Warna-warni Kolam Ikan

Apa warna air kolam ikan budidaya Anda? Hijau, coklat, atau putih?

Warna perairan pada umumnya ditentukan oleh jenis plankton dan materi organik yang terdapat di dalamnya. Intensitas warnanya menunjukkan kepadatan dari dua hal tersebut, misalnya warna hijau tua berarti mengandung jumlah fitoplankton yang tinggi, sebaliknya dengan warna perairan hijau muda. Pada kolam ikan, faktor tersebut ditambah dengan jenis ikan dan jenis sarana (kolam tanah/terpal) serta peralatan pendukung (aerator, para net, plastik UV dsb) yang dipakai. Warna kolam ikan bisa terjadi secara alami dan bisa terjadi karena diberi perlakuan–atau dalam kata lain disengaja ditambahkan sesuatu agar menghasilkan warna tertentu. Perubahan warna juga lazim terjadi sehingga tidak hanya satu warna saja dalam satu periode budidaya.

Pada kolam ikan, beragam warna yang sering ditemui adalah; hijau muda, coklat muda, hijau/coklat tua, putih keruh, dan merah kecoklatan.

HIJAU MUDA/HIJAU BENING

Kolam yang hijau muda menunjukkan adanya plankton berklorofil dengan kepadatan rendah. Jenis plankton tersebut antara lain kelompok Cyanobacteria dan Gloeotrichia echinulata. Plankton ini mampu melakukan fotosintesis saat siang hari dengan bantuan sinar matahari sehingga kadar oksigen terlarut meningkat. Hal ini baik karena akan menambah nafsu makan ikan. Namun sebaliknya, pada malam hari, plankton akan menghasilkan CO2 (karbon dioksida) sehingga kadar oksigen menurun. Secara perlakuan, kolam yang berwarna hijau muda/bening ini dinamakan Green Water System.

Warna hijau muda ini sering terlihat pada kolam terpal, beton, juga fiber dengan komoditas lele, nila, dan gurame.

COKLAT MUDA

Rasanya, warna coklat muda adalah warna yang sering ditemui di beberapa kolam budidaya. Contohnya pada kolam tanah, kolam air deras, dan kolam beton.

Artinya, pembudidaya sudah terampil dalam memelihara kolamnya karena coklat menunjukkan kandungan materi organik dan mineral cukup, terjaga dengan baik, dan bisa berfungsi sebagai suplai makanan. Selain itu juga, warna coklat muda adalah pertanda bahwa asupan pakan tidak berlebih.

HIJAU/COKLAT TUA

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, intensitas warna menunjukkan padatnya populasi plankton dan materi organik. Warna hijau tua biasanya padat akan plankton berklorofil, sedangkan coklat tua lebih kepada tingginya kepadatan kotoran, sisa pakan, dan lumpur.

Pada kolam yang diberi perlakuan bioflok, warna ini menjadi wajar karena sistem bioflok sengaja menambahkan bakteri sebagai suplemen makanan (baca selengkapnya mengenai pembuatan bioflok pada artikel ini). Warna air yang pekat ini juga sebetulnya mencegah ikan dari stres karena terbebas dari adanya bayangan dan gangguan hama dari luar kolam. Sedangkan pada kolam yang berwarna pekat secara alami sebaiknya diperhatikan karena kondisi ini kurang baik mengingat kepadatan komoditas dan polusi organik terlalu tinggi. Pemberian aerasi di malam hari disarankan karena populasi plankton dan bakteri akan menyerap oksigen saat malam hari.

MERAH KECOKLATAN

Warna ini sering terlihat pada komoditas ikan lele di kolam terpal, beton, dan fiber. Biasanya, warna kolam yang merah menunjukkan perlakuan Red Water System yang menambahkan bakteri probiotik (Lactobacillus dan ragi Saccharomyces) sebagai pengurai limbah dan penjaga kualitas air. Budidaya lele yang menggunakan sistem ini terbukti baik pertubuhannya karena kandungan materi organiknya meskipun volumenya tinggi tapi berfungsi sebagai suplemen makanan.

Pada kolam berwarna merah yang terjadi secara alami, selain karena adanya bakteri probiotik secara tidak disengaja, warna ini juga dihasilkan oleh plankton yang memiliki pigmen merah seperti Diatom dan alga Rodophyta.

PUTIH / KERUH

Warna putih pada kolam yang terjadi secara alami menunjukkan hal yang kurang baik karena mengindikasikan banyaknya kapur/mineral yang tersuspensi. Penggunaan kapur/mineral berlebih berakibat langung pada naiknya nilai kesadahan (dH) dan keasaman air (pH). Untuk mengatasinya, dapat dilakukan pergantian atau pengendapan air sampai didapatkan nilai dH dan pH yang diinginkan. Selain karena mineral, warna putih juga menunjukkan adanya populasi bakteri Bacillus dan ragi Saccharomyces. Pada Red Water System yang disebutkan sebelumnya, warna putih adalah fase normal perubahan warna dari hijau, putih, lalu merah.

JERNIH

Di samping warna-warna di atas, warna air kolam yang terlampau jernih ternyata tidak begitu disarankan. Meskipun air jernih dapat berarti filter dan aerasi bekerja dengan baik dan pakan diberikan secara efisien, tapi secara komposisi alami tidak seimbang karena miskin nutrisi organik. Artinya, jumlah plankton, jumlah materi baik organik maupun non organik rendah. Padahal, tiga hal tersebut juga menunjang pertumbuhan ikan.

Selain itu, warna air kolam yang jernih dapat menarik hama dan perhatian pemangsa ikan (burung, misalnya) dari luar kolam sehingga keamanan ikan terancam. Air jernih juga menciptakan bayangan yang dapat menyebabkan ikan mudah stres. Namun demikian, perlu dipertimbangkan lagi jenis komoditas ikan yang dibudidayakan, apakah efek air jernih tersebut disukai atau tidak, karena beberapa komoditas seperti ikan nila juga banyak dibudidayakan di kolam air jernih.

 

SUMBER:

  • Agustini, M., Madyowati, S. O. 2014. Identifikasi dan Kelimpahan Plankton Pada Budidaya Ikan Air Tawar Ramah Lingkungan. Universitas Dr. Soetomo. Surabaya.
  • Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan Kehutanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Gresik. 2015. Budidaya Lele Red Water System Desa Sidorukun kabupaten Gresik. https://bp4kgresik.wordpress.com/2015/01/26/budidaya-lele-rws-red-water-system-di-desa-sidorukun/
  • Rose, K. 2016. Lake Color. Lake Scientist. Miami University. http://www.lakescientist.com/lake-color/ J. Woelkerling. 1990. “An introduction”. In K. M. Cole; R. G. Sheath. Biology of the Red Algae. Cambridge University Press, Cambridge. pp. 1–6. ISBN 0-521-34301-1.
  • foto:
  • http://kukuhberbudidaya.blogspot.co.id/2014/04/kondisi-air-di-kolam-lele.html
  • http://www.bibitikan.net/pembesaran-ikan-nila-di-kolam-tanah/
  • https://pasarbibitlele.blogspot.co.id/2014/12/menjaga-kwalitas-air-budidaya-lele.html
  • http://wicaramina.blogspot.co.id/2015/03/red-water-system.html
  • https://ysalma.com/2016/11/21/memanfaatkan-sumber-mata-air-berlimpah-untuk-budidaya-ikan/
Bagikan:

Info Terbaru, Tips Budidaya, dan Promo Perikanan

Dapatkan informasi akuakultur terbaru dan promo-promo produk perikanan langsung ke email Anda!

Anda sudah terdaftar :)