budidaya ikan bawal

Budidaya ikan bawal memiliki potensi bisnis yang cukup menjanjikan. Banyak masyarakat di Indonesia yang menyukai ikan air tawar ini karena kelezatannya dan cocok diolah dengan resep masakan apa saja.

Wajar saja bila setiap tahunnya permintaan ikan bawal semakin meningkat. Modal yang diperlukan untuk memulai agribisnis budidaya ikan bawal cukup terjangkau di bawah Rp5 juta. Ikan bawal bisa bertahan hidup di kolam terpal sehingga bisa memangkas biaya operasional budidaya ikan.

Untuk memulainya, Bapak/Ibu bisa menyimak informasi berikut ini mengenai faktor-faktor yang dibutuhkan untuk budidaya ikan bawal.

Peluang Bisnis Budidaya Ikan Bawal di Indonesia

Bapak/Ibu bisa memulai bisnis budidaya ikan bawal dengan modal mulai dari Rp2 juta. Modal tersebut sudah mencakup biaya pembuatan kolam budidaya, biaya membeli benih ikan bawal (tergantung banyaknya benih yang dibeli), sampai biaya operasional awal.

Sedangkan keuntungan bersih yang akan didapatkan bisa mencapai 27 persen per bulannya. Ambil contoh apabila Bapak/Ibu memulai bisnis budidaya ikan dengan modal Rp7,7 jutaan. Anggaplah bahwa Bapak/Ibu menjual ikan bawal setiap harinya minimal 12 ekor dengan harga Rp22 ribu.

Maka dalam satu bulan, pendapatan kotor bisa mencapai Rp7,9 jutaan. Asumsikan juga bahwa biaya operasional yang dibutuhkan sebesar Rp5,7 juta per bulan. Jadi, keuntungan bersih yang didapatkan sekitar Rp2,2 jutaan per bulan.

Apabila keuntungan bersih tersebut rutin didapatkan, maka bukan tidak mungkin dalam waktu kurang dari empat bulan Bapak/Ibu berhasil balik modal.

Bisa saja keuntungan tersebut akan melebihi perhitungan di atas karena menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan, setiap bulannya selalu ada permintaan tiga sampai empat ton ikan bawal di pasar lokal. 

Belum lagi permintaan ekspor ikan bawal yang semakin hari semakin meningkat khususnya di Singapura dan Malaysia.

Tampak begitu menggiurkan keuntungan bisnis budidaya ikan bawal ini tak membuat Bapak/Ibu luput dari beberapa kelemahan dan keuntungan bisnis budidaya ikan bawal.

Keuntungan bisnis ternak ikan bawal ini tentu menghasilkan profit yang stabil setiap bulannya karena permintaan selalu meningkat baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Namun, ada beberapa faktor yang menjadi penghambat selama melakukan ternak ikan bawal. 

Di antaranya seperti kemungkinan berkurangnya nafsu makan ikan bawal, ikan bawal terjangkit penyakit bintik putih, ikan bawal memiliki pergerakan yang lambat, atau terjadi pendarahan di sirip, insang, dan kulit ikan.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, kunci utamanya hanya satu yakni memperhatikan kualitas dan suhu air pada kolam budidaya dengan cara rutin mengganti air dan memberikan beberapa vitamin atau vaksinasi.

Oleh karena itu, Bapak/Ibu perlu memahami dengan benar cara budidaya ikan bawal agar menghasilkan ikan berbobot tubuh besar dan sehat.

Cara Budidaya Ikan Bawal

Adapun tahapan-tahapan cara budidaya ikan bawal mulai dari mempersiapkan kolam budidaya ikan, menebarkan bibit, cara memberi pakan ikan bawal, merawat, sampai memanen ikan bawal adalah sebagai berikut.

1. Membuat Kolam Ikan Bawal

Ada tiga jenis kolam yang digunakan untuk budidaya ikan bawal, di antaranya ada kolam terpal, kolam tanah, dan kolam tembok. Biaya yang perlu dipersiapkan untuk membangun ketiga kolam tersebut berbeda-beda.

Apabila modal terbatas, sebaiknya Bapak/Ibu melakukan budidaya ikan bawal menggunakan kolam terpal. 

Namun, bila ternyata Bapak/Ibu memiliki modal yang cukup untuk membuat kolam tanah atau kolam tembok, maka sah-sah saja melakukan budidaya ikan bawal di kolam tanah atau kolam tembok. Untuk masing-masing kolam memiliki persiapan yang berbeda-beda.

  • Kolam Terpal

Bapak/Ibu perlu memperhatikan kebersihan kolam terpal sebelum mengisinya dengan air bersih dan menebarkan benih. 

