ciri ciri ikan terkena aeromonas

Bakteri Aeromonas hydrophila merupakan bakteri yang bertanggung jawab terhadap kematian 125 ton ikan di Jawa Barat tahun 1980. Maka Bapak/Ibu perlu mengenal ciri–ciri ikan terkena Aeromonas untuk menghindari wabah penyakit ini.

Penyakit Aeromonas menyerang berbagai jenis ikan air tawar, mulai dari ikan mas, gurame, mujair, patin, koi, nila, dan jenis lainnya. Jadi, Bapak/Ibu perlu waspada akan penyakit Aeromonas ini.

Pepatah mengatakan lebih baik mencegah daripada mengobati. Untuk itu, perlu kita mengenali penyebab terjadinya penyakit Aeromonas sehingga mengetahui cara mencegahnya.

Mengenal Penyakit dari Bakteri Aeromonas

Bakteri Aeromonas hydrophila menjadi salah satu bakteri yang menyerang ikan air tawar. Bakteri ini akan menyebabkan ikan mengalami pendarahan pada bagian tubuh khususnya dada, perut, dan pangkal sirip.

Bapak/Ibu perlu mengenali tanda-tanda awal dari serangan Aeromonas pada ikan budidaya. Hal ini dikarenakan, bakteri Aeromonas menyebabkan menyerang dengan cepat sehingga perlu penanganan khusus.

Infeksi dari bakteri Aeromonas juga dapat berakibat fatal pada ikan budidaya Bapak/Ibu. Bakteri ini dapat menyebabkan kematian pada ikan sedangkan pada manusia dapat menyebabkan terjadinya diare. 

Bakteri Aeromonas dapat mewabah dengan cepat yang menyebabkan kematian ikan dalam jumlah yang tinggi (80-100%), dalam jangka waktu yang pendek (1-2 minggu).

Lalu darimana asal bakteri Aeromonas? Bakteri ini dapat ditemukan pada kolam yang kandungan bahan organiknya tinggi, sehingga penting dilakukan pembersihan kolam secara rutin.

Baca Juga: Waspada Penyakit Ikan Nila! Cegah Dari Sekarang!

4 Penyebab Ikan Terkena Penyakit Aeromonas

Dengan mengetahui penyebab ikan terkena penyakit Aeromonas maka Bapak/Ibu dapat melakukan pencegahan penyakit ini. Ini dia 4 penyebab ikan terkena bakteri Aeromonas.

1. Kualitas Air Kolam yang Buruk

Rendahnya kualitas air kolam budidaya ikan menjadi faktor penyebab munculnya penyakit Aeromonas. Hal ini dikarenakan, bakteri Aeromonas dapat cepat tumbuh dan berkembang di air yang punya kandungan organik tinggi atau kotor.

2. Kepadatan Ikan

Saat padat tebar ikan terlalu tinggi, maka akan menyebabkan ikan menjadi stres. Hal ini yang memicu terjadinya penyakit Aeromonas pada ikan budidaya. 

Tidak hanya itu, kepadatan terlalu tinggi menyebabkan penyakit dapat menular dengan cepat. Kepadatan juga berhubungan dengan penurunan kualitas dari air kolam.

3. Suhu yang Tinggi

Fluktuasi suhu air kolam yang ekstrim menjadi salah satu faktor penyebab bakteri Aeromonas pada ikan. Bakteri Aeromonas akan mudah berkembang dengan cepat pada suhu air yang tinggi.

4. Pakan yang Buruk

Pakan yang buruk menjadi penyebab munculnya penyakit Aeromonas pada ikan budidaya Bapak/Ibu. Kekurangan nutrisi pada ikan dapat mengurangi imun tubuh dari ikan, sehingga daya tahan ikan terhadap penyakit dapat menurun.

Baca Juga: Jaga Kualitas Air Kolam Ikan Lele dengan Cara Berikut!

5 Ciri-Ciri Ikan Terkena Aeromonas

Penyakit Aeromonas pada ikan perlu Bapak/Ibu tangani sejak dini, karena penyakit ini berbahaya dan dapat menyebar dengan cepat. Berikut ini ciri-ciri ikan terkena Aeromonas.

1. Adanya Luka Borok

Ikan yang terkena Aeromonas memiliki luka borok pada bagian tubuhnya. Jika melihat adanya luka borok pada ikan, Bapak/Ibu harus waspada karena bisa jadi ini akibat dari Aeromonas. 

Selain itu, pada jenis ikan lain seperti ikan koi, ikan yang terserang Aeromonas muncul bercak-bercak merah pada bagian tubuhnya. 

2. Kurang Berlendir

Ikan yang terkena penyakit Aeromonas menjadi kurang berlendir. Sejatinya, lendir dibutuhkan ikan untuk mengurangi gesekan dengan air, sehingga ikan yang terkena Aeromonas jadi malas bergerak. Hal ini terlihat pada ikan koi.

3. Siripnya Rontok

Ciri-ciri ikan terkena Aeromonas selanjutnya yaitu siripnya rusak dan mudah rontok. Hal ini menyebabkan keseimbangan ikan menjadi terganggu.

