Kualitas Air Tambak Udang

Kualitas Air Tambak Udang - eFishery

Salah satu langkah pencegahan terbaik terhadap penyakit udang dalam proses budidaya adalah dengan mengelola air. Baik parameter fisik, kimia, dan biologis perlu diamati secara berkala agar selalu dalam keadaan optimal bagi pertumbuhan udang.

Berikut adalah parameter kualitas air yang perlu diperhatikan:

Periode harian
SUHU Optimal : 28 – 32oC

Toleransi : 26 – 35oC

Alat pengukur : Termometer

 

pH Optimal : 7.5 – 8

Toleransi : 7 – 8.5

Alat pengukur : pH meter

DO

(Dissolved oxygen / Oksigen terlarut)

Optimal : > 4 pm

Toleransi : 3 ppm

Alat pengukur : DO meter

 

SALINITAS Optimal : 15 – 25 ppt

Toleransi : 0 -35 ppt

Alat pengukur : Salinometer

 

KECERAHAN Optimal : 25 – 40 cm

Alat pengukur : Secchi disk

 

Kualitas Air Tambak Udang - eFishery
pH meter
Periode mingguan
TOTAL BAKTERI Optimal : 105

Alat pengukur : Pengujian laboratorium

 

TOTAL VIBRIO Optimal : < 5%

Alat pengukur : Pengujian laboratorium

 

KELIMPAHAN PLANKTON (Choloropiceae & Diatom) Optimal : < 80%

Alat pengukur : Pengujian laboratorium

 

TOTAL BAHAN ORGANIK Optimal : < 250 ppm

Alat pengukur : Pengujian laboratorium

 

Periode dua mingguan
NH3 (Amonia) Optimal : < 0 ppm

Toleransi : 0,1 – 0,5 ppm

Alat pengukur : Pengujian laboratorium

 

NO2 (Nitrit) Optimal : < 0 ppm

Toleransi : 0,1 – 1 ppm

Alat pengukur : Pengujian laboratorium

 

H2S (Sulfida) Optimal : 0 ppm

Toleransi : 0,001 ppm

Alat pengukur : Pengujian laboratorium

 

ALKALINITAS Optimal : > 100 – 120 ppm

Toleransi : 100 ppm

Alat pengukur : Pengujian laboratorium

 

Jika parameter tersebut kurang optimal, hal-hal yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut;

  • Jika DO kurang, tambahkan kincir atau dengan menambahkan/mengganti air baru. Dalam keadaan darurat, dapat dilakukan penambahan hidrogen peroksida (H22) yang diberikan secara berulang setiap 2 jam sampai kadar oksigen stabil. Malam hari merupakan waktu-waktu rawan oksigen rendah, pengecekan berkala sangat direkomendasikan.
  • Jika pH rendah, dilakukan pengapuran dengan dosis 2 – 5 ppm sampai pH optimum. Jika pH tinggi, dilakukan penggantian air secara bertahap.
  • Jika kecerahan di bawah 20, dilakukan penambahan air (pengenceran). Jika di atas 40, dilakukan pemupukan susulan.
  • Jika salinitas rendah, dilakukan pemberian KCl dosis 1 ppm.
  • Jika kualitas air menyebabkan molting pada udang, petambak dapat menambah dolomit.

Selain itu, pengamatan kondisi lumpur di dasar tambak (central drain) yang terbentuk karena penumpukan bahan organik perlu diamati juga. Penyiponan (penyedotan) sebaiknya dilakukan sejak udang berumur 45 hari dan setiap 10 – 15 hari setelahnya, tergantung ketebalan lumpur.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi sahabat petambak udang semua. Salam budidaya.


Sumber:

  • Seri Panduan Perikanan Skala Kecil: Budidaya Udang Vannamei. Tim Perikanan WWF Indonesia. Edisi 1 Desember 2014.
  • Teknik Budidaya Udang Vannamei (Litopenaus vannamei). Kementerian Kelautan dan Perikanan, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara. 2017.
Bagikan:
BACA JUGA  Hujan Deras, Harus Bagaimana?
  • kres

    saya sedang cari informasi mengenai budidaya udang dan ternyata disini artikelnya sangat membantu sekali. terimakasih. jika berkenan kunjungi juga website saya di http://bagusaquaticfarm.com/ terimakasih

  • Salam kenal mas,
    Untuk menentukan air yang sesuai kebutuhan udang tsb apakah memerlukan mesin WTP dan RO ?
    Kebetulan kami menyediakan sparepat dan mesin tersebut. Berikut data catalog kami http://indoindustri.com

Info Terbaru, Tips Budidaya, dan Promo Perikanan

Dapatkan informasi akuakultur terbaru dan promo-promo produk perikanan langsung ke email Anda!

Anda sudah terdaftar :)