budidaya ikan sidat

Budidaya ikan sidat menjadi salah satu potensi penghasil cuan yang besar bagi Bapak/Ibu. Ikan sidat sangat digemari di Jepang yang dikenal dengan nama unagi, sehingga punya potensi ekspor.

Tahukah Bapak/Ibu, di Indonesia ada 7 jenis ikan sidat dari total 18 jenis yang ada di dunia. Ikan sidat yang secara sepintas mirip belut ini juga punya harga yang mahal loh.

Sekilo harga ikan sidat dapat mencapai Rp200.000-300.000. Bahkan di Jepang harga ikan sidat sangat fantastis, harga anak sidat per kg-nya pernah mencapai USD 35.000 yang bila dirupiahkan mencapai Rp505.000.000.

Menarik bukan Bapak/Ibu? Dalam artikel ini akan kami kupas secara tuntas budidaya ikan sidat, mulai dari peluangnya, morfologinya, hingga cara budidaya ikan sidat. Yuk simak!

4 Peluang Usaha Budidaya Ikan Sidat

Budidaya ikan sidat menjadi salah satu jenis ikan yang punya peluang besar. Berikut kami rangkum 4 keuntungan dan peluang budidaya ikan sidat.

1. Harga yang Tinggi

Tidak dapat dipungkiri lagi ikan sidat merupakan hidangan mewah yang punya harga tinggi. Harga ikan sidat bervariasi tergantung jenisnya yang dapat berkisar antara Rp200.000-300.000. Bahkan jika diekspor dapat lebih tinggi lagi harganya.

2. Potensi Pasar yang Besar

Ikan sidat punya potensi ekspor yang tinggi khususnya ke negara Jepang dan Korea Selatan. Kedua negara tersebut menjadi konsumen terbesar ikan sidat yang mengimpor hingga 500.000 ton ikan sidat per tahunnya. Jumlah ini terus bertambah karena permintaan yang meningkat.

3. Kompetitor yang Rendah

Budidaya ikan sidat memiliki kompetitor yang sedikit karena harganya yang cukup mahal, sehingga banyak Pembudidaya memilih ikan jenis lain yang mudah untuk diperjualbelikan seperti ikan gurame, nila, dan lele. 

4. Produktivitas yang Tinggi

Jika Bapak/Ibu menggunakan benih ikan sidat yang unggul, pemeliharaannya hanya selama 5 bulan dengan bobot berkisar antara 200-500 gram. Produktivitasnya juga cukup tinggi, dengan benih 1 ton ikan sidat dapat menghasilkan hingga 5 ton ikan sidat.

Morfologi Ikan Sidat

Sebelum membudidayakan ikan sidat tentunya Bapak/Ibu perlu mengenal morfologi dari ikan sidat. Secara bentuknya, ikan sidat cukup mirip dengan belut sehingga Bapak/Ibu jangan sampai salah membedakannya.

  • Bentuk Tubuh 

Ikan sidat memiliki bentuk tubuh yang memanjang dan dilapisi oleh sisik kecil. Susunan sisiknya tegak lurus terhadap panjang tubuh yang membentuk pola mozaik seperti anyaman batik.

  • Bentuk Sirip

Sirip ikan sidat pada bagian anus menyatu dan berbentuk seperti jari-jari. Sedangkan dadanya terdiri dari 14-18 jari-jari sirip.

  • Bentuk Perut dan Punggung

Ikan sidat memiliki bentuk perut yang berwarna kuning hingga perak. Sedangkan punggung berwarna coklat kehitaman. Ikan sidat juga memiliki lendir yang melapisi tubuhnya.

  • Ukuran Tubuh 

Saat kecil ikan sidat memiliki panjang hanya beberapa milimeter. Namun, setelah dewasa panjangnya dapat mencapai 160 cm dengan garis tengah kurang lebih 7,5 cm. Biasanya konsumen menyukai ikan sidat dengan ukuran 40-60 cm.

Cara Budidaya Ikan Sidat

Jika Bapak/Ibu tertarik untuk budidaya ikan sidat, pasti ingin mengetahui langkah budidayanya. Berikut kami rangkum cara budidaya ikan sidat yang mudah dan tepat.

1. Persiapan Kolam Budidaya

Bapak/Ibu perlu dapat memilih beberapa jenis kolam seperti kolam tanah, beton, dan terpal. Jenis kolam ini dapat Bapak/Ibu pilih berdasarkan dana dan sumber daya yang dimiliki. Namun, perlu diingat bahwa sirkulasi dan aerasi harus dilakukan selama 24 jam.

