cara membuat kolam terpal

Cara membuat kolam terpal menjadi pengetahuan yang wajib Bapak/Ibu ketahui sebelum memulai budidaya perikanan. Faktanya, kolam terpal termasuk jenis kolam yang paling sering digunakan Pembudidaya.

Mungkin banyak yang bertanya, kenapa kolam terpal banyak dipilih? Padahal di dunia budidaya ikan, ada banyak kolam jenis lain. 

Keunggulan kolam terpal dibanding dengan jenis kolam lainnya adalah proses pembuatannya yang relatif murah, ikan tidak berbau lumpur, tidak mudah terkena banjir, dan kualitas air dapat dikontrol dengan baik sehingga ikan jarang terserang penyakit.

Lalu, berapa lama kolam terpal dapat bertahan? Kolam terpal dapat bertahan selama 3 tahun di luar ruangan, sedangkan jika diletakan di dalam ruangan dapat bertahan selama 5 tahun.

Dalam artikel ini, kami akan menjawab rasa penasaran Bapak/Ibu mengenai kolam terpal, dari cara membuat kolam terpal, jenis-jenis kolam terpal, hingga jenis ikan yang dapat dibudidayakan di kolam terpal. Ayo kita simak!

5 Hal Penting Cara Membuat Kolam Terpal untuk Ikan

Sebelum Bapak/Ibu membuat kolam terpal, ada beberapa hal penting yang perlu diketahui agar Bapak/Ibu bisa membuat kolam dengan sukses. Ini dia 5 kunci kesuksesan membuat kolam terpal.

1. Jenis Ikan

Sebelum memulai budidaya, pastikan ikan yang Bapak/Ibu akan budidayakan cocok untuk hidup di kolam terpal. Ada beberapa jenis ikan yang tidak dapat hidup di kolam terpal, contohnya ikan yang harus hidup di kolam lumpur seperti belut.

2. Ketinggian Kolam Terpal

Kolam terpal yang Bapak/Ibu buat harus cukup tinggi. Hal ini untuk mencegah ikan melompat keluar kolam. Jadi, pastikan tinggi kolamnya cukup.

3. Kerangka Penyangga 

Pastikan kolam yang dibuat memiliki kerangka penyangga yang kokoh. Jika kerangka penyangganya lemah, dikhawatirkan kolam tidak kuat menahan volume air, sehingga akan roboh.

4. Dasar Tanah Rata dan Tidak Tajam

Dasar tanah yang digunakan haruslah rata dan tidak ada batu atau benda tajam. Hal ini untuk menghindari kolam terpal bocor akibat tertusuk benda tersebut. Selain itu, hindari menggunakan kerangka besi yang mudah berkarat. Lebih baik menggunakan belahan bambu yang kuat.

5. Punya Saluran Pembuangan Air

Saluran pembuangan air digunakan untuk membersihkan air ketika kolam kotor. Kualitas air yang baik menjadi kunci dalam budidaya ikan. Jadi, kolam terpal Bapak/Ibu harus memiliki saluran pembuangan air yang baik agar air bisa mengalir dengan lancar.

Baca Juga: Jaga Kualitas Air Kolam Ikan Lele dengan Cara Berikut!

Jenis Kolam Terpal untuk Budidaya Ikan 

Ada 2 jenis kolam terpal untuk budidaya ikan, yaitu kolam terpal di atas permukaan tanah dan kolam terpal di dalam tanah.

1. Kolam Terpal di Atas Permukaan Tanah

Kelebihan kolam terpal di atas tanah adalah praktis dan mudah untuk dibuat. Jadi, Bapak/Ibu tidak perlu kesulitan untuk menggali tanah lagi. Selain itu, kolam terpal jenis ini juga tidak mudah terkena banjir. 

Namun, kolam ini mudah jebol jika konstruksinya tidak kuat dan suhu kolam cenderung fluktuatif. Maka dari itu, jika Bapak/Ibu ingin membuat kolam terpal di atas tanah, pastikan Anda menggunakan material yang kuat.

2. Kolam Terpal di dalam Tanah

Kolam terpal di dalam tanah tidak mudah rusak dibandingkan kolam terpal di atas tanah. Suhu kolam juga lebih stabil karena panasnya distabilkan oleh tanah di sekelilingnya.

Kekurangan jenis kolam ini adalah lebih mudah terkena banjir, sehingga ikan mudah keluar dari kolam. Selain itu, pembuatan kolam terpal dalam tanah cukup sulit dibandingkan di atas tanah, terutama karena sistem pembuangan dan investasinya cukup besar.

Berapa Luas Kolam Terpal yang Ideal?

Menentukan luas kolam terpal yang ideal bergantung pada jumlah ikan yang akan Bapak/Ibu budidayakan. Dari jumlah ikan tersebut, Bapak/Ibu bisa mengkaji berapa padat tebar yang diinginkan dan berapa luas kolam terpal yang dibutuhkan. 

Secara umum, luas kolam terpal yang kecil berkisar antara 2x3x1 m, sedangkan  kolam terpal berukuran besar memiliki ukuran 4x5x1 m.

7 Cara Membuat Kolam Terpal yang Tepat dan Mudah

Ada beberapa cara yang Bapak/Ibu dapat lakukan untuk membuat kolam terpal dengan benar. Ini dia 7 cara pembuatan kolam terpal yang tepat.

1. Kolam Terpal di Atas Tanah

Ada beberapa peralatan yang harus disiapkan untuk membuat kolam terpal di atas permukaan tanah, yaitu terpal, bambu, kayu, ring logam, pipa dan selang.

