Beri Pakan Pakai Smartphone

Artikel mengenai teknologi eFishery, langsung dari tim pengembangan produk. Cari tahu teknologi di balik autofeeder satu-satunya di Indonesia yang terkoneksi ke internet ini.


Apa yang membedakan eFishery dengan autofeeder lainnya?

Meski sebetulnya ada banyak fitur pembeda, tapi keunikan eFishery yang menonjol adalah penggunaannya yang dikendalikan melalui sebuah aplikasi smartphone (app). Bayangkan, kegiatan pemberian pakan ikan menjadi semudah chatting di HP!

Namun, penggunaan app ini memunculkan pertanyaan; kenapa harus pakai app? Bukankah lebih mudah kalau pakai kotak kendali yang tombolnya sekadar on/off dan timer saja? Jawabannya ada di pengembangan. Dengan menggunakan app, pengembangan fitur lebih mudah dilakukan. Jika ingin menambah atau mengganti fitur, tim “hanya” perlu mengganti dari sisi software-nya saja. Berbeda dengan teknologi yang fokus di hardware, pengembangan fitur akan lebih sulit dan tidak efisien karena perubahan mencakup proses manufaktur yang tentunya memakan biaya besar dan waktu lebih lama.

Di tahun lalu, pengaturan (setting) pemberian pakan di app eFishery baru sebatas pengaturan waktu dengan durasi pemberian pakan yang sama. Pengaturan ini kemudian kami sebut jenis pengaturan “basic”.  Contohnya, total pakan harian yang berjumlah 25 kg dilontarkan secara merata sebanyak 5 kg di setiap waktu pemberian dengan frekuensi pemberian pakan 5x. Durasi pemberian di pukul 09.00, 12.00, dan seterusnya.

Tapi kemudian setelah kami banyak bertemu dengan pembudidaya, kami melihat bahwa kebutuhan masing-masing pelaku budidaya ternyata berbeda-beda. Oleh karena itu, tim produk mengembangkan fitur setting jadwal pemberian pakan yang lebih fleksibel.

teknologi eFishery
Penggunaan smartphone memudahkan untuk menambah fitur yang menyesuaikan kebutuhan konsumen di lapangan

 

Ada 3 jenis setting yang kini sudah digunakan oleh customer, yaitu basic, advanced, dan continuous. Perbedaannya dapat dilihat di tabel berikut;

Deretan kode pada app yang menentukan jenis setting ini kemudian dikirim ke microcontroller yang berada di control box (kotak kendali). Alat seukuran ujung kuku ini juga lah yang menjadikan jadwal pemberian pakan bisa bervariasi sehingga lebih fleksibel. Selain untuk kemudahan pengembangan, app juga lebih mudah dipahami dari segi user experience. Artinya, meskipun ada beberapa aspek teknis (mengganti jadwal, jumlah pakan, kalibrasi, dll), tapi aspek tersebut akan lebih mudah dipelajari dan diikuti pembudidaya yang tidak memiliki latar belakang teknis sama sekali pun.

Bagikan:
BACA JUGA  Bantuan Langsung bagi Perikanan Budidaya
  • Cink Sucakna

    untuk softwarenya pakai apa gan?

Info Terbaru, Tips Budidaya, dan Promo Perikanan

Dapatkan informasi akuakultur terbaru dan promo-promo produk perikanan langsung ke email Anda!

Anda sudah terdaftar :)