budidaya udang windu

Halo, Bapak/Ibu Petambak! Pastinya sudah tidak asing lagi dengan udang windu, dong. Sama dengan udang vaname, udang windu adalah udang yang menjadi komoditas ekspor perikanan nomor satu di Indonesia. Walaupun banyak peminatnya, ternyata belum terlalu banyak Petambak yang berbisnis budidaya udang windu, loh!

Udang windu atau Penaeus monodon adalah udang asli Indonesia yang dijuluki sebagai Black Tiger Shrimp. Yuk, kenalan dengan si loreng hitam lebih jauh lagi di artikel ini!

Karakteristik Udang Windu

Udang windu atau yang lebih dikenal dengan Si Loreng Hitam Asli Indonesia ini merupakan udang asli Indonesia yang mempunyai warna cangkang berloreng seperti macan. Selain itu, udang yang dapat tumbuh hingga 140 gram ketika dewasa ini memiliki kulit tubuh yang keras dan berwarna loreng hijau kebiruan.

Ketika muda, udang ini berhabitat asli di perairan dangkal tepi pantai dan akan pindah ke perairan yang lebih dalam ketika dewasa. Dengan kandungan vitamin, protein, dan mineral yang tinggi, udang windu sangat digemari banyak pecinta hidangan laut.

Peluang Bisnis Udang Windu

Saat ini udang menjadi komoditas ekspor perikanan nomor satu di Indonesia. Setidaknya ada dua jenis udang yang menjadi andalan, yakni udang windu dan vaname.

Sebelum udang vaname populer di Indonesia, udang windu adalah komoditas udang yang paling unggul. Pamor udang windu dahulu sempat meredup dikarenakan wabah penyakit bercak putih (white spot) yang menyerang udang jenis ini.

Pasalnya, tingkat kematian akibat infeksi penyakit ini bisa mencapai 100% dalam waktu 2–7 hari. Akibatnya, banyak Petambak udang windu pada saat itu beralih ke budidaya udang vaname hingga produksinya melampaui jenis udang lain.

Belum banyak Petambak yang memulai budidaya udang windu lagi karena proses budidayanya yang sulit. Walaupun budidaya udang windu lebih sulit dari udang vaname, udang windu tetap menjadi komoditas yang menguntungkan. Permintaan pasar akan udang windu masih sangat tinggi sedangkan belum banyak Petambak yang menghasilkan udang jenis ini. Maka dari itu, budidaya udang windu akan menghasilkan keuntungan. 

Selain menjualnya langsung ke pasar, Bapak/Ibu juga bisa menjual udang windu hasil panen ke pabrik bakso, nugget, kerupuk, terasi, dan sebagainya. Di balik peluang usaha yang bagus, budidaya udang windu membutuhkan banyak ketelatenan dan kesabaran yang tinggi karena tingkat toleransi udang windu terhadap penyakit sangat rendah.

Cara Budidaya Udang Windu

cara budidaya udang windu

Untuk menghasilkan udang windu yang sehat dan berkualitas saat panen, yuk baca cara budidayanya di bawah!

1. Persiapan Tambak

Dalam tahap persiapan, hal pertama yang harus Bapak/Ibu perhatikan adalah lokasi tambak. Lokasi tambak yang strategis dapat menjadi nilai plus dalam kelancaran berbudidaya. Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan dalam memilih lokasi tambak:

lokasi budidaya udang windu

Setelah tahap pemilihan lokasi tambak selesai, saatnya Bapak/Ibu menyiapkan tambak agar siap untuk diisi air. Sebelum tambak diisi dengan air, sebaiknya Bapak/Ibu membersihkan lumpur yang mengendap di dasar tambak. Hal tersebut dilakukan karena lumpur mengandung racun yang berbahaya bagi udang.

Lumpur dapat dikeluarkan dengan cangkul atau alat penyedot khusus. Selanjutnya, Bapak/Ibu bisa membajak dasar tanah untuk menghilangkan gas beracun dan amonia di tanah. Tanah tambak harus dibiarkan selama 3 hari sebelum diisi oleh air.

