ablasi mata udang

Ablasi mata udang adalah salah satu cara untuk meningkatkan produksi benih udang. Dengan ablasi, induk udang betina akan lebih cepat menghasilkan bibit-bibit udang baru.

Ablasi pada udang memang sudah populer karena permintaan pasar akan udang makin meningkat. Apalagi, pemerintah sedang gencar-gencarnya melakukan ekspor udang ke luar negeri. Untuk tahu lebih dalam tentang ablasi beserta teknik dan caranya, baca artikel ini yuk!

Apa Itu Ablasi Mata Udang?

Ablasi merupakan suatu teknik untuk mempercepat proses pematangan gonad (kelenjar reproduksi) dengan memanfaatkan sistem hormonal dalam tubuh udang. Ablasi dilakukan dengan memotong salah satu atau kedua tangkai mata untuk memacu proses molting dan pemijahan udang.

Fungsi ablasi mata pada udang adalah untuk meningkatkan produksi benur udang. Dengan demikian, proses penyediaan bibit dapat dilakukan dengan lebih mudah, cepat, dan sesuai dengan waktu yang diinginkan.

Secara sederhana, ablasi dilakukan dengan menghilangkan organ X penghasil hormon penghambat perkembangan gonad yang terletak pada tangkai mata. Hal ini akan memicu kerja organ Y sebagai penghasil hormon yang merangsang perkembangan ovarium Gonad Stimulating Hormone (GSH). Ketika kerja GSH optimal, GSH akan menstimulasi perkembangan gonad secara terus menerus.

Untuk tahu teknik-teknik dan cara yang dilakukan untuk mengablasi mata udang, baca artikel ini terus yuk!

Teknik-Teknik Ablasi Mata Udang

Untuk mencegah kematian udang karena stres, ablasi perlu dilakukan dengan teknik atau cara  yang baik dan benar. Berikut adalah beberapa teknik yang biasa dilakukan pada proses ablasi mata udang:

  • Pinching. Teknik pinching dilakukan dengan menjepit salah satu tangkai mata udang tanpa pemanasan dan tidak sampai putus.
  • Ligation. Sedikit berbeda dengan teknik pinching, teknik ligation dilakukan dengan menjepit salah satu tangkai mata udang dengan pemanasan dan tidak sampai putus.
  • Cautery. Teknik ini dilakukan dengan memencet tangkai mata udang sampai putus.
  • Cutting. Sesuai dengan namanya, untuk melakukan ablasi udang menggunakan teknik cutting, Bapak/Ibu perlu memotong tangkai mata udang dengan gunting sampai putus.

Walaupun teknik di atas terkesan mudah untuk dilakukan, Bapak/Ibu tetap membutuhkan bantuan profesional. Jika melakukan ablasi sendiri, apalagi untuk yang pertama kali, dikhawatirkan udang akan mengalami stres karena adanya kesalahan yang tidak sengaja dilakukan.

Baca Juga: 11 Penyakit Udang yang Sering Mengancam Petambak & Cara Pencegahannya

Cara Ablasi Mata Udang

Sebelum ablasi dilakukan, induk-induk udang yang terpilih harus melalui tahap persiapan. Di tahap persiapan, berikan pakan segar berupa cacing laut dan cumi-cumi selama 1 minggu penuh kepada induk udang.

Pastikan Bapak/Ibu sudah menyiapkan semua alat dan bahan yang diperlukan selama proses ablasi, seperti bak pemeliharaan, gunting, larutan iodin, gas pembakar, dan pembatas pangkal mata. Jika alat-alat tersebut sudah tersedia, lakukan cara ablasi mata udang berikut ini:

  • Isi bak pemeliharaan dengan air sebanyak 15 liter, lalu tambahkan 1 ml iodin. Aduk air dan iodin hingga merata lalu rendam gunting di larutan tersebut.
  • Setelah itu, siapkan gas pembakar dan panaskan gunting.
  • Celupkan induk udang betina ke dalam larutan iodin yang telah disediakan, kemudian beri batas di antara kedua pangkal matanya.
  • Selanjutnya, potong mata kanan induk udang betina menggunakan gunting.
  • Setelah pemotongan selesai, masukkan induk udang betina ke dalam larutan iodin lagi, kemudian masukkan kembali ke tempat pemeliharaannya.

Setelah proses ablasi selesai dilakukan, Bapak/Ibu disarankan untuk memberikan induk udang cacing laut sebanyak 1 kg/200 ekor. Tidak semua induk udang betina berhasil melalui proses ablasi.

Biasanya hal-hal yang menghalangi proses ablasi adalah kondisi gas pembakar yang tidak layak digunakan, adanya udang jantan yang tercampur, gerakan udang yang agresif, dan ujung gunting yang tidak panas. Maka dari itu, Bapak/Ibu harus memperhatikan betul semua aspeknya.

Cek Info Budidaya Udang Lainnya di Fitur Belajar Budidaya!

Tidak hanya dampak positif ablasi saja yang perlu Bapak/Ibu ketahui, dampak negatifnya pun penting untuk disadari. Dari kegiatan ablasi ini, induk udang betina bisa saja jadi cacat, berumur pendek, dan kualitas telur serta benur yang dihasilkannya makin menurun.

Untuk mengetahui info lebih banyak lagi mengenai budidaya udang, gunakan fitur Belajar Budidaya di aplikasi eFarm dari eFishery. Belajar Budidaya adalah fitur yang menyediakan berbagai info seputar bisnis dan budidaya udang dalam bentuk video yang edukatif.

Tidak hanya fitur Belajar Budidaya, di eFarm Bapak/Ibu juga bisa info menemukan fitur lain seperti Konsultasi Budidaya, Toko Budidaya, Kalkulator Budidaya, dll. Semuanya hanya ada di eFarm, aplikasi yang menyediakan berbagai solusi untuk permasalahan budidaya udang.

Tunggu apa lagi? Langsung download aplikasi eFarm di Google Play Store!

Related Post