Adapun tahapan pembuatannya sebagai berikut:

  • Buat denah yang telah disesuaikan dengan ukuran kolam. Bapak/Ibu dapat menggunakan ukuran 2x3x1 atau 4x5x1 m.
  • Buat pondasi kolam yang kokoh. Pastikan pondasinya mampu menahan beban dari volume air kolam yang besar. Di sini, Bapak/Ibu dapat membuat rangka dari bahan kayu atau bambu. 
  • Buat saluran keluar masuk air pada kolam Bapak/Ibu. Cara pembuatannya akan dibahas lebih detail pada bagian selanjutnya.
  • Selanjutnya, Bapak/Ibu perlu memasang terpal ke dalam kerangka yang telah dibuat. Terpal harus diikat pada kerangka dengan kuat agar tidak mudah lepas.

2. Kolam Terpal di Bawah Tanah

Sebelum Bapak/Ibu mulai membuat kolam terpal di bawah tanah, ada beberapa perlengkapan yang Bapak/Ibu perlukan, yaitu cangkul, terpal, meteran dan bambu.

Setelah menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan, ayo kita lihat cara pembuatannya.

  • Buat denah kolam yang akan dibangun dengan menentukan ukuran dari kolam terpal Bapak/Ibu. Umumnya kolam terpal di bawah tanah memiliki ukuran 2x3x1 m dengan luas terpal 4×5 m.
  • Selanjutnya, tancapkan pasak pada lahan sesuai ukuran kolam yang Bapak/Ibu ingin buat. Lalu, cangkul area kolam untuk membuat lubang sesuai ukuran.
  • Buat saluran pembuangan air pada kolam terpal Bapak/Ibu. Cara pembuatannya akan dijelaskan pada bagian selanjutnya.
  • Terakhir, pasang terpal pada kolam yang sudah Bapak/Ibu gali. Pastikan terpal dipasang dengan kuat agar tidak lepas.

3. Pembuatan Saluran Pembuangan Air

Saluran pembuangan air menjadi salah satu komponen penting dalam budidaya di kolam air tawar. Saluran ini dapat digunakan untuk menjaga kualitas air yang digunakan.

Bapak/ibu perlu menyiapkan beberapa bahan seperti pipa PVC dengan diameter 1,5 inch, sambungan pipa, 1 sok penutup, amplas, gergaji besi, pisau, dan lem.

Tahapan pembuatan dari saluran pembuangan air sebagai berikut:

  • Potong ujung pipa paralon menjadi dua bagian sama panjang dengan ukuran 8-10 cm. Kemudian, lilitkan lembaran amplas mengelilingi ujung paralon agar terbalut sempurna.
  • Masukkan bagian yang sudah ditutupi amplas ke dalam sok penyambung. Kemudian, putar ujung pipa dalam sok penyambung searah dengan pembalutan amplas. Tahap ini dilakukan beberapa kali agar lubang sok menjadi kasar. Setelah lubang sok kasar, lepaskan amplas dari ujung paralon.
  • Letakkan lembaran terpal di antara pipa PVC dan sok penyambung. Tekan secara hati-hati agar lembaran terpal masuk dalam lubang sok. Pastikan tidak ada kebocoran dengan cara memukul secara perlahan sehingga sambungan ketat.
  • Beri sayatan pada terpal untuk membuat lubang. Kemudian, gosok  tepian lubang secara melingkar agar menjadi halus.
  • Jika Bapak/Ibu sudah memastikan bahwa tidak ada kebocoran, selanjutnya tambahkan perekat di sekitar sok penyambung luar, kemudian tutup dengan sok penutup.

Jenis Ikan yang Bisa Dibudidayakan di Kolam Terpal

Setelah Bapak/Ibu selesai membuat kolam terpal, langkah selanjutnya adalah memilih jenis ikan yang akan dibudidayakan. Nah, jangan sampai Bapak/Ibu salah pilih ikan karena tidak semua jenis ikan dapat dibudidayakan di kolam terpal.

Ini karena beberapa jenis ikan hidup di kolam lumpur sehingga kurang cocok dibudidayakan di kolam terpal. Berikut jenis-jenis ikan yang dapat dibudidayakan di kolam terpal:

  1. Ikan Gurame
  2. Ikan Lele
  3. Ikan Patin
  4. Ikan Nila
  5. Ikan Bawal
  6. Ikan Gabus
  7. Ikan Mas

Kabayan Siap Bantu Modal Kembangkan Budidaya Ikan

Sebelumnya pasti Bapak/Ibu sudah memahami cara membuat kolam terpal. Jika ingin mengembangkan budidaya di kolam terpal, tentunya Bapak/Ibu perlu modal yang cukup. Apalagi kalau ingin mengembangkan budidaya yang sukses. Bapak/ibu akan memerlukan banyak sarana produksi budidaya yang menunjangnya. Di sini, eFishery siap mendukung budidaya Bapak/Ibu melalui program Kabayan.

Kabayan (Kasih, Bayar Nanti) merupakan program yang memberikan akses ke pinjaman modal usaha untuk Pembudidaya Ikan di Indonesia. eFishery bekerja sama dengan lembaga finansial terpercaya yang terdaftar dan diawasi oleh OJK. Dengan Kabayan, Bapak/Ibu dapat memperoleh sarana produksi dan pakan dan membayar ketika sudah selesai panen. Menarik, bukan?

Jadi, Bapak/Ibu tidak perlu pusing lagi. Asalkan budidaya Bapak/Ibu berkualitas, modal bukan masalah. Ayo kembangkan bisnis budidaya Bapak/Ibu dengan Kabayan!

Related Post