5 Cara Garam Sehatkan Ikan

Cuaca yang tidak menentu menyebabkan sejumlah produsen garam mengalami gagal panen. Dampaknya, kini garam menjadi barang langka, termasuk garam krosok (garam non yodium) yang digunakan dalam proses budidaya. Bagaimana penambahan garam pada air kolam dapat menjaga kualitas air dan kesehatan ikan? Simak 5 poin berikut;

  1.    Menjaga keseimbangan cairan tubuh ikan (osmoregulasi)

Ikan dalam air tawar ibarat sekantung garam karena tubuh ikan mengandung larutan garam. Dengan berada di air kolam tawar yang minim garam, secara alami larutan garam akan banyak keluar dari tubuh ikan. Hal ini menyebabkan ikan stres dan rentan penyakit. Penggaraman kolam bertujuan untuk menyeimbangkan kandungan garam antara air dan tubuh ikan sehingga kesehatan ikan lebih terjaga.

  1. Menghambat pertumbuhan mikroorganisme berbahaya

Garam dapat menghancurkan sel mikroorganisme yang sifatnya patogen (berbahaya) bagi ikan, seperti parasit Argulus, Gyrodactylus, Trichodina, dan jamur Saprolegnia. Biasanya, garam untuk pencegahan penyakit ini dilakukan pada saat awal tebar karena benih belum memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Jika ikan sudah dewasa pun, garam dapat diberikan sewaktu-waktu jika muncul gejala-gejala penyakit. Penggaraman untuk mencegah penyakit dapat diberikan dengan dosis 2-3 gr/liter.

  1.    Menstabilkan pH air kolam

Pada kondisi tertentu, pH kolam dapat berubah secara drastis, baik menurun (asam) atau meningkat (basa). Penurunan pH biasanya diakibatkan oleh air hujan terus-menerus, sedangkan peningkatan pH diakibatkan tingginya kandungan amonia dalam kolam. Garam bisa membantu menstabilkan pH untuk tetap berada di kisaran yang diinginkan, yaitu 6-7.

  1. Mengikat nitrit

Nitrit pada air kolam dapat terserap ke sistem peredaran darah ikan sehingga mengurangi kemampuan ikan dalam mengikat oksigen. Akibatnya, ikan kekurangan oksigen yang menjadikan darahnya berwarna coklat, bukan merah segar. Keracunan nitrit ini dapat diatasi dengan garam sebanyak 1 gr/liter.

  1.    Menjaga ikan agar tidak stres pada saat pemindahan

Seperti yang telah disebutkan pada poin 1, larutan garam yang tidak seimbang antara tubuh ikan dan media perairan menjadikan ikan mudah stres. Saat penanganan (seperti pemindahan atau pemilahan), ikan lebih mudah stres karena harus menghadapi situasi seperti dikejar jaring atau dibolak-balik. Garam dapat diberikan di air kolam sebelum pemilahan (sorting) atau di media air selama pemindahan (transporting). Dosis yang diberikan sekitar 1 gr/liter.

 

BACA JUGA  Warna-warni Kolam Ikan

Sumber

  • Munir, 2017. Harga Garam Naik dan Langka, Peternak Sapi Menjerit. http://regional.kompas.com/read/2017/08/04/08332321/harga-garam-naik-dan-langka-peternak-sapi-menjerit
  • Emba, 2017. Ini Penyebab Garam Langka dan Mahal di Jeneponto. http://makassar.tribunnews.com/2017/07/31/ini-penyebab-garam-langka-dan-mahal-di-jeneponto
  • Albers, 2017. Does Salt Change the pH of Water?. http://sciencing.com/does-salt-change-ph-water-4577912.html
  • Floyd, 1995. The Use of Salt in Aquaculture. Institute of Food and Agricultureal Sciences. University of Florida. http://fisheries.tamu.edu/files/2013/09/The-Use-of-Salt-in-Aquaculture.pdf
  • Wurts, 1995. Using Salt to Transport Live Fish. World Aquaculture 26(3): 80-81. http://www2.ca.uky.edu/wkrec/SALTTRANS.PDF
  • Farid, 2016. Persiapan Air Budidaya Ikan Lele. http://infopenyuluhan.blogspot.co.id/2014/08/persiapan-air-untuk-budidaya-ikan-lele.html
  • Asri, 2016. Sepuluh Fungsi Garam Untuk Kolam Ikan. https://www.facebook.com/notes/komunitas-pecinta-koi-kpk/sepuluh-fungsi-garam-untuk-kolam-ikan/10156561760700397/
  • featured image: http://www.bibitikan.net/peternak-ikan-lele-gunakan-garam-ikan-untuk-mencegah-penyakit/[/
Bagikan:

Info Terbaru, Tips Budidaya, dan Promo Perikanan

Dapatkan informasi akuakultur terbaru dan promo-promo produk perikanan langsung ke email Anda!

Anda sudah terdaftar :)