KJA Lepas Pantai Siap Beroperasi

KJA Lepas Pantai Siap Beroperasi - eFishery

Program KJA lepas pantai (offshore) yang sudah dicanangkan sejak tahun lalu kini mulai terlihat wujudnya. Mengadopsi sekaligus mendatangkan alat dan teknologi dari Norwegia, Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto optimis kegiatan ini akan berjalan baik. Anggaran yang dikucurkan dari APBN 2017 ini mengalokasikan sebesar Rp 24 miliar per daerah dimana KJA offshore dikembangkan, yakni di Sabang, Pangandaran, dan Karimun Jawa.

“Sampai saat ini, Pangandaran progresnya paling cepat dan sudah rampung hingga 97%. Tinggal pasang jaring dan tebar benih,” terang Slamet saat memantau persiapan di Pangandaran, yang juga dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Sumber: https://www.instagram.com/p/Bg6MBrMHCU-/?taken-by=s.soebjakto

Kakap putih (barramundi) dipilih sebagai ikan budidaya KJA offshore ini. Menurut KKP, setidaknya ada 3 alasan memilih ikan tersebut. Pertama, kakap putih mudah dibudidayakan, teknologi pembenihannya pun sudah dikuasai di Indonesia. Kedua, pasar kakap putih lebih luas karena ada permintaan sangat besar dari Amerika Serikat, Eropa, dan Australia. Berbeda dengan kerapu yang diminati di Tiongkok dan Hongkong saja. Ketiga, kakap putih dapat dijual dengan banyak variasi, baik dalam keadaan hidup, frozen, atau fillet.

Benih ikannya sendiri didatangkan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) KKP dengan total sebanyak 2,88 juta ekor yang akan ditebar 120.000 ekor per lubang KJA. Benih berukuran 100 gr/ekor ini akan melalui tahap pembesaran selama sekitar 8 bulan dan Slamet berharap hasilnya akan menjadi babak baru dalam pengembangan kakap putih di Indonesia. “Saat ini, pembenihan kakap putih oleh swasta sendiri terbatas modal. Dengan prospek ini kalau pasarnya naik, pembudidayanya banyak, maka pembenihannya pun banyak,” jelasnya.

Kakap Putih (Barramundi) - eFishery
Kakap Putih (Barramundi)

 

Di pihak Norwegia sebagai penyedia teknologi pun sangat mendukung program ini. Tidak hanya membawa fasilitas keramba, mereka pun memberikan pelatihan selama dua pekan kepada UPT, kapal dan sistem pengawas, juga feed bar. Duta Besar Norwegia untuk Indonesia Vegard Kaale menyatakan bahwa Indonesia berperan penting untuk suplai pangan dunia. Ia juga menilai bahwa Indonesia memiliki peluang menjadi negara maju dengan memanfaatkan potensi sumber daya budidaya perikanan yang sangat besar. Di Norwegia sendiri, budidaya ikan termasuk salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonominya. Sebesar 80% Produk Domestik Bruto (PDB) Norwegia berasal dari industri perikanan budidaya.

Saat ini, pemasangan alat dan penebaran benih masih berlangsung bertahap di tiga daerah tersebut. Peralatan KJA dari Norwegia ini juga dibantu didatangkan oleh PT Perikanan Nusantara (Perinus) sebagai BUMN sebagai pemenang tender pengadaan alat. Prosesnya, setelah keramba sampai, perlu waktu sekitar satu minggu untuk dirakit di darat lalu ditarik sejauh 3 km dari lepas pantai agar keramba terbebas dari limbah.

Foto-foto kegiatan persiapan KJA offshore selengkapnya dapat dilihat di tautan berikut: http://kkp.go.id/galeri/507-MKP-meninjau-kja-offshore-

BACA JUGA  Nila dan Patin: Primadona Baru Lampung

Sumber:

Bagikan:

Info Terbaru, Tips Budidaya, dan Promo Perikanan

Dapatkan informasi akuakultur terbaru dan promo-promo produk perikanan langsung ke email Anda!

Anda sudah terdaftar :)