panen lele

Halo Bapak/Ibu Pembudidaya! Apakah ikan lele yang sedang Bapak/Ibu budidayakan sulit untuk mencapai ukuran siap panen? Mungkin, Bapak/Ibu kurang memperhatikan beberapa detail budidaya seperti cara memilih bibit berkualitas, manajemen pakan yang baik, dan merawat air.

Yuk, simak artikel ini untuk mengetahui cara panen lele yang cepat dan aman!

Cara Memilih Bibit Ikan Lele yang Berkualitas

Untuk mempercepat siklus panen ikan lele, hal paling pertama yang harus Bapak/Ibu perhatikan adalah pemilihan bibit lele. Bapak/Ibu wajib untuk mengetahui ciri-ciri bibit lele yang berkualitas tinggi sebelum membelinya di toko bibit.

Bibit lele yang berkualitas tinggi memiliki gerakan yang lincah, warna kulit yang gelap, serta berukuran 5-7 cm. Selain itu, bibit lele yang baik memiliki nafsu makan yang tinggi serta tidak mempunyai luka atau cacat di tubuhnya.

Selain kondisi bibit, Bapak/Ibu harus memperhatikan juga jenis lele yang akan dibudidayakan. Hal ini karena ada jenis lele yang bisa tumbuh dengan cepat dan ada pula yang pertumbuhannya lambat. Jadi, sesuaikan jenis lele dengan kebutuhan budidaya, ya!

Baca Juga: 5 Jenis Ikan Lele yang Cepat Besar, Cocok untuk Budidaya!

Cara Mengatur Pakan Ikan Lele

Selanjutnya adalah pemilihan dan pengaturan pakan. Pakan yang ideal untuk pertumbuhan ikan lele harus mengandung sekitar 30% protein, 10-20% karbohidrat,  vitamin, dan mineral lainnya.

Agar tidak bingung mengatur kandungan gizi dalam pakan ikan lele, Bapak/Ibu bisa membeli pelet buatan pabrik. Nutrisi yang ada di dalam pelet buatan pabrik sudah diatur oleh ahli gizi ikan sehingga akan menjamin kebutuhan nutrisi ikan lele.

Selain pelet yang merupakan pakan buatan, Bapak/Ibu juga bisa memberikan pakan alami berupa bekicot, cacing, belatung lalat, eceng gondok, dan fermentasi ampas tahu. Berbeda dengan pakan buatan yang kandungan gizinya sudah diatur oleh ahli gizi ikan, jika menggunakan pakan alami, Bapak/Ibu harus pintar mengatur gizi yang ada di pakan.

Untuk membantu Bapak/Ibu memilih antara pakan alami dan buatan, yuk ketahui perbedaan di antara keduanya. Pakan alami adalah pakan yang terbuat dari bahan-bahan yang berasal dari alam atau bahan organik, sedangkan pakan buatan adalah pakan yang dibuat di pabrik secara massal.

Baca Juga: Pakan Ikan Lele: Kebutuhan Nutrisi, Jenis & Tips Pemberian!

Cara Merawat Air & Kolam Ikan Lele

Untuk membuat ikan lele tumbuh dengan lebih cepat, Bapak/Ibu juga disarankan untuk selalu memperhatikan kualitas air kolam ikan lele. Perawatan air kolam lele harus dilakukan dari awal siklus budidaya.

Sebelum memulai siklus budidaya, Bapak/Ibu disarankan untuk mengisi kolam dengan air yang penuh selama satu bulan untuk membentuk lumut dan fitoplankton agar air tidak keruh. Keberadaan fitoplankton di kolam akan ditandai dengan warna air kolam yang akan berubah menjadi hijau dan sedikit berlumpur.

Ikan lele merupakan ikan yang cukup sensitif terhadap suhu. Untuk itu, Bapak/Ibu harus menjaga suhu air kolam ikan dengan suhu sekitar 20-28°C.

Akan tetapi, air kolam ikan lele hanya boleh diganti apabila sudah memasuki masa panen. Jika Bapak/Ibu bersikeras untuk menggantinya sebelum memasuki masa panen, hal tersebut akan berpotensi menghambat pertumbuhan ikan lele.

Baca Juga: Jaga Kualitas Air Kolam Ikan Lele dengan Cara Berikut!

Cara Memberantas Hama & Penyakit Ikan Lele

Hama predator yang mengganggu pertumbuhan lele adalah linsang, ular, sero, musang air, dan burung. Bapak/Ibu bisa memasang saringan pada jalan masuk dan keluar air atau memasang pagar di sekeliling kolam untuk mencegah hama.

Sedangkan untuk penyakit ikan lele, biasanya disebabkan oleh protozoa, bakteri, dan virus. Ketiga mikroorganisme ini bisa menyebabkan penyakit bintik putih, kembung perut, dan luka di kepala & ekor yang akan mematikan lele.

Untuk mencegahnya, Bapak/Ibu harus menjaga kualitas air, mengontrol kelebihan pakan, menjaga kebersihan kolam, dan mempertahankan suhu kolam pada kisaran 28°C.

Cara Panen Ikan Lele

Ikan lele sudah siap dipanen jika sudah memiliki ukuran 4-7 ekor per kilogram. Untuk mencapai ukuran ini, biasanya ikan lele membutuhkan waktu 3-4 bulan.

Untuk memanen lele, pertama, kuras air kolam ikan lele sampai kering. Pengurasan air kolam bisa dilakukan dengan menggunakan lubang pembuangan yang ada di kolam atau menggunakan selang air. Jika air kolam sudah dikeluarkan semua, ambil ikan lele yang sudah siap panen dengan menggunakan jaring.

Jika Bapak/Ibu merasa ada ikan yang belum mencapai ukuran siap panen, Bapak/Ibu bisa mengembalikan ikan-ikan tersebut ke kolam untuk dibesarkan lagi. Lalu, pindahkan ikan lele yang sudah siap panen ke wadah lain yang akan memudahkan proses pemasaran ikan nantinya.

Mudah Jual Hasil Panen dengan Fitur Lapak Ikan di eFisheryKu

Kunci agar panen ikan lele dapat dilakukan dengan lebih cepat dan aman di atas bisa diterapkan oleh siapa saja. Yang terpenting adalah Bapak/Ibu harus telaten dan konsisten agar panen yang dihasilkan jadi lebih maksimal.

Jika setelah panen Bapak/Ibu kebingungan untuk mencari pembeli, Bapak/Ibu dapat menggunakan fitur Lapak Ikan yang ada di aplikasi eFisheryKu. Dengan fitur Lapak Ikan, Bapak/Ibu hanya tinggal memasukkan data panen ke aplikasi.

Nantinya, eFishery akan membeli ikan-ikan hasil panen Bapak/Ibu. Lapak Ikan akan membantu Bapak/Ibu menjual ikan lebih mudah dengan harga yang adil. Lapak Ikan, cara baru jual ikan!

Download aplikasi eFisheryKu di Google Play Store dengan mengunjungi link di bawah ini!

Related Post