cara budidaya ikan nila di air tidak mengalir

Budidaya ikan nila di air tidak mengalir merupakan metode budidaya ikan nila di dalam kolam air tenang tanpa menggunakan aerator. Metode budidaya ini mulai banyak dilirik oleh Pembudidaya karena dinilai mampu menekan biaya operasional, khususnya biaya listrik, apabila lokasi budidaya Bapak/Ibu berjarak cukup jauh dari sumber air.

Budidaya ikan nila sendiri merupakan salah satu bisnis budidaya yang memiliki prospek bisnis cukup menjanjikan. Sebab, Bapak/Ibu bisa memulai bisnis ini dengan modal minim karena benih ikannya gampang ditemukan, segmentasi pasarnya cukup luas karena banyak masyarakat yang menyukai ikan nila, dan harga jual ikan nila yang cukup stabil.

Salah satu cara untuk menekan biaya operasional budidaya ikan nila adalah dengan melakukan budidaya ikan nila di air tidak mengalir. Dengan begitu, Bapak/Ibu bisa menghemat pemakaian listrik.

Tips Sukses Budidaya Ikan Nila di Air Tidak Mengalir

Untuk melakukan budidaya ikan nila tanpa aerator, Bapak/Ibu perlu mencari tahu terlebih dulu faktor-faktor penting dalam berbudidaya ikan nila, termasuk jenis ikan nila seperti apa yang bisa dibudidayakan di dalam kolam tenang. Berikut ini tips dan cara budidaya ikan nila di air tidak mengalir.

1. Pembuatan Kolam Budidaya

Kolam ideal yang digunakan sebagai media budidaya ikan nila di kolam tenang adalah kolam tanah berukuran 500-1.000 m2 dengan kedalaman 0,5-1 m. Lokasi kolam sendiri harus berada di wilayah yang mudah terkena sinar matahari untuk membantu terciptanya oksigen di dalam air sehingga terjadi fotosintesis di dalam kolam.

Selain itu, Bapak/Ibu bisa membuat drainase di sisi kolam dengan saringan yang terbuat dari bambu, kawat, atau jaring. Drainase tersebut dibuat dengan ukuran lebar 50-200 cm dan kedalaman 20-50 cm.

2. Pemilihan Bibit Ikan Nila

Faktor utama yang perlu diperhatikan saat memilih bibit ikan nila untuk dibudidaya di kolam air tenang adalah bibit ikan dari indukan nila yang diletakkan di kolam pemijahan tanpa aerator. Dengan begitu, bibit nila tersebut sudah terbiasa hidup di kolam air tenang sejak masih menjadi larva.

Jika sulit mencari bibit nila yang sudah terbiasa hidup di kolam air tenang, maka solusinya adalah dengan mencari bibit ikan nila yang berukuran 1 jari atau sekitar 8-12 cm. 

Ukuran bibit tersebut harus pas 1 jari. Bila ternyata bibit nila berukuran lebih dari 1 jari, dikhawatirkan bibit tersebut sulit beradaptasi di kolam air tenang tanpa aerator. Daripada berisiko bibit mati massal, lebih baik Bapak/Ibu memperhatikan ukuran bibit ikan nila.

3. Padat Penebaran

Faktor selanjutnya yang harus diperhatikan ketika berbudidaya ikan nila di air tidak mengalir adalah padat tebar atau padat penebaran. Idealnya, jumlah ikan di dalam kolam air tenang maksimal sebanyak 50 ekor/m³. Kendati demikian, Bapak/Ibu perlu menyesuaikan kembali banyaknya bibit yang ditebar untuk menghindari bibit ikan kekurangan oksigen.

Bapak/Ibu bisa mulai menebar bibit sebanyak 20-25 ekor/m³ terlebih dulu dan melihat kondisinya. Apabila memungkinkan, Bapak/Ibu bisa menambahkan bibit kembali secara bertahap sembari memantau kondisi bibit nila.

