Gelombang Tinggi, Ikan Air Tawar Diminati

Gelombang Tinggi, Ikan Air Tawar Diminati

Kondisi angin kencang dan gelombang air laut tinggi membuat nelayan di beberapa daerah di Indonesia berhenti melaut. Berdasarkan pemberitahuan resmi yang dikeluarkan oleh BMKG, angin kencang ini terdeteksi di sejumlah daerah di Indonesia, di antaranya Perairan Barat Lampung, Selat Sunda, Laut Jawa, Perairan Selatan Jawa, Perairan Selatan Kalimantan, dan Perairan Selatan Ambon. Dampaknya, pasokan ikan laut menukik tajam di pasaran dan menjadikan harganya meroket sejak awal Januari 2018.

Kelangkaan ikan laut ini terlihat di sejumlah pasar ikan di daerah seperti Gresik, Indramayu, Kalimantan, dan Bali. Di Indramayu, perahu yang berangkat melaut bisa sekitar 50 – 100 perahu per hari, tapi dengan cuaca buruk akhir-akhir ini, hanya 3 – 5 perahu saja yang berani berlayar.

Pengurus KUD TPI setempat mengatakan bahwa nelayan tidak berani ambil risiko melaut karena taruhannya nyawa. Tidak heran, karena angin kencang ini menyebabkan gelombang air laut setinggi 2,5 meter yang mampu membalikkan perahu nelayan. Di Kedongan, Bali, yang tinggi ombaknya sampai 3,5 meter menjadikan pasokan ikan lautnya merosot tajam sampai 70%.

Perahu tradisional yang digunakan nelayan melaut

 

Di sisi lain, menipisnya ikan tangkapan laut ini menjadikan ikan air tawar naik pamor. Di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, beberapa pedagang ikan mengatakan pola yang mirip. “Kondisi penjualan (ikan air tawar) meningkat sekitar 5 kg dari jumlah biasanya,” ujar Roziq, salah satu pedagang di Pasar Pembangunan Pangkal Pinang. Perubahan jumlah ini dianggap signifikan, terutama setelah stok ikan laut sedikit dan harganya melambung tinggi.

Pedagang lainnya mengatakan harga ikan air tawar yang ia jual dari mulai lele, nila, patin, dan bandeng masih cenderung stabil dan tidak terpengaruh faktor anomali cuaca. “Untuk harga masih terjangkau, ikan lele dan nila sebesar Rp 25.000/kg, sedangkan jenis patin dan bandeng di harga Rp 30.000/kg. Palingan kita pertimbangkan juga (ikan budidaya) yang diambil dari tambak,” terangnya.

BACA JUGA  Pakan Mandiri dari Sampah Organik

Meskipun tidak terkena dampak gelombang tinggi secara langsung, para petani ikan budidaya juga diharapkan waspada. Pasalnya, angin kencang biasa disertai dengan musim penghujan yang menurut BMKG sendiri musim hujan ini akan berlangsung sampai Februari 2018.

Beberapa langkah yang dapat diambil dalam menghadapi musim hujan di antaranya adalah mengurangi jumlah pakan, mengganti air kolam secara rutin, dan menggunakan penutup kolam. Informasi selengkapnya dapat Anda lihat dengan mengunjungi halaman ini.


Sumber:

  • http://klikbabel.com/2018/01/17/gelombang-laut-tinggi-ikan-air-tawar-diminati-pembeli
  • http://kabar24.bisnis.com/read/20180115/78/726600/cuaca-ekstrem-bali-tangkapan-ikan-nelayan-turun-70
  • http://klikbontang.com/berita-14757-faktor-cuaca-picu-harga-ikan-naik-ratarata-rp5-ribu.html
  • https://duta.co/cuaca-buruk-harga-ikan-laut-mencekik/
  • http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/18/01/15/p2leyy280-pasokan-ikan-di-tpi-indramayu-kosong
  • http://www.inilahkoran.com/berita/jabar/75273/nelayan-diimbau-waspadai-angin-kencang
  • https://news.detik.com/berita/d-3746622/bmkg-prediksi-puncak-musim-hujan-desember-hingga-februari-2018
  • file:///C:/Users/eFishery%20II/Downloads/Peringatan%20Dini%20Angin%20Kencang%20dan%20Tinggi%20Gelombang_draft2.pdf
Bagikan:

Info Terbaru, Tips Budidaya, dan Promo Perikanan

Dapatkan informasi akuakultur terbaru dan promo-promo produk perikanan langsung ke email Anda!

Anda sudah terdaftar :)