Lendir Lele Sembuhkan Luka

Tidak hanya sehat untuk dikonsumsi, khasiat lele untuk kesehatan juga terletak pada lendirnya. Berdasarkan penelitian beberapa mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan UGM di tahun 2016, lendir lele memiliki potensi mempercepat penyembuhan luka pada kulit penderita diabetes.

Lele adalah jenis ikan yang mampu bertahan hidup di media perairan ekstrem, di antaranya yang minim oksigen dan banyak tercemar mikroba patogen. Imunitas ini ternyata berasal dari lendir (lapisan mukus) pada kulitnya. Lendir lele mengandung senyawa-senyawa protein Antimicrobial  Peptides (AMPs) yang mampu membunuh mikroba berbahaya.

Pada penderita diabetes, terjadi penyumbatan pembuluh darah akibat kadar gula yang tinggi. Hal ini menyebabkan menurunnya sensasi perabaan sehingga ketika ada luka sedikit, tidak terasa oleh penderita sampai akhirnya menjadi luka infeksi. Infeksi ini pun tidak dapat segera dipulihkan karena sel darah putih yang berperan menyembuhkan luka sulit mencapai jaringan akibat penyempitan aliran darah.

Penyembuhan luka yang bisa dibantu oleh ekstrak lendir lele ini adalah infeksi yang diakibatkan oleh bakteri MRSA (Methicilin Resistant Staphylococcus aerus), bakteri spesies S. aerus yang resisten/tahan terhadap berbagai jenis antibiotik. Bakteri MRSA disebutkan sebagai penyebab utama luka infeksi pada pasien diabetes.

Proses pembuatan lendir lele menjadi obat salep ini dilakukan dengan tahapan berikut;

  1. Lendir diambil dari punggung lele yang berusia 4-6 bulan.
  2. Lendir lele yang sudah diambil diekstrak menggunakan mesin sentifugasi.
  3. Hasil sentrifugasi dicampur dengan bahan kimia polythytlene glycol (PEG).
  4. Campuran akan membentuk salep dan bisa dioleskan pada kulit yang luka.

Salep yang dinamai SCRIAC-BIOLINGENT (Super Clariac Biommicry Healing Agent) sudah diujicobakan pada tikus yang diinduksi diabetes dan diberi perlakuan luka. Setelah 15 hari diolesi salep tersebut, luka pada tikus tersebut menunjukkan proses penyembuhan yang lebih baik dibanding tikus yang tidak diberi obat.

Penemuan manfaat lendir lele ini sebetulnya bukan hal yang baru. Pada tahun 1988, tim peneliti di Amerika juga sudah menemukan khasiatnya. Bahkan, menurut petani ikan setempat, mereka biasa menggunakan lendir lele secara langsung pada luka untuk menyembuhkanya lebih cepat. “Pengobatan tradisional ini sudah ada dari berabad yang lalu,” ujar profesor asal Kuwait yang ikut meneliti.

Untuk salep SCRIAC-BIOLINGENT ini belum dipasarkan secara luas namun mahasiswa UGM berharap penelitian ini dapat dikembangkan dan menjadi solusi penyembuhan luka bagi penderita diabetes.

Sumber:

  • Ika, 2016. Mahasiswa UGM Memanfaatkan Lendir Lele untuk Obat Luka Diabetes. https://www.ugm.ac.id/id/berita/12224-mahasiswa.ugm.memanfaatkan.lendir.lele.untuk.obat.luka.diabetes
  • Blakeslee, 1988. Catfish Slime’s Healing Agents. http://www.nytimes.com/1988/01/26/science/catfish-slime-s-healing-agents.html 
  • Anonim, 2009. Kenapa Luka pada Penderita Diabetes melitus Sukar Sembuh?. http://www.konimex.com/post/gaya-hidup-sehat/keluarga-sehat/kenapa-luka-pada-penderita-diabetes-melitus-sukar-sembuh/

 

Bagikan:
BACA JUGA  Bantuan Langsung bagi Perikanan Budidaya

Info Terbaru, Tips Budidaya, dan Promo Perikanan

Dapatkan informasi akuakultur terbaru dan promo-promo produk perikanan langsung ke email Anda!

Anda sudah terdaftar :)