Peran Autofeeder dalam Budidaya Udang

Peran Autofeeder di Budidaya Udang

Teknologi mesin pelontar pakan otomatis (autofeeder) sudah banyak bermunculan di antara para pemain tambak udang, utamanya di negara maju. Selain untuk meningkatkan produksi, petambak di luar negeri sana memang menggunakan autofeeder untuk mengurangi tenaga kerja yang upahnya sangat tinggi dan belum lagi jumlahnya terbatas. Hal ini justru sangat kontras dengan Indonesia dimana sumber daya manusia melimpah dan tergolong murah. Penggunaan autofeeder di tambak udang Indonesia kemudian menimbulkan kekhawatiran. Apakah teknologi ini sepenuhnya akan menggantikan pekerja yang selama ini berperan sebagai feeder?

Pakan Merata & Frequent Feeding

Ada banyak tantangan yang dihadapi petambak udang yang setiap masalahnya saling terkait. Dari mulai serangan penyakit, kualitas air buruk, tingkat kecernaan rendah, ukuran tidak seragam, sampai tidak efisiennya pakan yang diberikan. Langkah-langkah pun diambil, seperti menggunakan probiotik, obat-obatan, atau biosekuriti untuk mencegah udang dari penyakit sekaligus menjaga kualitas air. Pemilihan pakan dengan kandungan protein tinggi pun diperhitungkan untuk memperbaiki kecernaan udang. Sedangkan demi mencapai efisiensi pakan dan pertumbuhan merata, manajemen pemberian pakan penting untuk diperhatikan.

Pada tantangan manajemen pemberian pakan itulah autofeeder utamanya berperan. Autofeeder membantu pemberian pakan lebih merata dengan frekuensi tinggi, sesuatu yang mungkin sulit untuk dilakukan tenaga kerja manusia.

Pemberian pakan merata menjadikan setiap udang memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pakan sehingga memicu pertumbuhannya. Alhasil, ukuran udang pun seragam. Pada udang yang ukurannya tidak sama, udang kecil dan lemah seringkali dimangsa udang besar sehingga menurunkan nilai SR (survival rate). Selain merata, ada jeda selama durasi lontaran sehingga udang dapat makan bergantian. Metode ini cocok untuk budidaya udang dengan padat tebar tinggi, menjamin setiap ekor udang mendapat makan yang cukup.

Autofeeder juga dapat diatur untuk memberi pakan secara terus-menerus (continuous). Contohnya, pemberian pakan setiap 1 jam sekali atau night feeding. Pemberian pakan dengan cara tersebut dirasa pas dengan pola makan udang yang juga continuous dan cenderung rakus.

Metode pemberian pakan ala autofeeder ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan, tapi juga pada kesehatan udang dan kualitas air. Pemberian pakan yang merata mencegah pakan menumpuk dan berada lama di air. Pakan yang terlalu lama berada di air akan berkurang nutrisinya dan akhirnya mengurangi asupan gizi bagi udang. Dengan tidak banyaknya pakan yang menumpuk ini juga akan memperbaiki kualitas air karena materi organik terlarut dalam kolam tidak tinggi dan tidak menjadi limbah berlebih.

Autofeeder di tambak udang
Autofeeder buatan Cina merk Futi di tambak udang (koleksi pribadi)

Tingkatkan Efisiensi dan Produktivitas

Melihat peran autofeeder tersebut, dapat disimpulkan bahwa alat ini hanya menggantikan pekerjaan yang selama ini memberikan pakan dengan pelemparan tangan. Tentunya, autofeeder tidak sepenuhnya mengganti tenaga kerja manusia karena pekerja masih sangat dibutuhkan untuk kegiatan lainnya yang butuh pengawasan. Contohnya, pengecekan kualitas air dan anco secara berkala, pengawasan infrastruktur kolam, bahkan juga pengisian pakan pada feeder. Bukan tidak mungkin jika pemilik tambak menambah jumlah kolam, pekerja yang ada dapat diberdayakan secara efisien.

Sejumlah pemilik bisnis budidaya udang sudah merasakan manfaat dari teknologi autofeeder ini. Dilansir dari TROBOS Aqua, Yanuar Toto Rahardjo, petambak udang yang juga pengurus Shrimp Club Indonesia (SCI) Banyuwangi, sudah menggunakan autofeeder selama 3 siklus dan melihat perbedaan yang signifikan dalam FCR dan pertumbuhan udang. Menurutnya, sebelum menggunakan autofeeder, nilai FCR berada di kisaran 1,3 – 1,4. Kini FCR-nya mencapai 1 – 1,2. Bobot udang dalam masa pemeliharaan 40 hari bisa mencapai 10 gram dimana tanpa autofeeder bobot udang hanya setengahnya. “Di usia 75 hari, kita sudah dapat size 45 dengan autofeeder,” ungkap Yanuar.


Sumber:

Plus Minus Autofeeder Udang. Asep-Diana. TROBOS Aqua edisi 65 Tahun VI, 15 Oktober – 14 November 2017.

 

Bagikan:
BACA JUGA  Seri Informasi Akuakultur - Indikator Kualitas Air

Info Terbaru, Tips Budidaya, dan Promo Perikanan

Dapatkan informasi akuakultur terbaru dan promo-promo produk perikanan langsung ke email Anda!

Anda sudah terdaftar :)