Tilapia Lake Virus, Kenali Virus yang Menyerang Ikan Nila Anda!

efishery 2 days ago

Sebagai pembudidaya, tentu Anda sudah umum dengan adanya berbagai penyakit yang rentan menyerang budidaya Anda. Jika komoditas budidaya Anda adalah Ikan Nila, salah satu penyakit yang sering menyerang adalah yang disebabkan oleh Tilapia Lake Virus. Virus ganas ini dapat membuat pembudidaya gagal panen dengan mengurangi hasil panen dari 300 ton ikan nila menjadi hanya 8 ton, dengan angka kematian yang dapat mencapai 80-100%.

Tilapia Lake Virus (TLV) di Ikan Nila

Tilapia Lake Virus (TLV) pertama kali teramati di Israel pada tahun 2009, dan muncul pula di perikanan Ekuador, Mesir, Kolombia, dan Thailand. Gejala klinis yang terlihat pada jenis-jenis ikan nila adalah tubuh menghitam, erosi pada kulit, pembengkakan rongga perut, mata mengalami pembengkakan, dan katarak. Penyebaran TLV bisa melalui air atau kontak antar ikan. Karena TLV berasal dari virus, makanan ikan nila atau cara pembesaran ikan nila belum ditentukan sebagai faktor penyebab. Namun, kondisi dan perpindahan ikan antar kolam ikan nila berpengaruh pada penyebarannya.

Saat ini langkah terbaik adalah melakukan pencegahan penyebaran TLV di budidaya Anda, karena obat TLV belum ditemukan. Para peneliti sedang mengembangkan vaksin secepatnya sebelum TLV menyerang stok nila dunia. Untungnya, TLV hanya menyerang jenis-jenis ikan nila (terutama Oreochromis niloticus) dan tidak menyerang ikan jenis lain seperti ikan mas (Cyprinus carpio).




Kementerian Kelautan dan Perikanan, melalui BKIPM (Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu), telah menerbitkan surat pemberitahuan untuk waspada nila dari negara terjangkit dengan menolak impor nila dan melakukan pengecekan laboratorium pada nila impor yang telah masuk. Langkah pencegahan TLV yang bisa kita lakukan adalah prosedur karantina. Langkah ini bisa mencegah TLV dan berbagai hama penyakit lainnya.

Menurut BKIPM, ada 4 tahap karantina, yaitu pemeriksaan, pengamatan, pengasingan, dan pemusnahan.

  • Pemeriksaan

Pemeriksaan dilakukan secara administratif dan fisik. Kelengkapan dokumen, kondisi dan anatomi ikan nila dicek dengan saksama. Dalam kasus pengecekan TLV pada ikan, apabila warna kulit nila gelap, mata bengkak, ada luka, atau terlihat kurang aktif, ikan akan ditolak masuk.

  • Pengamatan

Pengamatan adalah tindakan pemeriksaan lebih lanjut pada jenis-jenis ikan nila. Pengamatan biasanya dilakukan di laboratorium balai, dimulai dengan pengamatan gejala visual yang lebih kecil (contohnya kutu air kecil pada insang atau benjolan di permukaan kulit) lalu dilanjut dengan observasi menggunakan mikroskop.

  • Pengasingan

Pengasingan adalah proses isolasi atau pemisahan ikan, bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan ikan berpenyakit yang gejalanya belum muncul dan mengurangi kemungkinan penyebaran ke ikan sehat. Apabila terbukti sehat, ikan bisa dikembalikan ke budidaya. Jika tidak, ikan harus dimusnahkan.

  • Pemusnahan

Pemusnahan bertujuan untuk memutus rantai penyebaran penyakit. Ikan yang dimusnahkan adalah ikan hidup (segar atau beku) dan ikan mati. Hal ini mungkin dilihat sebagai tindakan yang merugikan. Namun, apabila tahap ini tidak dilakukan, kerugian yang ditimbulkan akan lebih besar.


Seperti pepatah “sedia payung sebelum hujan”, mencegah penyakit tentu lebih baik daripada mengobati. Semoga budidaya ikan nila Anda selalu terhindar dari berbagai penyakit dan bisa menjadi komoditas yang unggulan.

 

SUMBER

  • Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan, 2017. Wabah Tilapia Lake Virus. Surat Edaran KKP.

  • Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan, 2015. Prosedur Janji Layanan Tindakan Karantina Ikan Dan Pengendalian Mutu Hasil Perikanan Di Zona Karantina Pelabuhan Laut. Surat Keputusan BKIPM KKP No. 29/KEP-BKIPM/2015.

  • Anonim, 2016. Tilapia Lake Virus (TiLV). http://www.catatandokterikan.com/2016/05/tilapia-lake-virus-tilv.html