Cerita Petani Ikan : Petrus, Keberhasilan dari Pekarangan Belakang Rumah

Lebih dari separuh warga Kota Gajah, Lampung, adalah petani ikan lele. Jika dirata-rata, total produksinya bisa mencapai 3 ton per hari. Pak Petrus Rumambi Gumantio adalah salah satu petani muda yang ikut berkontribusi menjadikan daerah tersebut sebagai kampung lele.

Kenapa Lele?

“Karena lele siklusnya cepat, 3 – 4 bulan sudah bisa panen, jadi dapat penghasilannya pun cepat,” ujar Pak Petrus yang sudah berbudidaya lele selama 7 tahun. Usaha lele yang diturunkan dari almarhum ayahnya ini beliau jalankan dengan apik di antara kegiatannya di Dinas Perairan sebagai penjaga pintu air. Dari mulai membuat kolam semen, membeli benih, memberi makan, mengontrol kondisi kesehatan ikan, sampai panen pun beliau kelola sendiri.

Tidak hanya tenaga, secara finansial juga Pak Petrus bisa mandiri karena modal yang ia gunakan berasal dari dompet pribadi. Demikian pula dengan praktek-praktek budidaya yang dengan inisiatifnya bertanya ke para petani senior ataupun sesamanya sembari mengobrol santai di toko pakan. Tidak jarang beliau juga mencari informasi budidaya di internet, terutama dalam menangani penyakit lele. Menurut Pak Petrus, petani harus mau terus belajar karena sumber informasinya sudah banyak tersedia.

Petani Cerdas

Memiliki 6 kolam di belakang rumahnya, Pak Petrus selalu terbuka dengan kesempatan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas budidayanya. Pernah beliau bekerjasama dengan suatu lembaga untuk memodali bisnisnya, tapi lama-kelamaan terlihat bahwa keuntungan hanya di pihak sana saja sehingga Pak Petrus mengakhiri kerjasamanya. Ketika kesempatan bekerjasama itu datang melalui FishBiz–sebuah skema investasi yang menghubungkan investor dengan para petani ikan profesional–Pak Petrus pun dengan semangat mendaftar karena tertarik dengan bantuan dana yang cukup besar dan saling menguntungkan.

Ikan lele yang bergerak aktif saat diberi makan secara otomatis oleh smat feeder eFishery

 

Setelah satu siklus budidaya, kolam yang di-support oleh FishBiz dengan menggunakan Smart Feeder eFisherypun menunjukkan hasil yang menggembirakan. Kurang dari 3 bulan, lele sudah bisa dipanen sebanyak 760 kg dengan sisa 600 kg yang masih akan dibesarkan. Pak Petrus cukup kaget juga bahwa lelenya cepat dipanen padahal penggunaan pakannya lebih sedikit. Dengan menggunakan 700 kg pakan (biasanya 1 ton), lelenya makan secara merata dan bertahap. “Bagus ini, apalagi otomatis. Tinggal sekali saja diatur pakai smartphone, saya nggak usah lagi buru-buru pulang kantor untuk ngasih makan,” komentar beliau.

Panen lele dibantu tetangga

 

Hasil panen dari budidaya selama 3 bulan kurang

 

Bersama anak-anaknya yang dengan sukarela bermain air di kolam ayahnya, Pak Petrus memanen lele untuk kemudian disalurkan ke bakul-bakul dan dijual di pasar. Untuk siklus berikutnya, Pak Petrus masih antusias menggunakan Smart Feeder eFishery karena terbukti mendorong produksi sekaligus pendapatannya. Beberapa petani juga tertarik dengan adanya alat baru di kolamnya dan bagaimana proses budidaya lelenya menjadi lebih lancar. Pak Petrus mengakui bahwa teknologi bisa sangat membantu perikanan dan harapannya petani di sekitarnya juga bisa terbantukan dengan skema FishBiz dan teknologi eFishery.

Sukses terus, Pak Petrus!

Bagikan:

Info Terbaru, Tips Budidaya, dan Promo Perikanan

Dapatkan informasi akuakultur terbaru dan promo-promo produk perikanan langsung ke email Anda!

Anda sudah terdaftar :)