Meet The Founders: Chrisna Aditya

Chrisna Aditya Wardani, Chief Innovation Officer.

Sesuai nama jabatannya, Chrisna adalah Bapak Teknologi eFishery.

Lulusan Teknik Elektro ITB ini berperan untuk memimpin Divisi Inovasi—salah satu divisi di eFishery yang memiliki anggota tim terbanyak. Artinya, Chrisna bertanggung jawab atas pengembangan teknologi, baik dari sisi hardware maupun software, juga termasuk pengembangan riset akuakultur. Sehari-harinya, Chrisna berada di depan laptopnya (pada spot yang tidak tetap), berdiskusi dengan tim, atau mengutak-atik peralatan feeder. Di jam istirahat, Chrisna bisa ditemukan sedang menikmati sepiring nasi padang yang dimakan tanpa menggunakan sendok.

Awal kisah Chrisna mengenal eFishery sama dengan kisah-kisah founders lainnya. Chrisna bertemu teman lamanya, Gibran, di suatu acara. Kemudian setelah mengobrol panjang lebar mengenai ide pemberi pakan ikan otomatis yang pertama digagas Gibran, Chrisna langsung merasa cocok dan memutuskan bergabung. Apa yang menjadi istimewa adalah konsistensi dan dedikasi Chrisna untuk tetap berjalan bersama eFishery sampai saat ini.

Tentu saja, mendirikan startup tidaklah mudah di awal. Dulu, basecamp eFishery berupa rumah kecil dimana Chrisna dan rekan kerjanya bekerja sekaligus menetap. Ketika keuangannya tidak bisa ditopang oleh “kantornya” pun, Chrisna tidak menyerah untuk terus ikut melakukan pitching dan brainstorm pengembangan teknologi, meski harus puas dengan makan mie setiap harinya. Friksi yang terjadi antar rekan-rekannya pun tidak kemudian membuatnya angkat kaki. Selain karena pembawaannya sabar, Chrisna selalu ingat cita-cita eFishery.

“Saya percaya bahwa eFishery ini punya niatan baik. Tidak hanya ingin mensejahterakan petani ikan, kami juga ingin membantu kelangsungan lingkungan, serta mendukung kebutuhan pangan di masa depan,” ujar Chrisna. Memegang visi tersebut, kini Chrisna dapat melihat eFishery (dan dirinya sendiri) melaju semakin baik. Laki-laki asal Banyuwangi ini tidak lagi menganut prinsip “kantorku, rumahku” sejak menikah tahun lalu. Chrisna juga dibantu dengan banyak engineer dan aquaculture scientist di timnya yang memiliki dedikasi serupa.

Jalan terjal masih membentang. Chrisna dan tim juga paham bahwa penerapan IoT (intenet of things) di bidang akuakultur adalah tantangan yang besar. Mereka harus mencari tahu bagaimana teknologi diterima serta dipercaya oleh petani dan semua pihak lain di ranah perikanan. Pengembangan automatic feeder sendiri sampai saat ini telah melalui trial and error tidak kurang dari sembilan kali. Akuakultur adalah bidang yang potensial—bagi Indonesia yang memilki sumber daya melimpah dan bagi dunia yang membutuhkan pangan. Namun sayangnya, masih dianaktirikan dan belum banyak terjamah teknologi.

Chrisna berharap, ekosistem dan teknologi akuakultur yang ditawarkan eFishery bisa banyak diterapkan dan terus tumbuh. “Semoga tidak hanya perusahaannya saja, tapi juga orang-orang di dalamnya bisa sama-sama berkembang untuk memberi kontribusi bagi sekitarnya,” tutupnya.

Bagikan:

Info Terbaru, Tips Budidaya, dan Promo Perikanan

Dapatkan informasi akuakultur terbaru dan promo-promo produk perikanan langsung ke email Anda!

Anda sudah terdaftar :)