pendederan udang vaname

Apakah Bapak/Ibu tahu apa itu pendederan? Pendederan adalah cara yang digunakan untuk membantu pertumbuhan larva udang menjadi benur yang siap untuk dibudidayakan. Pendederan udang vaname berguna untuk mengurangi tingkat stres benur ketika berpindah dari lingkungan hatchery yang tertutup menuju tambak yang terbuka. Dengan begitu, daya tahan mereka terhadap virus dan bakteri pun akan meningkat.

Udang vaname merupakan udang yang berhabitat asli di perairan payau sehingga udang vaname harus didederkan dahulu sebelum dibudidayakan. Hal ini bertujuan agar udang dapat beradaptasi dengan air tambak. Pendederan udang vaname juga banyak digunakan oleh Petambak sebab seringkali udang yang tidak didederkan akan berumur pendek, hanya sekitar 60 hari dengan bobot 10 gram.

Dengan pendederan, udang vaname diharapkan dapat lebih beradaptasi pada lingkungan tambak sehingga meningkatkan tingkat kelangsungan hidupnya. Jika Bapak/Ibu belum pernah melakukan pendederan sebelumnya, pelajari caranya di bawah ini!

Cara Pendederan Udang Vaname

1. Persiapan Media Pendederan & Pengisian Air

Tahap pertama adalah persiapan media pendederan dan pengisian air. Agar pendederan sukses, sebaiknya Bapak/Ibu menggunakan kolam yang terbuat dari semen dengan bentuk persegi panjang. Bapak/Ibu juga disarankan untuk menumpulkan setiap sudut kolam guna menghindari kotoran yang menempel dan mempermudah sirkulasi air. Sebelum dipakai, kolam harus dibersihkan, dikeringkan, dan dipasang sistem aerasi. Kolam juga harus dipasang instalasi blower untuk sumber oksigen.

Untuk pengisian air, sebaiknya Bapak/Ibu menggunakan air laut. Kolam hanya boleh diisi air setelah kering dan terpasang instalasi. Air masuk ke dalam kolam melalui pipa inlet dengan menggunakan saringan untuk penyaring kotoran yang kemungkinan masih ada di air laut. Kolam pemeliharaan larva yang telah berisi air laut kemudian diberikan sodium atau EDTA (Ethylene Diamine Tetracetic Acid) sebanyak 10 ppm.

2. Pelepasan Benur

tahap pendederan udang vaname

Udang vaname yang baru lahir akan berkembang menjadi Nauplii, Zoea, Mysis, Post Larva, Juvenil, dan terakhir menjadi Udang Dewasa. Dalam tahap pendederan, larva udang yang ditebar ke dalam kolam adalah larva Nauplii. Sebelum ditebar, Nauplii harus melalui proses aklimatisasi selama 15 menit agar bisa beradaptasi dengan suhu air di kolam.

3. Pemberian Pakan

Pada tahap ini, hal yang harus diperhatikan adalah jenis, dosis, dan frekuensi pemberian pakan. Pakan yang diberikan dapat berupa pakan alami dan pakan buatan. Tetapi, jika larva masih berupa Nauplii, Bapak/Ibu sebaiknya tidak memberikan pakan buatan. Pada tahap Nauplii, larva mempunyai persediaan makanan berupa kantong kuning telur di dalam tubuhnya. Pakan buatan diberikan ketika larva sudah menjadi Zoea dalam waktu 40 jam. Pakan buatan yang diberikan harus berbentuk butiran halus yang bisa melayang di air sehingga bisa dimakan larva. Sedangkan untuk pakan alami yang berupa Fitoplankton hanya boleh diberikan sampai tahap Mysis. Fitoplankton harus diganti dengan artemia ketika larva sudah berada di tahap Post Larva. Setiap tahapan larva memiliki dosis pakan yang berbeda dan bergantung pada ukuran dan kondisi kesehatannya.

4. Pengelolaan Air

Pada tahap ini, air di kolam harus diganti secara rutin karena jika tidak, air akan mengandung sisa pakan dan feses yang akan membahayakan larva. Pergantian air dilakukan untuk mempertahankan kondisi parameter air. Air yang baru harus mempunyai temperatur, salinitas, dan keasaman (pH) yang sama untuk menghindari stres pada larva akibat dari perubahan parameter secara mendadak.

5. Panen Benur

Pemanenan dilakukan jika benur sudah lolos stress test, salinity stress test, bebas penyakit, dan bebas dari luminescent bacteria. Pemanenan dilakukan dengan cara menyurutkan 40% air yang ada di dalam kolam. Setelah itu, pasang jaring dan buka saluran air kolam. Benur akan tertampung di jaring panen yang sudah terpasang. Jika sudah, pindahkan benur ke dalam ember yang sudah diisi air dan angkut benur ke wadah penampungan sementara dengan suhu 28 derajat celsius. Setelah tahap pemanenan ini, benur sudah siap dibudidayakan oleh Bapak/Ibu di tambak.

Lihat Info Budidaya yang Lebih Lengkap di Aplikasi eFarm

download aplikasi efarm

Bagaimana, Bapak/Ibu? Apakah Bapak/Ibu sudah siap untuk melakukan pendederan udang vaname setelah membaca artikel ini? Jika Bapak/Ibu mau mencari info yang lebih lengkap dan lebih banyak, Bapak/Ibu bisa menemukannya di aplikasi eFarm dari eFishery melalui fitur Belajar Budidaya. Tidak hanya info tentang pendederan udang vaname, di eFarm Bapak/Ibu juga dapat mencari info lain seputar budidaya udang.

Tunggu apa lagi? Langsung download aplikasi eFarm di Google Play Store!

Related Post