Koh Bun Yok: Cerdas Berhemat dengan Teknologi

“Jaman sekarang ini semua serba mahal, pakan mahal, apa-apa mahal. Margin-nya jadi tipis. Makanya, teknologi ini sangat bermanfaat untuk penghematan,” seru Yoharto Gunawan–atau yang akrab dipanggil Koh Bun Yok–seorang pembudidaya lele di daerah Cogreg, Bogor.

Di kolam lelenya yang berjumlah lebih dari 30 kolam, bertengger beberapa unit autofeeder eFishery yang sesekali menggerung otomatis melontar pakan. Koh Bun Yok tidak pernah membayangkan sebelumnya bahwa pemberian pakan lele dapat dilakukan oleh mesin. Jangankan mengadopsi teknologi perikanan, terjun di dunia lele saja bukan sebuah pilihannya di masa lalu.

“Dulu saya kerja kantoran di Tangerang. Kemudian kebetulan saya ada tanah di Bogor, saya iseng-iseng nanem lele . Awalnya hanya 3 kolam dan diurusnya pun hanya hari Sabtu/Minggu,” tuturnya bercerita awal berbudidaya lele. Dari 3 kolam, bertambah 2, lalu bertambah lagi 4, Koh Bun Yok mulai merasakan pendapatannya dari bisnis lele ini hampir sama dengan gaji yang ia terima dari kantornya. Beliau pun memutuskan untuk berhenti bekerja dan fokus pada budidaya lele di tahun 2003. Bermodalkan kerja keras, Koh Bun Yok kemudian mampu mengembangkan jumlah kolam lelenya menjadi sekitar 70 petak.

Namun, tidak semua situasi menguntungkan berada di sisinya. Di saat beliau ekspansi 70 kolam, mulai bermunculan pula para pembudidaya lele di daerahnya. “Dulu itu kan sentra perikanan cuma ada di beberapa daerah ya, kayak Parung, Indramayu, atau Tulungagung. Kalau sekarang makin banyak petani, jadi pasarnya sulit,” terang pria kelahiran 1961 ini tentang semakin ketatnya persaingan produsen lele untuk menjual hasil panennya ke pasar. Masalah lainnya adalah para pembudidaya skala kecil ini memberi pakan berupa limbah sisa makanan pada lelenya sehingga selisih antara penjualan dengan modal cukup besar—dalam kata lain, dapat untung banyak.

Sedangkan bagi pembudidaya seperti Koh Bun Yok yang menjaga kualitas lelenya dengan menggunakan pakan pabrik, margin-nya lebih tipis. Dengan kondisi sedemikian, beliau pun berat hati mengurangi jumlah kolam produktif menjadi sekitar 30 kolam agar bisnis terus berjalan. “Saya sudah terlanjur fokus di sini, jadi mau nggak mau saya harus bertahan,” ujarnya.

Kegigihannya ini seolah menemukan jalan. Kebetulan saat berada di luar negeri, Koh Bun Yok melihat sebuah mesin yang tidak umum di pinggir kolam. Ketika tahu bahwa itu adalah mesin pemberi pakan, beliau pun menjadi penasaran. Kebetulan pula ketika kembali ke Indonesia, Koh Bun Yok diinformasikan oleh seorang sales pakan mengenai mesin serupa yang dilihatnya di luar negeri—alat pemberi pakan ikan otomatis dari eFishery. Tertarik, beliau menelpon eFishery dan kini autofeeder pun terpasang rapi di kolamnya.

autofeeder efishery
Salah satu autofeeder eFishery di kolam Koh Bun Yok

 

BACA JUGA  Cerita Petani Ikan : Petrus, Keberhasilan dari Pekarangan Belakang Rumah

Satu hal yang paling terasa setelah menggunakan autofeeder bagi Koh Bun Yok adalah penghematan. Seraya mengajak tim eFishery yang berkunjung berkeliling kolamnya, beliau mengungkapkan pendapatnya panjang lebar, “Pemberian secara manual kan ada pemborosan ya, (pakan) dilempar gitu banyak yang nggak dimakan. Kalau (autofeeder) ini kan bisa kita atur, kalau kurang ditambahkan, kalau berlebih dikurangi. Jaman serba mahal ini, harus pintar-pintar berhemat dan teknologi ini sangat membantu untuk penghematan.”

Selain penghematan, pemberian pakan yang efisien juga berpengaruh pada sintasan hidup lele di kolam Koh Bun Yok. Jika dulu banyak ikan lelenya yang mati, maka setelah penggunaan autofeeder, nilai SR (survival rate)-nya cenderung meningkat. Sintasan hidup lele yang lebih baik ini berhubungan dengan pemberian pakan yang merata sehingga berpengaruh pada kualitas air dan kesehatan ikan.

Pemasaran lele Koh Bun Yok pun terus berjalan ke wilayah Jakarta, Tangerang, dan Serang. Sebagai penutup, beliau berpesan: “Industri (perikanan) ini kalau mau lebih maju, harus bisa di-support oleh teknologi. Harapan saya untuk eFishery ini semoga teknologinya ditingkatkan lagi dari yang ada sekarang.”

Bagikan:

Info Terbaru, Tips Budidaya, dan Promo Perikanan

Dapatkan informasi akuakultur terbaru dan promo-promo produk perikanan langsung ke email Anda!

Anda sudah terdaftar :)