potensi bisnis udang jerbung

Saat ini, impor udang vaname cukup sulit karena harganya yang tinggi. Banyak Petambak udang jerbung yang memanfaatkan celah tersebut dengan mengembangkan bisnis udang jerbung. Potensi bisnis budidaya udang jerbung ini tak kalah dengan udang vaname, mengingat kedua jenis udang ini memiliki karakteristik dan kualitas daging yang tak jauh berbeda.

Alasan mengapa udang jerbung dan vaname memiliki ciri yang hampir sama adalah klasifikasi udang jerbung dan vaname yang masih dalam satu famili, yakni famili Penaidea atau Penaeus.

Udang jerbung pun memiliki banyak nama sebutan dari berbagai negara, seperti kaki merah di Malaysia, white prawn di Hong Kong, dan banana prawn di Australia. Di Indonesia, udang jerbung sendiri memiliki beberapa nama sebutan, yaitu udang popet, udang peci, udang menjangan, udang kelong, udang pate, dan udang tajam.

Potensi bisnis udang jerbung sama menggiurkannya dengan udang vaname karena jenis udang ini memiliki nilai ekonomi tinggi. Hal tersebut karena udang jerbung memiliki daging yang lezat dan kandungan gizi yang tinggi. 

Yuk cari tahu lebih banyak tentang udang jerbung dan potensi bisnisnya!

Mengenal Udang Jerbung

Pada dasarnya, morfologi dan bentuk udang jerbung hampir sama dengan kebanyakan udang. Namun secara spesifik, ciri-ciri udang jerbung adalah warna tubuh putih kekuningan yang diselimuti dengan corak/bintik berwarna hijau dan coklat, dengan ujung ekor dan kaki berwarna merah, serta garis merah tua di bagian antenanya.

Udang jerbung memiliki tubuh dengan panjang sekitar 7-8 cm, sedangkan panjang dari kepala sampai punggungnya hanya 3-4 cm. Namun, udang jerbung betina memiliki ukuran maksimal 2,4 cm dengan bobot tubuh maksimal 40 gram.

Udang jerbung memiliki gigi rostrum sebanyak 5-8 buah, 2-5 buah gigi rostrum tersebut berada di bagian bawah. Apabila Bapak/Ibu lihat dengan lebih teliti, maka Bapak/Ibu akan melihat mata majemuk bertangkai di bagian bawah pangkal rostrumnya.

Udang jerbung memiliki 5 pasang periopod atau kaki jalan udang jerbung, tiga pasang diantaranya memiliki capit. Selain itu, udang jerbung juga memiliki 5 pasang peliopod atau kaki renang di bagian abdomennya. Kaki-kaki renang ini ada di setiap ruas tubuh udang jerbung.

Sebenarnya terdapat enam pasang peliopod, namun kaki renang yang terakhir menyatu dan berubah bentuk menjadi ekor kipas, di mana bagian ujungnya menyerupai telson atau ekor.

Potensi Bisnis Udang Jerbung

Udang jerbung dapat dijumpai di berbagai wilayah perairan Indonesia dan dunia. Di Indonesia sendiri, udang jerbung bisa ditemui di wilayah perairan Bengkulu, Cirebon, Cilacap, Selat Lombok, dan wilayah perairan Arafura. Adapun di wilayah perairan Indo-Pasifik Barat, udang ini bisa ditemukan di perairan Hong Kong, Filipina, Papua Nugini, Teluk Persia, Kaledonia Baru, dan Australia Utara.

Namun dari seluruh perairan tersebut, Indonesia diklaim sebagai negara penghasil udang jerbung terbanyak karena produksinya bisa lebih dari 65 ribu ton per tahun. Di tahun 2001 saja Indonesia menghasilkan sebanyak lebih dari 25 ribu ton udang jerbung yang ditangkap dari perairan alaminya. Di tahun 2016, angka tersebut meningkat hingga mencapai 100 ribu ton, di mana 20 ribu ton diantaranya berasal dari budidaya udang jerbung. 

Wilayah perairan yang menghasilkan udang jerbung terbanyak adalah Bengkulu, Lampung Timur, Cilacap, Cirebon, Selat Lombok, Sulawesi Selatan, dan wilayah perairan Arafura. Contohnya, di wilayah perairan Lampung Timur, para Petambak mampu membawa pulang udang jerbung sebanyak 5-10 kg. Harga yang ditawarkan para tengkulak saat itu bisa mencapai 100.000-150.000 ribu per kg.

Karena dinilai memiliki kandungan dan rasa daging yang mirip dengan udang vaname, Indonesia mulai mengurangi impor udang vaname dan menggantinya dengan udang jerbung yang didapatkan dengan harga lebih murah. Jadi, bisa dikatakan potensi bisnis udang jerbung saat ini cukup menarik karena permintaan tiap tahunnya yang banyak tetapi Petambak udang jerbung masih terhitung sedikit.

