Nunki: Pengalaman Praktis Beri Pakan Ikan

Tidak banyak perempuan yang menjadi pemegang utama dalam bisnis budidaya ikan. Dari angka yang sedikit tersebut, ada Nunki Pratiwi, salah satu pengguna autofeeder eFishery, yang memiliki kolam budidaya di Ciapus, Bogor. Komoditas yang menjadi fokus utamanya adalah ikan nila dan lele.

Nunki mulai mengenal budidaya perikanan lebih jauh ketika ia pensiun. Segala macam informasi ia cari dan terapkan pada kolam pembesaran yang diurus bersama suaminya dan seorang penjaga kolam. Sebagai “pemain” baru, Nunki melihat bahwa manajemen pakan adalah tantangan besar yang membuatnya cukup kewalahan. “Saya kok merasa repot dalam manajemen pakan saja. Padahal urus kolam itu kan nggak sekadar kasih pakan, tapi masih harus menjaga kualitas air dan lain-lain,” ungkap wanita berusia 49 tahun ini.

Nunki pun mencari solusinya, termasuk menjelajah internet. Saat itulah, Nunki menemukan video di Youtube tentang eFishery dan langsung tertarik. Di tahun kelimanya berbudidaya, tanpa ambil tempo, Nunki langsung memesan 5 unit autofeeder untuk menjaga ikan agar dapat makan dengan baik. Autofeeder eFishery yang menjadi satu-satunya autofeeder dimana pengaturannya dilakukan di smartphone menjadikan Nunki mudah untuk memberi makan. “Praktis, tinggal pake ponsel. Saya jadi bisa fokus ke hal-hal lain.”

Praktis Beri Pakan Ikan
Nunki memantau kolam ikan yang diberi makan oleh autofeeder eFishery

 

Meski pengalaman budidayanya tergolong “masih hijau”, Nunki tidak mudah menyerah. Keuletan dan produktivitasnya selalu tinggi, mencari informasi dan bolak-balik antara kolamnya di Bogor dan rumahnya di Jakarta Selatan. Nunki seolah ingin mematahkan stereotip dunia perikanan, bahwa dirinya yang seorang perempuan berkeluarga dari kota besar juga bisa sukses berbudidaya. Jerih payahnya ini sering kali terbayar ketika melihat ikan yang berkerumun saat makan. “Saya paling senang kalau sudah jam makannya ikan, ikan-ikan berkecipak dan bergerak lincah,” akunya. 

eFishery sebagai penyedia teknologi perikanan pun paham bahwa sukses utama seorang pembudidaya adalah panen cepat dengan pendapatan besar. Pakan yang harganya meroket tersebut bertambah tantangannya karena manajamennya pun harus baik agar biaya yang sudah dikeluarkan sepadan dengan hasilnya. Feeder otomatis eFishery menjawab permalasahan tersebut karena dengan pemberian yang sering (frequent) dan merata dapat menjadikan pakan lebih efisien termakan oleh ikan. Dampaknya, rasio FCR lebih rendah dan selisih untung lebih besar. Manajemen pakan bukan menjadi ketakutan terbesar lagi, seperti yang diungkapkan Nunki, sehingga pembudidaya dapat juga fokus menjaga kualitas air, pengendalian penyakit, dan ekspansi bisnis.

Apa Anda berikutnya yang menjadi petani berteknologi seperti Ibu Nunki dan pengguna eFishery lainnya?

Bagikan:
BACA JUGA  Beri Pakan Pakai Smartphone

Info Terbaru, Tips Budidaya, dan Promo Perikanan

Dapatkan informasi akuakultur terbaru dan promo-promo produk perikanan langsung ke email Anda!

Anda sudah terdaftar :)