pembesaran ikan nila

Ikan nila sangat populer untuk dibudidayakan karena proses pembesaran ikan nila lebih mudah dibanding ikan jenis lainnya. Selain itu, ikan nila tidak mudah sakit, harga bibitnya lebih murah, pakannya mudah dicari, dan penjualannya tergolong cepat. Walaupun terbilang lebih mudah, pembudidayaan ikan nila tetap memerlukan cara khusus dan tidak sembarangan. Yuk, pelajari teknik pembesaran ikan nila agar lebih cepat panen dan hemat pakan!

Tips dalam Memilih Bibit Ikan Nila

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih bibit ikan nila. Pertama, pastikan Bapak/Ibu membeli bibit yang sudah tersertifikasi CPIB (Cara Pembenihan Ikan yang Baik) dan CBIB (Cara Budidaya Ikan yang Baik). Jika tidak, bibit bisa saja membawa penyakit yang merugikan. Kedua, pilihlah bibit dengan warna dan bobot yang seragam (kurang lebih 30 gram). Hal ini bertujuan untuk memberikan ruang gerak yang sama bagi bibit. Jika tidak diberi ruang gerak, bibit yang besar berpotensi mendapatkan ruang gerak yang lebih besar. Dengan begitu, bibit berukuran kecil akan tersisih.

Trik dalam Pengelolaan Air

Ikan nila tidak menyukai air yang keruh. Untuk itu, alirkan air yang memiliki pH 6,5-8,6 di suhu 25-30 derajat celsius. Jangan lupa juga untuk memastikan tingkat kecerahan air hingga 20-30 cm dengan kedalaman 75-100 cm. Untuk membuat kolam tetap nyaman, Bapak/Ibu harus rajin memonitor kondisi kolam dan mengganti air kolam secara rutin. Bapak/Ibu harus memperhatikan hal ini karena air dengan pH, suhu, dan tingkat kecerahan yang cukup akan sangat mempercepat pertumbuhan ikan nila.

Cara Pembesaran Ikan Nila

Dalam tahap pembesaran ini, salah satu hal yang harus menjadi perhatian Bapak/Ibu adalah pemberian pakan. Baiknya, ikan nila diberi pakan yang mengandung lemak, karbohidrat, protein, vitamin, serta mineral yang cukup sebanyak 2-3 kali sehari. Ikan nila termasuk ke dalam jenis ikan omnivora (pemakan protein nabati dan hewani). Ikan nila anakan biasa mengkonsumsi lumut dan plankton, sedangkan ikan nila yang sedang berada di tahap pembesaran mengkonsumsi pelet. Pastikan bahwa pakan mengandung protein kurang lebih 25%. Jika dilihat dari protein yang dibutuhkan di dalam pakan, pakan ikan nila lebih hemat dari pakan ikan lele dan ikan mas. Pakan ikan lele dan ikan mas harus mengandung protein sebanyak 30-45% untuk membuat ikan tumbuh dengan baik.

Tidak hanya itu, Bapak/Ibu juga diharuskan untuk segera mengganti air kolam jika muncul bau tidak sedap agar kolam kembali sehat dari hama penyakit. Penyebaran penyakit infeksi yang menular pada ikan terjadi sangat cepat melalui air. Walaupun awalnya hanya ada 1 ikan yang terkena infeksi, infeksi tersebut bisa menyebar dengan cepat ke semua ikan di dalam kolam yang sama.

Ikan Nila Siap Panen

Pembesaran ikan nila membutuhkan waktu hingga 4-6 bulan untuk mencapai bobot 300-500 gram per ekor agar siap panen. Biasanya para Pembudidaya memanen ikan nila mereka dengan menggunakan jaring. Sebelum panen, pastikan hanya ikan nila yang sehat dan berkualitas yang boleh dipanen. Jika Bapak/Ibu meragukan kesehatan ikan, berikut adalah ciri-ciri ikan nila yang sehat dan berkualitas tinggi:

  • Insang berwarna merah segar.
  • Tidak terdapat luka atau sisik yang terkelupas.
  • Bergerak dengan aktif.
  • Warna kulit cerah.
  • Tidak mengeluarkan lendir berlebihan.
  • Resisten terhadap serangan hama.

Untuk mendapatkan ikan nila yang sehat dan berkualitas ketika panen, salah satu hal yang Bapak/Ibu butuhkan adalah manajemen pakan yang baik. Manajemen pakan adalah salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya dikarenakan 60% modal usaha digunakan untuk membeli pakan. Manajemen pakan yang baik diukur dari keakuratan jumlah takaran dan ketepatan waktu pemberian pakan.

Pemberian Pakan Lebih Tepat dan Akurat dengan eFeeder dari eFishery

pembesaran ikan nila dengan efeeder

eFeeder adalah alat pemberi pakan otomatis yang bisa mengoptimalkan budidaya. eFeeder mempunyai jarak lontar hingga 15 meter yang membuat pemberian pakan jadi lebih efektif dan merata. Dengan begitu, pertumbuhan ikan nila akan jauh lebih cepat dan ukuran ikan jadi jauh lebih merata.

eFeeder juga akan otomatis menebar pakan tepat waktu dan tepat ukuran. Bapak/Ibu hanya perlu mengatur semuanya dari genggaman tangan melalui handphone. Tertarik untuk menggunakannya? Ketahui lebih lanjut mengenai eFeeder!

Related Post