4. Proses Mengganti Air Kolam

Sekalipun tidak membutuhkan aerator dan letak kolam strategis untuk mendapatkan sinar matahari sehingga bisa tercipta oksigen di dalam air, Bapak/Ibu tetap perlu mengganti air kolam secara rutin sebab bibit nila tetap membutuhkan suplai oksigen baru.

Untuk mengetahui waktu yang tepat untuk ganti air kolam budidaya ikan nila, Bapak/Ibu perlu memperhatikan kondisi ikan di kolam tersebut. Apabila di siang hari ikan nila mulai naik dan terlihat di permukaan kolam, maka saat itu ikan nila kekurangan oksigen. Apalagi di saat malam hari, kebutuhan oksigen ikan nila makin tinggi. Oleh karena itu, bila Bapak/Ibu menemukan gejala tersebut, segera ganti air kolam nila.

5. Pembibisan Pakan

Proses pembibisan pakan ikan nila ini dilakukan dengan tujuan memaksimalkan penyerapan nutrisi di dalam kandungan pakan pelet. Pasalnya, pelet ikan yang keras bisa menghambat pencernaan sehingga nutrisinya sulit terserap dengan sempurna.

Padahal, untuk mengoptimalkan pertumbuhan, bibit ikan nila membutuhkan pelet yang kaya akan kandungan nutrisi baik. Oleh karena itu, Bapak/Ibu bisa mencampur pelet dengan probiotik dan vitamin yang diperuntukkan khusus untuk budidaya ikan.

Meskipun Bapak/Ibu berharap ikan nila bisa tumbuh besar dalam waktu cepat, Pembudidaya dilarang untuk memberikan pakan ikan secara berlebih. Jika menebar pakan secara berlebihan, sisa pakan yang tidak termakan akan mengendap di dasar kolam dan menumpuk sehingga menjadi sumber amonia.

6. Pembuangan Amonia

Langkah terakhir yang harus diperhatikan ketika berbudidaya ikan nila di air tidak mengalir adalah membuang amonia yang muncul akibat endapan sisa pakan tersebut. Bila dibiarkan dalam kurun waktu lama, amonia bisa mengganggu pertumbuhan dan berbahaya untuk semua hewan, termasuk ikan nila.

Daripada mengambil risiko seluruh ikan nila akan mati secara berbarengan, lebih baik Bapak/Ibu rutin memeriksa amonia dan membuangnya. Cara membuang amonia tersebut adalah dengan menyedotnya menggunakan pompa melalui saluran pembuangan air.

Baca Juga: Cara Hitung FCR Ikan Nila untuk Budidaya yang Lebih Untung!

Bagaimana Cara Merawat Ikan Nila?

Hal utama yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan bobot tubuh bibit ikan nila supaya cepat besar adalah pemberian pakan yang kaya akan nutrisi baik seperti protein. Banyaknya pakan yang ditebar untuk ukuran kolam tertentu dan untuk jumlah ikan tertentu juga perlu diperhitungkan.

Untuk menjawab semua pertanyaan tersebut, Pembudidaya bisa cari tahu di eFisheryKu. Bukan hanya info seputar budidaya ikan nila saja, Bapak/Ibu bisa mendapatkan banyak informasi dan pengetahuan seputar budidaya ikan dari ahli dan pakar budidaya terbaik.

Selain itu, ada juga cerita-cerita sukses bisnis budidaya milik Sahabat Pembudidaya dari seluruh Indonesia. Siapa tahu, Bapak/Ibu bisa mendapatkan solusi dari mereka seputar persoalan bisnis budidaya saat ini.

Ayo download eFisheryKu sekarang dengan klik link dibawah ini!

Pertanyaan Seputar Cara Budidaya Ikan Nila di Air Tidak Mengalir

Ikan nila, khususnya bibit ikan nila, bisa hidup dan tumbuh di kolam air tenang tanpa aerator.

Cara budidaya ikan nila di air tidak mengalir yang pertama adalah memperhatikan pembuatan kolamnya, menentukan bibit ikan nila yang cocok dibudidayakan di air tenang, menentukan padat tebar yang sesuai, mengganti air kolam secara rutin, melakukan pembibisan pakan, dan melakukan pembuangan amonia.

Related Post