budidaya ikan patin

Budidaya ikan patin dapat menjadi sumber cuan yang besar bagi Bapak/Ibu. Ikan patin telah sejak lama budidayanya dikembangkan di Indonesia dari tahun 1996, dengan kerjasama penelitian dari Uni Eropa.

Perlu Bapak/Ibu ketahui, Ikan patin termasuk komoditas andalan Indonesia karena sudah majunya teknologi pembenihan, pembesaran, pakan, dan pengolahannya. 

Bapak/Ibu juga punya peluang untuk mengekspor ikan patin ke negara lain karena permintaannya yang besar. Contohnya di Tiongkok yang melakukan impor patin hingga 34.400 ton per tahunnya.

Lalu apakah budidaya ikan patin sulit? Berapa lama ikan patin dapat panen? Budidaya ikan patin tidak sulit dan masa budidayanya relatif singkat. Hanya selama 3-4 bulan ikan patin Bapak/Ibu sudah dapat dipanen. Menarik bukan?

3 Peluang Usaha Ternak Ikan Patin

Budidaya ikan patin memiliki peluang usaha yang besar untuk Bapak/Ibu jalankan. Berikut beberapa potensi dari ternak ikan patin.

1. Permintaan Pasar

Ikan patin memiliki permintaan pasar yang tinggi. Jumlah konsumsi ikan patin per kapita terus meningkat setiap tahunnya mencapai 21.9% dari tahun 2014-2017. 

Pemerintah juga membatasi impor ikan dari luar negeri sehingga menguntungkan bagi Pembudidaya lokal. Oleh karena itu, Bapak/Ibu tidak akan sulit untuk menjual hasil budidaya ikan patin.

2. Pertumbuhan Cepat

Ikan patin terkenal karena pertumbuhannya yang cepat, dalam jangka waktu 1 bulan ikan ini dapat tumbuh dengan bobot 1 kg dan panjang 35-40 cm. Maka Bapak/Ibu dapat panen ikan patin dalam jangka waktu yang relatif singkat.

3. Harga yang Tinggi

Ikan patin juga memiliki harga yang relatif tinggi dipasaran. Harga ikan patin dapat berkisar antara Rp26.000-Rp36.000. Jadi Bapak/Ibu dapat meraup untung yang besar.

Analisa Modal dan Keuntungan Budidaya Ikan Patin

Berapa modal yang harus dikeluarkan untuk memulai budidaya ikan patin? Berapa keuntungan yang diperoleh? Berikut kami rangkum analisis modal dan keuntungan ikan patin.

Komponen BudidayaHarga (Rp)
Benih Ikan Patin (1.500 ekor)Rp3.000.000
Pelet (25 sak untuk 1.500 ekor)Rp6.250.000
Terpal (80 m2)Rp1.080.000
LainnyaRp500.000
TotalRp10.830.000

Jadi Bapak/Ibu memerlukan modal sebesar Rp10.830.000 untuk membudidayakan 1.500 ekor ikan patin. Lalu berapa keuntungan yang dapat diperoleh?

Dalam jangka waktu 6-7 bulan, ikan patin sudah dapat dipanen dengan berat pada kisaran 1 kg. Bila kita asumsikan keberhasilan budidaya 85%, maka jumlah ikan patin yang dapat dipanen yaitu sebanyak 1.275 ekor. Maka berat total yang dapat Bapak/Ibu panen yaitu sebesar 1.275 kg. 

Jika Bapak/Ibu jual di pasaran dengan harga Rp30.000, maka Bapak/Ibu dapat menghasilkan keuntungan Rp38.250.000 sekali panennya. 

Total Bobot IkanHarga per KgTotal Keuntungan/Panen
1.020 kgRp30.000 Rp 38.250.000 

Jumlah keuntungan yang Bapak/Ibu raih juga dapat meningkat jika menambah jumlah ikan patin yang akan dibudidayakan.

Jenis Ikan Patin yang Dapat Dibudidayakan

Jenis ikan patin di Indonesia cukup banyak jumlahnya, namun ada beberapa jenis patin yang digemari untuk dibudidayakan. Ini dia 2 jenis ikan patin yang sering dibudidayakan.

1. Patin Siam (Pangasianodon hypophthalmus)

Patin siam merupakan jenis ikan patin yang dikenalkan dari negara Thailand. Ikan patin ini dapat tumbuh cepat, hanya dalam jangka waktu 6 bulan dapat memiliki bobot berkisar antara 1,5-2 kg. 

Jenis ikan patin ini memiliki warna keabu-abuan atau kebiru-biruan dengan bagian perut yang berwarna putih keperak-perakan.

