5 bulan sampai lele dapat dipasarkan.

Bapak/Ibu sudah mengetahui 5 jenis ikan air tawar yang populer di kalangan masyarakat. Bapak/Ibu tentu telah menimbang-nimbang jenis ikan apa yang akan dibudidayakan. Tapi sebelum itu, yuk coba lihat dulu bagaimana cara budidaya ikan air tawar yang efektif!

5 Cara Budidaya Ikan Air Tawar

cara budidaya ikan air tawar

Terdapat berbagai jenis metode budidaya ikan air tawar yang dapat Bapak/Ibu pilih. Di sini eFishery akan merangkum cara budidaya ikan air tawar yang paling efektif. Yuk simak!

1. Mempersiapkan Lahan Budidaya Ikan Air Tawar

Sebelum memulai proses budidaya, Bapak/Ibu harus memiliki kolam budidaya yang tepat. Tiap jenis ikan air tawar memiliki kebutuhan masing-masing, sehingga pastikan kolam yang dibuat sesuai dengan jenis ikan. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti kedalaman kolam, paparan sinar matahari, dan sistem aerasi.

Persiapan kolam ini sangat penting khususnya untuk mempercepat pertumbuhan ikan yang akan dibudidayakan. Terdapat banyak jenis kolam yang dapat dipilih, mulai dari kolam beton, kolam terpal, kolam jaring apung, dan kolam tanah. Tiap jenis kolam ini memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing.

2. Pemilihan Bibit Ikan Air Tawar 

Apakah Bapak/Ibu ingin mempercepat panen ikan air tawar? Jika benar, maka pemilihan bibit ikan air tawar yang unggul adalah jawabannya. Dengan pemilihan bibit yang tepat, waktu panen dapat dipercepat sampai 30% dari estimasi awal.

Bibit yang Bapak/Ibu pilih harus masuk ke dalam beberapa kriteria, seperti bersertifikat, bebas penyakit, dan bergerak aktif. Selain itu, bibit ikan air tawar harus cepat dalam pertumbuhannya dan mudah berkembang biak. Bapak/Ibu dapat mencari bibit unggul ini di beberapa toko ikan dan Pembudidaya yang mengembangkan varietas unggul.

3. Penebaran Bibit Ikan Air Tawar

Setelah Bapak/Ibu mendapatkan bibit ikan air tawar yang unggul, maka langkah selanjutnya yaitu menebarkan bibit. Tiap jenis ikan air tawar memiliki padat tebar bibit optimal masing-masing sehingga penebaran harus dilakukan dengan kepadatan yang tepat. Jika kepadatannya kurang, maka efisiensi dari kolam akan berkurang. Namun jika padat tebarnya terlalu tinggi, maka akan menyebabkan turunnya produktivitas ikan. 

Sebelum Bapak/Ibu menebarkan bibit ikan air tawar ke dalam kolam, perlu dilakukan aklimatisasi benih.

Pertama, apungkan plastik berisi ikan selama 15-20 menit. Kedua, buka plastik dan campurkan air kolam ke plastik. Terakhir, biarkan ikan keluar dengan sendirinya. Hal ini dilakukan agar ikan dapat beradaptasi sesuai dengan lingkungan kolam. Selain itu, juga dapat mencegah stres saat ikan dipindahkan di kolam.

4. Pemberian Pakan dan Perawatan Ikan Air Tawar

Jumlah pakan yang diberikan harus disesuaikan dengan kebutuhan ikan air tawar. Jika pakan terlalu banyak, maka pakan dapat mengendap sehingga mengurangi kualitas air kolam dan memicu terjadinya penyakit. Kuncinya adalah pemberian pakan dengan bobot 3-4% dari bobot ikan per harinya. Pemberian pakan hanya perlu dilakukan sebanyak dua sampai tiga kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari.

Selanjutnya Bapak/Ibu perlu memantau kondisi lingkungan budidaya ikan air tawar, seperti faktor suhu dan kondisi air. Kesesuaian suhu air kolam bergantung pada jenis ikan yang dibudidaya. Selain itu, kebersihan dari air tempat budidaya juga harus terjaga untuk mencegah adanya hama atau penyakit.

5. Pemanenan Ikan Air Tawar

Agar mendapatkan keuntungan besar, Bapak/Ibu perlu menyesuaikan bobot ikan sesuai dengan permintaan pasar. Selain itu, sebaiknya Bapak/Ibu perlu memastikan sudah ada pembeli yang dapat menyerap hasil panen dari ikan air tawar sebelum dipanen.

Budidaya ikan air tawar menarik bukan? Jika Bapak/Ibu berminat untuk budidaya ikan, eFishery menawarkan Kabayan (Kasih, Bayar Nanti)! 

Mulai Bisnis Budidaya Ikan Air Tawar Sekarang!

bisnis budidaya ikan air tawar

Mulai dari produktivitas yang tinggi, hingga pangsa pasarnya yang besar, maka budidaya ikan air tawar punya prospek bisnis yang besar. Jadi tunggu apa lagi? Ayo kita mulai budidaya ikan air tawar! 

Dengan program Kabayan (Kasih, Bayar Nanti) dari eFishery, Bapak/Ibu akan memperoleh sarana produksi yang dapat dibayar ketika sudah panen. Kabayan membuka akses pinjaman modal usaha ke lembaga finansial bagi Pembudidaya ikan. Pembudidaya bisa mendapatkan pakan dan sarana budidaya lainnya dengan sistem pembayaran tempo.

Ayo, kembangkan bisnis budidaya ikan air tawar Bapak/Ibu bersama eFishery!

Related Post