Setelah diyakini bahwa kolam terpal telah bersih dan bebas dari kotoran, Bapak/Ibu bisa mengisi kolam terpal dengan air bersih setinggi 30 sampai 50 centimeter, tergantung dari banyaknya ikan bawal yang akan dibudidayakan.

Selanjutnya, tebarkan larutan, vitamin, atau pupuk tambahan dan diamkan selama beberapa hari untuk selanjutnya bisa ditebar benih ikan bawal.

  • Kolam Tanah

Sementara itu, pada kolam tanah dibutuhkan treatment khusus, di antaranya adalah bersihkan kolam tanah, khususnya dasar tanah dan keringkan. 

Lapisi dinding tanah menggunakan pemantang untuk meminimalisir kebocoran dan balur kapur tohor dengan dosis 25 kilogram agar pH tanah meningkat dan menghilangkan kolam dari hama yang mengendap di cela tanah.

Tambahkan pupuk kandang dengan kadar 25 sampai 50 kilogram untuk kolam seluas 100 meter persegi. 

Selanjutnya, Bapak/Ibu bisa menambahkan air setinggi 3 centimeter dan diamkan selama 2-3 hari. Secara bertahap tambahan air hingga setinggi 40-60 centimeter dan setinggi 80-120 centimeter.

Namun, tinggi akhir kolam budidaya tergantung banyaknya ikan bawal yang dibudidayakan. Sebelum menebarkan benih, diamkan kolam selama kurang lebih 7 hari untuk memastikan bahwa kolam sudah ditumbuhi fitoplankton maupun zooplankton. Saat warna kolam sudah berubah menjadi hijau terang, maka Bapak/Ibu bisa menebarkan benih ikan bawal.

2. Memilih dan Menebarkan Bibit Ikan Bawal

Tips memilih benih ikan bawal berkualitas terbaik adalah dengan memperhatikan ukurannya, idealnya benih ikan bawal terbaik berukuran 5 sampai 8 centimeter. Benih ikan bawal tidak memiliki cacat fisik, warna masing-masing benih hampir sama, dan benih aktif bergerak di dalam kolam.

Cara penebaran benih ikan bawal yang benar adalah menggunakan cara aklimatisasi melalui proses adaptasi. Biarkan plastik yang berisi benih diletakkan di atas permukaan air untuk beberapa waktu sampai terlihat bahwa plastik berembun. 

Tujuannya adalah agar benih ikan bawal bisa beradaptasi dengan suhu kolam budidaya. Sebab, bila Bapak/Ibu melewatkan tahapan ini, maka dampak terburuknya adalah kematian dini pada benih ikan bawal.

Setelah plastik berembun, Bapak/Ibu bisa melepaskan benih secara perlahan dan biarkan mereka berenang dengan sendirinya menuju kolam budidaya. 

Khusus untuk kolam terpal, idealnya kepadatan benih ikan bawal berkisar 100 sampai 150 ekor per meter dengan ukuran benih antara 5 sampai 12 centimeter.

3. Memberikan Pakan Ikan Bawal yang Benar

Biaya penyediaan pakan ikan bawal bisa mencapai 60 persen dari total biaya operasional dan produksi budidaya ikan bawal. Karenanya, Bapak/Ibu harus mempertimbangkan dengan matang saat memilih makanan ikan bawal dan cara memberinya makan.

Pakan ikan bawal harus mengandung beberapa nutrisi baik seperti protein, vitamin, karbohidrat, lemak, dan mineral untuk membantu pertumbuhan ikan bawal. 

Ikan bawal tergolong ke dalam jenis ikan omnivora, artinya Bapak/Ibu bisa mencampur pakan ikan bawal sesuai budget. Ikan bawal bisa mengonsumsi pakan hewani, nabati, atau pelet.

Banyaknya pakan yang diberikan untuk satu kali makan sebanyak 3 persen sampai 5 persen dari bobot sampling ikan bawal dengan kadar protein minimal 25 persen. Campurkan pakan ikan dengan vitamin lipopolisakarida sebagai imboost pertumbuhan ikan bawal.

Berikan pakan ikan bawal sebanyak tiga kali sehari. Pastikan bahwa tebaran pakan telah merata menyebar ke seluruh kolam.

4. Merawat Kesehatan Ikan Bawal

Ditemukan beberapa kasus bahwa jumlah ikan bawal saat memasuki waktu panen justru berkurang cukup drastis dari perkiraan masa panen. Hal ini terjadi karena Pembudidaya ikan kurang memperhatikan kesehatan ikan bawal.