2. Patin Jambal (Pangasius Djambal)

Ikan patin jambal merupakan salah satu jenis ikan patin yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Ikan patin jenis ini memiliki warna daging yang putih dan rasa yang lezat. Selain itu, ikan patin jambal memiliki pertumbuhan yang relatif cepat dan kemampuan adaptasi yang tinggi.

5 Cara Budidaya Ikan Patin yang Tepat

Bapak/Ibu sudah tertarik untuk memulai budidaya ikan patin? Berikut 5 cara budidaya ikan patin yang perlu Bapak/Ibu ketahui!

1. Pembuatan Kolam

Terdapat beberapa jenis kolam yang dapat Bapak/Ibu gunakan yaitu kolam terpal, kolam tanah, maupun kolam apung. Jika Bapak/Ibu menggunakan kolam tanah, direkomendasikan dasar kolam dengan jenis tanah liat yang tidak berporos. Jenis tanah ini dapat menahan massa air sehingga tidak mudah bocor.

Namun, jika Bapak/Ibu menggunakan kolam apung, pastikan memasangnya pada daerah dengan arus air yang lemah. Selain itu, konstruksinya juga harus tepat agar tidak rusak akibat arus deras.

Jika Bapak/Ibu menggunakan kolam terpal untuk budidaya ikan patin pastikan juga sistem saluran air, pH, kualitas air dan lainya dapat berjalan dengan baik.

Perlu Bapak/Ibu ketahui, persiapan kolam menjadi salah satu faktor yang penting dalam budidaya ikan patin. Hal ini dikarenakan, kolam yang buruk dapat menjadi tempat bersarangnya penyakit bagi ikan. 

2. Pemilihan Bibit Ikan Patin

Bibit ikan patin yang dijual di pasar bibit tidaklah sama kualitasnya. Ada bibit unggul yang cepat untuk tumbuh dan ada yang lambat pertumbuhanya. Oleh karena itu, Bapak/Ibu harus memilih bibit ikan patin yang berkualitas. Berikut ciri-cirinya:

  • Ukuran kepala dan badan yang seimbang
  • Bergerak lincah
  • Warna tubuh cerah
  • Bibit ikan dari indukan yang berkualitas dan bersertifikasi

3. Pemberian Pakan

Pemberian pakan ikan patin merupakan faktor yang penting dalam proses budidaya. Pakan yang bernutrisi akan meningkatkan kualitas dan kecepatan pertumbuhan ikan patin. Bapak/Ibu dapat memilih dari sumber alami maupun pakan buatan.

Frekuensi dan dosis pakan yang diberikan juga berpengaruh terhadap perkembangan ikan patin. Jumlah pakan yang terlalu banyak akan menyebabkan pakan mengendap sehingga membuat kolam menjadi kotor. Salah satu alternatif terbaik untuk memberikan pakan secara efisien yaitu dengan eFeeder.

4. Perawatan Ikan Patin

Perawatan ikan patin penting dilakukan untuk mencegah ikan terserang hama dan penyakit. Pastikan tidak ada hama yang mengganggu seperti kura-kura, biawak, dan ular air. Bapak/Ibu perlu mencegah akses hama tersebut agar tidak masuk ke kolam. 

Selain itu, Bapak/Ibu juga perlu menjaga kualitas air sehingga tidak menyebabkan ikan terserang penyakit.

5. Pemanenan Ikan Patin

Sebelum proses pemanenan pastikan sudah ada pasar yang dapat menampung hasil panen Bapak/Ibu. Selanjutnya, ketika pemanenan jangan sampai ikan mengalami luka-luka, cacat, dan kematian saat dipanen. Pemasaran ikan patin dalam bentuk segar dan hidup juga lebih mudah diminati oleh konsumen.

Baca Juga: Cerita Budidaya: Budidaya Ikan Patin Makin Untung Pakai eFeeder!

Yuk Pelajari Lebih Dalam Budidaya Ikan Patin di  eFisheryKu

Sebelumnya eFishery sudah kupas tuntas mengenai budidaya ikan patin. Namun, Jika Bapak/Ibu ingin mempelajari cara ternak ikan patin lebih lanjut, dapat mempelajarinya di eFisheryKu!

eFisheryKu merupakan aplikasi yang menyediakan pusat informasi budidaya dan akuakultur. Bapak/Ibu dapat mengakses informasi pembelajaran mengenai budidaya ikan patin mudah secara gratis di eFisheryKu

Tunggu apalagi? Ayo perdalam ilmu budidaya Bapak/Ibu di eFisheryKu sekarang juga!

Related Post