Jamur Laut Picu Performa Vannamei

Jamur Laut Picu Pertumbuhan Vannamei

Sebagai primadona udang Indonesia, udang vannamei banyak dibudidayakan dalam berbagai media perairan, baik secara konvensional di tambak maupun dengan metode keramba jaring apung (KJA). Namun, tantangan budidaya udang dalam KJA ini salah satunya adalah udang rentan stres sehingga daya tahan tubuh menurun dan mudah terserang penyakit. Dengan kondisi demikian, tidak hanya pertumbuhannya yang terhambat, tapi juga angka kematian meningkat.

Penambahan Jamur Laut pada Pakan

Dinamella Wahjuningrum, peneliti dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB, menemukan solusi untuk masalah tersebut. Dilansir dari majalah Trobos Aqua edisi 62, Dinamella mengambil metabolit dari jamur laut spesies Nodulisporium sp. KT29 kemudian mencampurkannya pada pakan udang. Hasilnya, kelangsungan hidup, pertumbuhan panjang mutlak, pertambahan berat, laju pertumbuhan harian, serta rasio konversi pakan vannamei menjadi lebih baik.

Nodulisporium sp. KT29 sebelumnya banyak diteliti sebagai jamur endofit yang bermanfaat. Endofit adalah organisme yang hidup menempel pada inang tanpa menimbulkan kerugian bagi inang, bahkan hidup bersimbiosis. Pada penelitian yang berlangsung di KJA Balai Sea Farming, Kepulauan Seribu ini, Dinamella kemudian mencari tahu lebih lanjut.

Jamur Nodulisporium Perbandingan panjang udang vannamei

Penampakan Jamur Nodulisporium sp di bawah mikroskop (kiri) dan Perbandingan panjang udang vannamei.

Jamur laut yang digunakan pada penelitian ini diisolasi dari alga merah Euchema edule. Sedangkan udang yang digunakan adalah udang vannamei stadia PL (post larva)-12, dimana pemeliharaan di KJA sudah dilakukan dari tahap pendederan. Penelitian bertujuan membandingkan pemberian pakan yang tidak diberi ekstrak jamur (kontrol) dengan pakan yang diberi ekstrak jamur (perlakuan) selama 21 hari. Secara angka, ADG, FCR, dan SR dapat dilihat sebagai berikut;

Laju pertumbuhan harian (ADG) Rasio konversi pakan (FCR) Kelangsungan hidup (SR)
Pemberian pakan kontrol 16% 6 58%
Pemberian pakan perlakuan

(20 ml metabolit jamur/kg pakan)

20,18% 3,2 66%

 

Metabolit Jamur Laut

Nodulisporium sp. KT29 menghasilkan berbagai senyawa yang bermanfaat, di antaranya adalah beta-glucan, fitosterol, saponin, dan polifenol. Beta-glucan berperan sebagai imunostimulan, yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Hal ini penting sebagai proteksi udang menghadapi stres fisiologis akibat perubahan kondisi lingkungan selama pemeliharaan di laut. Pemberian beta-glucan pada udang juga menjadikan permukaan usus menjadi lebih luas, sehingga penyerapan nutrien menjadi lebih baik. Dampaknya, efisiensi pakan dan pertumbuhan pun menjadi lebih baik. Selain itu, senyawa saponin yang juga ada dalam metabolit Nodulisporium sp. KT29 ini juga menginduksi senyawa antimikroba yang melindungi udang dari dari infeksi patogen.


Sumber:

Bagikan:
BACA JUGA  Potensi Udang Pisang

Info Terbaru, Tips Budidaya, dan Promo Perikanan

Dapatkan informasi akuakultur terbaru dan promo-promo produk perikanan langsung ke email Anda!

Anda sudah terdaftar :)