4. Kehilangan Nafsu Makan

Jika ikan Bapak/Ibu kehilangan nafsu makan perlu untuk diwaspadai, bisa jadi penyebabnya adalah penyakit Aeromonas. Ikan akan mengalami penurunan nafsu makan karena terjadinya peradangan.

5. Badan Mudah Terluka

Ikan yang terkena penyakit Aeromonas mudah untuk terkena luka-luka. Hal ini dikarenakan, ikan kehilangan lendir, sehingga badan ikan akan mudah untuk bergesekan dengan air.

Baca Juga: Tips Pemberian Makanan Ikan Mujair Supaya Cepat Besar!

4 Tips Mencegah Penyakit Aeromonas pada Ikan Budidaya

Hendaknya mencegah sebelum mengobati, maka Bapak/Ibu perlu mencegah terjadinya penyakit Aeromonas pada ikan budidaya. Berikut 5 cara pencegahan bakteri Aeromonas.

1. Perbaikan Kualitas Air Kolam 

Sebelumnya kita telah mengetahui bahwa penyebab bakteri Aeromonas adalah kualitas air kolam yang buruk. Jadi Bapak/Ibu perlu memperbaiki kualitas air kolam dengan melakukan pembersihan secara berkala.

Turunnya air kolam terjadi karena beberapa faktor seperti pakan yang menumpuk di dasar kolam karena tidak dimakan. Oleh karena itu, Bapak/Ibu harus memberi pakan ikan dengan jumlah yang tepat sehingga pakan dapat habis.

2. Perbaikan Nutrisi

Ikan yang kurang nutrisi akan mudah untuk terserang penyakit, sehingga pastikan ikan yang Bapak/Ibu budidayakan tercukupi nutrisinya.

Terkadang sebagai Pembudidaya, kita pernah kelupaan untuk memberikan pakan. Atau kondisi di kolam sedang hujan deras, sehingga pakan tidak diberikan.

3. Hindari Padat Tebar yang Tinggi

Kepadatan ikan menjadi salah satu faktor yang besar terhadap kualitas air kolam. Padat tebar yang tinggi menyebabkan turunnya kandungan oksigen dan meningkatnya kadar karbondioksida dalam air. 

Hal ini akan secara tidak langsung meningkatkan suhu dari air kolam budidaya. Selain itu, kotoran yang dihasilkan juga akan semakin banyak sehingga kualitas air ikut menurun.

Bapak/Ibu perlu mencari tahu terlebih dahulu padat tebar yang optimum untuk setiap jenis ikan yang dibudidayakan.

Baca Juga: Cara Hitung FCR Ikan Nila untuk Budidaya yang Lebih Untung!

3 Cara Mengobati Penyakit Aeromonas pada Ikan

Jika Bapak/Ibu sudah mencoba untuk mencegah penyakit Aeromonas pada Ikan, namun masih tetap terkena penyakit ini. Tenang, ada cara untuk mengobatinya! Berikut cara mengobati penyakit Aeromonas pada ikan!

1. Pisahkan Ikan yang Terinfeksi

Jika Bapak/Ibu menemukan ikan yang terinfeksi, segera memisahkan ikan yang sakit dari kolam. Hal ini, karena penyakit Aeromonas dapat menular dengan sangat cepat. Jangan sampai ikan yang lain ikut terinfeksi.

2. Pemberian Antibiotik

Bakteri Aeromonas dapat dibunuh dengan menggunakan antibiotik. Pemberiannya dapat Bapak/Ibu campurkan antibiotik pada pakannya. Namun, dosisnya perlu disesuaikan agar tidak terlalu banyak antibiotik yang digunakan.

3. Manajemen Kualitas Air

Langkah selanjutnya yang Bapak/Ibu dapat lakukan yaitu memanajemen kualitas air. Saat terjadi wabah penyakit Aeromonas, tentunya bakteri tersebut banyak bersarang pada air kolam. Oleh karena itu, Bapak/Ibu perlu mengganti air kolam dengan air yang bersih.

Baca Juga: eFeeder, Alat Pakan Ikan Otomatis yang Maksimalkan Budidaya!

eFeeder Bantu Cegah Penyakit Aeromonas pada Ikan!

efeeder cegah aeromonas

Sebelumnya Bapak/Ibu sudah mengetahui bahwa pakan dan kualitas air yang buruk menjadi penyebab penyakit Aeromonas. Jadi pastikan kualitas pakan dan air terjaga.

Bapak/Ibu dapat menggunakan eFeeder untuk bantu mengontrol kualitas pakan dan kualitas air. Lalu apa itu eFeeder?

eFeeder merupakan produk dari eFishery yang dapat memberi pakan ikan secara otomatis. Jadi pemberian pakan budidaya Bapak/Ibu dapat terjaga, sehingga nutrisi ikan akan tercukupi.

Selain itu, eFeeder juga memberikan pakan sesuai dengan kebutuhan ikan, sehingga mengurangi jumlah pakan yang mengendap karena tidak termakan. Hasilnya limbah dari pakan yang mengotori kolam dapat berkurang.

Manfaat eFeeder banyak bukan? Gunakan eFeeder sekarang juga dan nikmati budidaya ikan yang lebih baik!

Related Post