2. Kualitas Air Kolam

Suhu budidaya ikan sidat yang optimal berkisar antara 28-32 derajat celcius bergantung pada jenis ikan sidat yang dibudidayakan. Contohnya untuk benih glass eel suhu optimal pada 28-31 derajat celcius sedangkan benih elver pada suhu 29-32 derajat celcius.

Bapak/Ibu juga perlu menyesuaikan pH optimal dalam budidaya ikan sidat yaitu pada pH 7-8. Pengukuran pH dapat dilakukan dengan kertas indikator pH yang dapat dibeli di toko kimia. 

Jika air terlalu asam pH<7, Bapak/Ibu dapat melakukan pengaturan dengan penambahan kapur. 

Selanjutnya, kadar oksigen dalam air juga perlu diperhatikan. Pertumbuhan optimal ikan sidat memiliki oksigen dengan kisaran > 5 mg/L. Pastikan kolam Bapak/Ibu memiliki sistem aerasi yang baik.

Apabila kualitas air kolam terjaga maka pembudidayaan ikan sidat Bapak/Ibu dapat lebih cepat dan optimal.

3. Pemilihan Bibit Ikan Sidat

Proses pemilihan ikan sidat merupakan langkah utama yang perlu Bapak/Ibu perhatikan. Benih unggul akan mempermudah budidaya Bapak/Ibu karena budidayanya lebih cepat dan mudah.

Sayangnya, benih ikan terbaik didapatkan langsung di alam karena belum ada yang bisa memijahnya. Namun, beberapa Pembudidaya dapat menemukan benihnya di toko online.

4. Penyebaran Benih

Saat penyebaran benih Bapak/Ibu perlu memperhatikan padat tebar dari ikan sidat. Setiap liter air dapat ditebar 20 ekor benih ikan sidat. Selanjutnya benih dibesarkan selama 45-50 hari hingga menghasilkan 500 ekor/kg.

5. Tahap Pembesaran

Proses pembesaran sidat dapat dilakukan pada kolam khusus pembesaran sampai bobotnya 0,3-0,5 kg per ekornya. Kepadatan tebarnya sebanyak 5 ekor/m² dengan pengantian air sebesar 40% setiap tiga hari.

Pada tahap ini Bapak/Ibu perlu memberikan pelet dengan kandungan protein sekurang-kurangnya sebesar 40%. 

6. Pemberian Pakan Ikan Sidat

Terdapat beberapa jenis pakan bagi ikan sidat yaitu pakan alami dan buatan. Beberapa jenis pakan alami seperti cacing darah, plankton, hingga cacing sutra. 

Selain itu, Bapak/Ibu dapat memberikan pakan buatan seperti pasta dan pelet. Pemberian pakan dengan dosis 2-4% dari biomassa sidat dengan frekuensi 2 kali sehari yaitu pagi sebanyak 40% dan malam sebanyak 60%.

7. Masa Panen Sidat

Bapak/Ibu dapat panen sidat ketika memiliki bobot 0,18-0,2 kg per ekornya. Saat proses ini, hendaknya Bapak/Ibu melakukannya dengan hati-hati. Jangan sampai ikan yang ditangkap mengalami cacat dan luka-luka, bahkan mati. Hal ini dapat menurunkan harga dari ikan sidat.

Baca Juga: Cara Budidaya Ikan Gurame Untuk Bisa Raih Cuan Besar!

Jual Hasil Panen Ikan Sidat dengan Mudah di eFisheryKu!

jual ikan di efisheryku

Apakah saat ini Bapak/Ibu sudah memahami cara budidaya ikan sidat?

Jika Bapak/Ibu yang baru memulai atau sudah memulai budidaya ikan sidat, tapi bingung menjualnya kemana. Jangan bingung, langsung ke eFisheryKu aja!

eFisheryKu menyediakan fitur Lapak Ikan untuk Bapak/Ibu menjual hasil panen dengan mudah. Caranya cukup gampang, hanya dengan download aplikasi eFisheryKu di playstore.

Tak hanya itu, eFisheryKu juga menyediakan artikel dan video pembelajaran budidaya ikan, buat tambah pengetahuan Bapak/Ibu Pembudidaya.

Jangan berlama-lama lagi, langsung download eFisheryKu sekarang dan jual hasil panen Bapak/Ibu dengan cepat dan mudah!

Related Post