6 Sifat Khas Lele

6 Sifat Khas Lele

Siapa yang tidak kenal pecel lele? Makanan yang mudah ditemui di warung pinggiran jalan sampai restoran ini adalah salah satu menu yang paling diminati orang Indonesia.  Dengan tingginya permintaan, maka produksi lele pun harus konstan, bahkan didongkrak. Pada tahun 2017 sendiri, produksi lele Indonesia mencapai 1,8 juta ton, melesat 131,7% dari pencapaian tahun sebelumnya. Kini, dengan adanya kreativitas masyarakat, variasi olahan lele tidak berhenti di pecel lele saja, tetapi juga merambah ke nugget dan keripik lele. Dengan demikian, konsumsi ikan air tawar (khususnya lele) dapat meningkat.

Bagi sahabat pembudidaya lele, permintaan pasar tinggi yang dibarengi dengan harga yang menguntungkan tentunya jadi impian. Sebelum menuai panen, mari kenali lebih dulu karakteristik ikan berkumis yang termasuk dalam genus Clarias ini.

Lele dengan kepadatan tinggi
Lele dengan kepadatan tinggi

 

 

  1. Mampu bertahan di lingkungan minim oksigenHal ini karena lele memiliki insang tambahan atau disebut juga arborescent organ yang dapat menyerap oksigen dari lingkungan sekitarnya. Pada habitat aslinya di sungai atau rawa-rawa, lele biasa membuat lubang di dasar kolam sebagai tempatnya bersembunyi. Dengan sifat ini, pergantian air dalam kolam budidaya lele tidak selalu wajib dilakukan. Selain itu juga, kepadatan lele juga bisa lebih tinggi dari ikan lainnya pada ukuran kolam yang sama.
  2. Cenderung karnivora. Meskipun lele bisa bersifat omnivora juga, tapi pertumbuhan lele akan lebih baik ketika memakan protein hewani dibandingkan protein nabati.
  3. Tahan penyakit karena seluruh tubuh lele dilindungi lendir yang memproduksi zat antimikroba. Hal ini menjelaskan kenapa lele dapat hidup di daerah “jorok” sekalipun.
  4. Pertumbuhannya cepat, dibandingkan komoditas ikan budidaya lainnya seperti nila atau gurame. Panen lele ukuran 8-12 ekor/kg  dapat dilakukan dalam kurun waktu 3 bulan sedangkan nila membutuhkan waktu 6 bulan untuk siap panen.
  5. Nokturnal. Lele lebih aktif pada malam hari, termasuk dalam mencari makan. Meski demikian, lele juga akan menyambut agresif pakan yang diberikan pada pagi, siang, dan sore hari.
  6. Kanibal. Jika dalam suatu media perairan ukuran lele tidak seragam, lele berukuran besar akan memangsa lele yang lebih kecil. Hal ini sering terjadi pada media budidaya yang minim pakan alami (seperti kolam beton) dan pemberian pakan yang tidak merata. Jika pertumbuhan tidak seragam maka sebaiknya dilakukan sortasi dan pemisahan lele sesuai ukuran agar tidak terjadi kanibalisme.

Bagi sahabat pembudidaya, mengetahui sifat/karakteristik dasar dari ikan lele ini dapat menguntungkan sehingga mampu menentukan aspek-aspek budidaya yang cocok bagi lele. Contohnya seperti ukuran kolam, kepadatan benih yang akan ditebar, manajemen pakan (jumlah pakan yang diberikan dan frekuensi pemberian). pemberian obat (jika perlu), dan juga proyeksi profit yang dapat dipanen dengan melihat pertumbuhan lele yang cukup cepat.

Jenis lele sendiri ada bermacam-macam dengan keunggulannnya masing-masing. Simak di artikel berikut ini untuk info selengkapnya.


Sumber:

  • Petunjuk Teknis Budidaya Lele Dumbo di Kolam Terpal.
  • https://www.vebma.com/manfaat/55-manfaat-ikan-lele-bagi-kesehatan-tubuh/31619
Bagikan:

Info Terbaru, Tips Budidaya, dan Promo Perikanan

Dapatkan informasi akuakultur terbaru dan promo-promo produk perikanan langsung ke email Anda!

Anda sudah terdaftar :)