budidaya ikan kakap

Ikan kakap adalah salah satu ikan laut yang sedang populer dibudidayakan. Budidaya ikan kakap memiliki peluang bisnis yang menjanjikan bagi siapa pun yang bisa dengan tekun membudidayakannya.

Lantas, apa saja tips dan trik yang harus diperhatikan agar budidaya ikan kakap menghasilkan cuan yang maksimal? Simak selengkapnya di artikel ini!

Peluang Usaha Budidaya Ikan Kakap

Ikan kakap menjadi salah satu jenis ikan laut yang populer karena memiliki banyak penggemar dan kerap dijadikan olahan makanan dengan cita rasa tinggi. Hal ini membuat banyak Pembudidaya tertarik membudidayakan ikan kakap sehingga peluang usaha budidaya ikan kakap menjadi kian menggiurkan.

Selain menguntungkan, cara budidaya yang relatif lebih mudah dibanding ikan lainnya menjadikan prospek bisnis budidaya ikan kakap semakin bagus. Jika Bapak/Ibu ingin membudidayakan ikan kakap, Bapak/Ibu tidak perlu membeli tanah untuk dijadikan kolam.

Ikan kakap cukup dibudidayakan dengan menggunakan keramba yang bisa diletakkan di pesisir pantai atau laut. Tentunya hal ini akan sangat menghemat modal awal budidaya.

Tingginya peminat ikan kakap juga membuat pemasarannya jauh lebih mudah. Tidak hanya terkenal di Indonesia, ikan kakap juga terkenal di luar negeri sehingga sangat cocok untuk dijadikan komoditas ekspor dengan harga tinggi.

Di Indonesia sendiri, biasanya ikan kakap dijual dengan harga Rp80.000-Rp100.000 per kg. Dengan harga yang terbilang cukup tinggi, banyak Pembudidaya yang tertarik untuk membudidayakan ikan ini sehingga persaingannya jadi sangat tinggi dan ketat. Jadi, apa Bapak/Ibu makin tertarik untuk memulai bisnis budidaya ikan kakap?

Baca Juga: Mulai Usaha Ternak Ikan, Jadikan Investasi Masa Depan!

Persiapan Memulai Bisnis Budidaya Ikan Kakap

Bisnis budidaya ikan kakap memang menjadi salah satu bisnis yang tidak pernah mati karena ikan kakap tidak pernah kehilangan penggemarnya. Jika tertarik, sebaiknya Bapak/Ibu melakukan analisis usaha budidaya ikan kakap terlebih dahulu agar bisa melakukan persiapan sebelum memulai usaha.

Salah satu persiapan yang bisa Bapak/Ibu lakukan untuk memulai bisnis budidaya ikan kakap adalah menyiapkan segala peralatan budidayanya. Peralatan yang dibutuhkan antara lain adalah selang, paralon, timba, jaring, terpal, wadah, jerigen, jaring, pembersih keramba, drum, dan lainnya. Hal lain yang tidak kalah penting untuk disiapkan adalah bibit ikan kakap dan tempat pemeliharaan.

Walaupun bisa dibudidayakan di kolam biasa, ikan kakap lebih umum dibudidayakan di keramba, jadi Bapak/Ibu bisa menyiapkan modal untuk menyewa keramba. Dengan adanya peralatan tersebut, maka bisnis budidaya ikan kakap yang Bapak/Ibu miliki akan makin maksimal.

Jenis Ikan Kakap

1. Kakap Merah

ikan kakap merah
Sumber: Rakyat Biologi

Kakap merah atau yang biasa disebut Red Snapper merupakan ikan yang gigih dalam bertarung dan menonjolkan kekuatannya dibanding jenis kakap lainnya. Ikan kakap merah menghuni hampir seluruh perairan pantai Indonesia hingga kedalaman 60 m.