Ikan bawal juga bisa terjangkit dari beberapa hama dan penyakit seperti Ichtyopthirius, kapang/jamur, Streptococcus, dan Kurthia sp.. Selain itu, ikan bawal juga kerap mengalami stres yang bisa menghambat pertumbuhan ikan bawal atau dampak terburuknya adalah kematian dini.

Untuk menghindari hal tersebut, Bapak/Ibu perlu menjaga kualitas air kolam budidaya dengan memperhatikan faktor-faktor berikut ini:

  • Menjaga suhu air kolam pada suhu 25 derajat sampai 30 derajat celcius.
  • Menjaga pH air berkisar antara 6,5 sampai 8,5.
  • Mencampurkan air kolam dengan oksigen terlarut sebanyak 5 mg/L.
  • Mencampurkan kandungan amonia dengan kadar kurang dari 0,02 mg/L.
  • Memastikan kecerahan air agar bisa ditembus cahaya lebih dari 30 centimeter.
  • Memperhatikan kadar O2 dan CO2 pada air kolam.

5. Memanen Ikan Bawal

Tahapan terakhir cara budidaya ikan bawal adalah proses memanen ikan bawal. Idealnya, Bapak/Ibu bisa melakukan panen ikan bawal saat usianya telah mencapai 4-6 bulan atau ikan memiliki berat antara 300 sampai 500 gram per ekor.

Kendati demikian, bisa saja ikan bawal dipanen di bawah waktu ideal tersebut dengan catatan bila ada permintaan dari pasar. Namun, sayangnya Bapak/Ibu akan menjual ikan bawal dengan ukuran kecil sehingga ini akan memengaruhi harga jualnya.

Disarankan untuk memanen ikan bawal di pagi atau sore hari dengan melakukan kuras kolam ikan budidaya terlebih dulu hingga menyisakan air setinggi 25 sampai 30 persen. Setelah itu, Bapak/Ibu baru bisa mengambil ikan bawal.

Baca Juga: Wajib Dicoba: Budidaya Ikan Sidat yang Punya Peluang Ekspor!

Tips Sukses Bisnis Budidaya Ikan Bawal

Sebaiknya sebelum melakukan budidaya ikan bawal, Bapak/Ibu perlu mempersiapkan business plan dengan mempertimbangkan beberapa hal seperti struktur dan strategi bisnis, mengetahui dan mengenal target pasar, mengetahui bagaimana cara untuk memasarkan produk, mengenal kompetitor bisnis, dan susun perencanaan keuangan serta operasional.

Jadi, mempersiapkan modal saja belum cukup untuk mengembangkan bisnis, khususnya agribisnis budidaya ikan bawal. Tips agar bisnis berjalan sukses, di antaranya:

  • Menjaga kualitas dan kuantitas ikan bawal.
  • Memastikan kualitas benih dan pakan ikan bawal.
  • Mampu membaca peluang.
  • Memberikan pelayanan terbaik untuk konsumen.
  • Merasa yakin dan tak gampang putus asa bila menemukan hambatan bisnis.
  • Merencanakan strategi marketing bisnis yang terbaik.

Bila dijelaskan secara detail, sebenarnya ada banyak target bisnis budidaya ikan bawal ini, mulai dari pengepul dan pedagang ikan di pasar tradisional, menawarkan rumah makan dan restoran, hingga langsung menawarkan kepada ibu rumah tangga untuk konsumsi sehari-hari.

Bapak/Ibu perlu mengelola target pasar tersebut agar konsisten mengonsumsi ikan bawal melalui bisnis Bapak/Ibu. Caranya dengan membuat dan mengembangkan strategi marketing dengan cara:

  • Menjual ikan bawal dengan harga yang mampu bersaing.
  • Memberikan promosi.
  • Menyediakan beragam harga jual dalam bentuk paket.
  • Memanfaatkan digital marketing sebagai alat pemasaran. Bisa melalui media sosial atau platform-platform online lainnya.

Platform Terbaik Menjual Hasil Ternak Ikan Bawal!

efisheryku

Salah satu alat pemasaran terbaik saat ini adalah dengan mengandalkan media sosial dan platform-platform online. Bapak/Ibu perlu mencoba melakukan pemasaran melalui media sosial dan platform online untuk memperluas target pasar bisnis.

Untuk memulainya, dibutuhkan proses kreatif dan konsisten untuk menerapkan strategi digital marketing.

Salah satu platform online terbaik tempat menjual ikan hasil panen Pembudidaya ikan adalah Lapak Ikan eFisheryKu. Melalui Lapak Ikan eFisheryKu, Bapak/Ibu bisa menjual hasil panen dengan harga jual yang lebih adil!

Download aplikasi eFisheryKu sekarang!

Related Post