Baca Juga: Cara Budidaya Udang Vaname dari Awal hingga Panen

Keunggulan Udang Jerbung

Keunggulan udang jerbung dibandingkan jenis udang lainnya adalah:

  • Angka Survival Rate (SR) relatif tinggi, yakni lebih dari 80%
  • Proses pemeliharaan larvanya mudah, namun laju pertumbuhannya tetap cepat
  • Biaya pemeliharaan indukan udang jerbung relatif rendah
  • Tingkat kematangan gonad indukan cepat dan pemijahan bisa dilakukan menggunakan induk udang hasil budidaya tambak
  • Tingkat variabilitas ukuran udang rendah
  • Kadar toleransi salinitas lebih besar
  • Permintaan pasar stabil

Memulai Budidaya Udang Jerbung

Langkah awal untuk berbudidaya udang jerbung adalah dengan mempersiapkan pakan yang cukup sebab udang jerbung memiliki sifat yang lebih agresif dibandingkan udang windu dan lebih rakus dibandingkan udang vaname. 

Pakan udang jerbung adalah detritus. Petambak perlu menyediakan pakan yang cukup. Pakan udang jerbung ditebar di siang hari, karena udang jerbung hanya mencari makan di siang hari.

Di malam hari, udang jerbung aktif berenang. Saat jumlah pakan yang ditebar kurang, ada potensi munculnya sifat kanibalisme atau memakan sesama jenisnya pada udang jerbung, menyebabkan tingginya risiko kematian massal.

Setelah pakan, Bapak/Ibu juga perlu mempertimbangkan lokasi tambak udang jerbung. Udang jerbung hidup di teluk yang memiliki aliran sungai besar atau di dasar laut dengan kedalaman 10-45 m.

Udang jerbung senang berenang di dasar laut daripada di permukaan air. Udang jerbung akan hidup di laut sejauh 90-130 km dari bibir pantai atau di laut dengan kedalaman 8-80 mdpl. Udang jerbung yang sudah dewasa biasanya akan lebih mudah ditemukan di sekitar muara sungai.

Udang jerbung termasuk ke dalam jenis hewan heteroseksual. Untuk membedakan kelamin udang jantan dan betina, Bapak/Ibu bisa memperhatikan alat reproduksinya. Udang jantan memiliki alat reproduksi yang terdiri dari testes, vasa diferensia, petasma, dan apendiks maskulina. Petasma berada di bagian kaki renangnya, sedangkan lubang kelaminnya berada di sekitar kaki jalan keempat dan kelima.

Alat reproduksi udang jerbung betina terdiri dari sepasang ovarium, bagian genital, dan thelycum. Thelycum berada di antara kaki jalan keempat dan kelima. Ovarium merupakan indung telur udang betina yang berperan untuk menghasilkan telur. Bentuk ovariumnya melebar hingga ke bagian ekor.

Biasanya, habitat udang jerbung saat melakukan pemijahan adalah di laut. Induk betina mampu menghasilkan telur sebanyak 100.000-1.000.000 butir saat di habitat aslinya, sedangkan hatchery udang jerbung hanya bisa menghasilkan telur sebanyak 100.000-400.000 butir.

Baca Juga: Hal yang Harus Diperhatikan dalam Mengelola Tambak Udang

Dapatkan Tips Sukses Budidaya Udang Jerbung di eFarm!

Sekalipun Bapak/Ibu telah mengetahui informasi mengenai udang jerbung dan cara membudidayakannya, Bapak/Ibu mungkin saja akan mendapatkan kendala-kendala tertentu selama menjalani bisnis budidaya udang. Di momen tersebut, sumber informasi yang terpercaya menjadi sangat berharga. Namun, Bapak/Ibu tak perlu khawatir ataupun bingung, karena eFarm dapat memberikan solusi untuk kendala budidaya udang jerbung.

eFarm adalah aplikasi bagi Petambak untuk berbudidaya udang. eFarm dilengkapi dengan berbagai fitur, termasuk fitur Konsultasi Budidaya yang bisa diakses secara gratis. Melalui fitur ini, Bapak/Ibu bisa berkonsultasi dengan para ahli Akuakultur sehingga Bapak/Ibu bisa mendapatkan langkah penanganan yang tepat dari ahlinya. 

Yuk, download eFarm dan manfaatkan berbagai fiturnya!

Pertanyaan Seputar Potensi Bisnis Udang Jerbung

Potensi bisnis udang jerbung saat ini cukup terbuka lebar karena permintaan akan udang jerbung meningkat tiap tahunnya, tapi Petambak yang membudidayakan udang jerbung masih terhitung sedikit.

Keunggulan udang jerbung adalah angka Survival Rate (SR) tinggi, proses pemeliharaan larvanya mudah, laju pertumbuhannya cepat, tingkat variabilitas ukuran udangnya rendah, kadar toleransi suhu dan salinitas lebih besar, dan permintaan pasar yang cenderung stabil.

Related Post