Secara morfologi, bentuk badan ikan ini pipih dan memanjang dengan mulut yang terletak pada bagian ujung kepala. Ikan ini memiliki gigi taring tajam yang terletak pada rahangnya.

2. Kakap Cubera

ikan kakap cubera
Sumber: University of Florida

Kakap cubera atau Cuban Snapper adalah jenis ikan yang bisa tumbuh besar dengan rata-rata bobot 15-25 kg per ekornya. Dengan ukurannya yang besar, kakap kubera menggunakan kekuatan ukuran tubuhnya untuk melakukan perlawanan terhadap ikan lainnya.

Selain rasa dagingnya yang lezat, kakap cubera terkenal karena rendah lemak dan mengandung protein serta omega 3 yang tinggi. Namun, ikan kakap ini hanya bisa hidup di laut dan tidak bisa dibudidayakan di air tawar.

3. Kakap Putih

ikan kakap putih
Sumber: Manfaat

Kakap putih adalah ikan yang memiliki nama ilmiah Lates calcarifer. Tidak seperti kakap cubera, budidaya ikan kakap bisa dilakukan di kolam yang memiliki dasar tanah liat. Spesies kakap yang satu ini mempunyai tubuh berwarna perak dan abu-abu kehijauan.

Kakap putih mempunyai kepala yang agak cekung dengan moncong yang runcing ke depan. Selain dibudidayakan, kakap putih bisa ditemukan di laut dan sungai. Tidak terlalu besar seperti kakap cubera dan kakap merah, ketika dewasa kakap putih hanya bisa tumbuh sampai dengan panjang 32 cm saja.

4. Kakap Domba

ikan kakap domba
Sumber: Wikipedia

Ikan kakap domba adalah ikan yang berasal dari daerah pesisir pantai atlantik. Di Indonesia sendiri, ikan kakap domba kerap kali ditemukan di wilayah Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan Timur.

Sama seperti kakap putih, kakap domba juga bisa dibudidayakan sendiri. Banyak Pembudidaya yang tertarik untuk membudidayakan ikan ini karena dagingnya yang lembut serta mengandung gizi yang baik. Dengan tubuhnya yang lebar, kakap domba terkenal karena keahliannya dalam bertarung di air yang dalam.

5. Kakap Batu

ikan kakap batu
Sumber: Work America

Kakap batu atau Mangrove Snapper adalah salah satu tangkapan populer dan idaman bagi para pemancing di laut. Ikan yang bisa mencapai berat 8,5 kg ini kerap ditemukan di muara sungai, khususnya di daerah yang terdapat akar-akar tanaman bakau dan nipah. Ikan kakap batu biasa bertahan hidup dengan memakan ikan-ikan kecil, plankton, dan udang yang ada di sekitarnya.

Tips Sukses Bisnis Budidaya Ikan Kakap

Setelah mengetahui peluang bisnis ikan kakap beserta jenis-jenisnya, saatnya Bapak/Ibu mengetahui tips sukses budidayanya. Yuk, simak tips sukses budidaya ikan kakap satu per satu!

1. Tips dalam Memilih Lokasi Budidaya Ikan Kakap

Untuk memudahkan aksesibilitas ke kolam, lokasi yang dipilih sebaiknya mudah dijangkau oleh kendaraan roda 4 agar sarana produksi, termasuk pengiriman benih dan pakan dapat terdistribusi dengan baik. Walaupun mementingkan aksesibilitas, lokasi budidaya ikan kakap harus jauh dari jalan utama dan daerah industri agar air kolam bebas dari pencemaran.

Jika Bapak/Ibu ingin membudidayakan ikan kakap di keramba, pasang keramba di tempat yang terlindung dari ombak dan angin besar. Bapak/Ibu juga disarankan untuk menghindari dasar perairan yang ada terumbu karang hidupnya. Hal ini dilakukan demi melindungi ekosistem terumbu karang dari ikan kakap.