Setelah 3 hari, Bapak/Ibu dapat mengairi tambak setinggi 10-25 cm dan menuangkan kapur Zeolit dan Dolomit. Kapur ini nantinya akan berfungsi untuk menetralkan keasaman tanah, membunuh bibit-bibit penyakit, dan menyuburkan plankton yang nantinya akan jadi pakan alami bagi benur. Terakhir, Bapak/Ibu bisa mengairi tambak dengan tinggi minimum 80 cm.

2. Pemilihan dan Penebaran Benur

Sebelum membeli benih di toko, pastikan benih sudah lulus uji Polymerase Chain Reaction (PCR). Benih yang sudah lulus uji PCR mempunyai ketahanan tinggi, bebas dari infeksi penyakit, dan sehat. Secara visual, berikut adalah ciri-ciri benih udang yang lulus uji PCR:

  • Berwarna hijau kecoklatan bersih (tidak berwarna merah)
  • Berukuran seragam
  • Ekornya (uropoda) sudah terbuka
  • Berenang melawan arus
  • Memiliki anggota tubuh yang lengkap
  • Bersih dari pathogen dasar (sesuai SNI benih udang windu)

Jika Bapak/Ibu sudah memastikan benih yang Bapak/Ibu pilih dalam kondisi yang sehat, waktunya benih ditebarkan ke kolam. Sebelum ditebar, sebaiknya benur harus melalui proses adaptasi suhu terlebih dahulu agar tidak stres.

Adaptasi dilakukan dengan memasukkan benur ke dalam kantong plastik dengan air bersuhu 22 derajat celsius dan mengapungkannya di atas air tambak. Proses ini dianggap cukup ketika benur yang ada di dalam kantong sudah  berenang dengan aktif.

Setelah itu, Bapak/Ibu bisa mengganti air yang ada di dalam kantong dengan air tambak dan diamkan selama 15 menit. Ketika proses tersebut sudah selesai, tuang benur dari dalam kantong secara perlahan ke tambak.

3. Pemberian Pakan

Hal yang paling utama dalam memicu pertumbuhan udang adalah pemberian pakan yang dilakukan secara teratur. Udang windu dapat diberikan pakan alami atau buatan.

Pakan alami udang windu dapat berupa plankton, lumut, bahkan sisa hewan maupun tumbuhan yang telah membusuk dalam tambak. Untuk memicu pertumbuhan plankton di tambak, taburkan pupuk urea dan kompos.

Selain pakan alami, udang juga memerlukan pakan buatan seperti pelet. Bapak/Ibu dapat memberikan pelet buatan pabrik yang kandungan nutrisinya sudah diatur. Pemberian pelet dapat dilakukan 2 kali sehari pada pagi dan sore hari.

Udang windu harus diberikan makanan tambahan lagi ketika sudah mencapai usia 3 bulan. Pakan tambahan dapat berupa dedak yang dicampur dengan bekicot, siput, atau ikan-ikanan yang telah dicincang halus.

4. Panen Udang Windu

Bobot udang windu yang ideal untuk dipanen adalah sekitar 140 gram per ekor. Untuk mencapai ukuran ini, benur membutuhkan waktu 5-6 bulan.

Biasanya udang yang sudah panen akan terlihat segar, mempunyai bagian tubuh yang lengkap, kulit yang keras, bersih, licin, dan bersinar. Bapak/Ibu dapat memanen udang windu dengan menggunakan jala yang ditebar ke seluruh tambak pada malam atau dini hari.

Hal ini dilakukan untuk menghindari matahari yang bisa membuat udang menjadi tidak segar lagi. Setelah itu, udang bisa direndam dengan es batu agar mutunya tetap terjaga ketika sampai di tangan pembeli.

Cek Tips Budidaya Udang Windu di eFarm

budidaya udang windu dengan efarm

Apakah Bapak/Ibu sudah siap untuk melakukan budidaya udang windu setelah membaca artikel ini? Jika Bapak/Ibu mau mencari info yang lebih lengkap dan lebih banyak, Bapak/Ibu bisa menemukannya di aplikasi eFarm dari eFishery melalui fitur Belajar Budidaya.

Tidak hanya info tentang budidaya udang windu, di eFarm Bapak/Ibu juga dapat mencari info lain seputar budidaya udang. Tunggu apa lagi? Langsung download aplikasi eFarm di Google Play Store!

Related Post