Selain di keramba, ikan kakap juga bisa dibudidayakan di tambak yang dekat dengan sumber air laut dan bukan di daerah yang rawan banjir. Untuk mencegah hewan dan hama yang akan mengganggu keamanan ikan kakap, Bapak/Ibu disarankan untuk memberikan pagar di sekeliling tambak. Selain itu, sarana pengolah limbah juga diperlukan untuk mengendapkan bahan organik serta mengembalikan parameter kualitas air.

2. Tips dalam Memilih Benih Ikan Kakap

Sebelum membeli bibit ikan kakap di toko bibit, sebaiknya Bapak/Ibu memahami dengan betul ciri-ciri bibit sehat dan berkualitas tinggi. Jika sehat, bibit ikan kakap akan memiliki warna cerah yang mengkilat, putih keperakan, tidak gelap, dan tidak pucat.

Bentuk tubuh benih ikan kakap yang sehat akan proporsional dan terbebas dari luka serta cacat yang membekas. Bibit kakap yang sehat akan berenang dengan sangat aktif dan sangat responsif terhadap kejutan. 

Untuk membuat ikan tumbuh dengan ukuran yang sama, keseragaman ukuran bibit yang Bapak/Ibu pilih harus > 80%. Keseragaman ukuran bibit diutamakan guna menghindari kanibalisme yang nantinya akan dilakukan oleh ikan besar. Perlu diingat, bibit ikan kakap yang siap dibudidayakan adalah bibit yang berukuran > 10 cm dengan padat tebar 100 bibit per.

3. Tips Pemeliharaan dan Pemberian Pakan Ikan Kakap

Agar ikan kakap tumbuh dengan sehat, proses pemeliharaannya harus selalu dipantau. Untuk menjaga kebersihan air, ganti 10% dari total volume air setiap harinya karena air yang terlalu keruh akan merusak nafsu makan ikan kakap.

Demi memenuhi kebutuhan nutrisi ikan kakap, Bapak/Ibu perlu memberikan pakan berupa ikan segar dengan protein yang tinggi. Selain memakan ikan segar, ikan kakap juga bisa mengkonsumsi pelet. Sama seperti ikan lainnya, jumlah pemberian pakan kakap juga harus diperhatikan berdasarkan umurnya. Pemberian pakan untuk ikan kakap harus dilakukan dengan teratur sebanyak 2 kali sehari pada pagi dan sore hari.

4. Tips Penanganan Penyakit pada Ikan Kakap

Penanganan penyakit pada ikan kakap merupakan salah satu cara mencegah Bapak/Ibu dari kerugian bisnis budidaya. Salah satu tanda-tanda ikan kakap yang terserang penyakit adalah nafsu makannya yang menurun. Jika nafsu makannya menurun, ikan kakap akan lemas, tubuhnya akan pucat dan lendir yang dihasilkannya meningkat. Untuk mencegah hal ini, Bapak/Ibu bisa merendam ikan dalam air tawar maksimal 15 menit atau menggunakan formalin selama kurang lebih 30 menit.

Sukses Budidaya Ikan Kakap dengan eFisheryKu!

Semoga tips-tips di atas bisa berguna untuk Bapak/Ibu yang ingin memulai budidaya ikan kakap, ya! Untuk belajar lebih lanjut seputar budidaya ikan kakap dan ikan lainnya, Bapak/Ibu bisa mengakses eFisheryKu!

eFisheryKu adalah aplikasi dari eFishery yang menjadi andalan Pembudidaya di Indonesia mulai dari awal siklus budidaya hingga panen. Salah satu fitur unggulan yang ada di aplikasi eFisheryKu adalah fitur Video Bimbingan untuk Pembudidaya, Cerita Budidaya, dan Kabar Budidaya. Melalui fitur tersebut, Bapak/Ibu bisa menonton video edukatif serta membaca artikel seputar bisnis dan budidaya ikan yang bisa menambah wawasan untuk mengembangkan budidaya.

Related Post