Bab Pertama: Penebaran Benih Lele

Bab Keempat: Pakan

22 Juli 2017 - Budidaya Lele | eFishery University

Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam budidaya ikan lele. Ada banyak sekali merek dan ragam pakan di pasaran. Pakan ikan lele yang baik adalah pakan yang menawarkan Food Convertion Ratio (FCR) lebih kecil dari satu. FCR adalah rasio jumlah pakan berbanding pertumbuhan daging. Semakin kecil nilai FCR, semakin baik kualitas pakan.

Bagi pembesaran lele, pakan yang sering digunakan adalah pakan pelet pabrikan. Namun tidak sedikit pula yang mengimbangi dengan pakan alami tambahan untuk menghemat biaya. Pemberian pakan dapat dilakukan pada pukul 07:00, 12:00, 17:00, dan 22:00 tergantung kondisi. Pemberian pakan tidak boleh terlalu berlebihan karena akan menimbulkan berbagai macam jenis penyakit akibat pakan yang mengendap yang tidak termakan oleh ikan. akan menyebabkan amonia beracun.

 

Pakan utama

 

Sebagai ikan karnivora, pakan ikan lele harus banyak mengandung protein hewani. Secara umum kandungan nutrisi yang dibutuhkan ikan lele adalah protein (minimal 30%), lemak (4-16%), karbohidrat (15-20%), vitamin dan mineral. Berbagai pakan pelet yang dijual di pasaran rata-rata sudah dilengkapi dengan keterangan kandungan nutrisinya. Sebagai pembudidaya harus bijak memilih.

 

Pakan harus diberikan sesuai kebutuhan. Pada pembesaran lele, setiap harinya, lele memerlukan pakan 3 – 6 % dari bobot tubuhnya. Contoh, ikan leel dengan bobot 50 gram memerlukan pakan sebanyak 2,5 gram (5% bobot tubuh) per ekor. Kemudian setiap 10 hari ambil samplingnya, lalu timbang dan sesuaikan lagi jumlah pakan yang diberikan. Dua minggu menjelang panen, persentase pemberian pakan dikurangi menjadi 3% dari bobot tubuh.

 

Jadwal pemberian pakan sebaiknya disesuaikan dengan nafsu makan ikan. Frekuensinya 4-5 kali sehari (frekuensi lebih sering dengan dosis harian yang sama lebih baik). Frekuensi pemberian pakan pada ikan yang masih kecil harus lebih sering. Waktu pemberian pakan bisa pagi, siang, sore dan malam hari. Cara pemberian pakan dapat dilakukan secara manual menggunakan tenaga manusia (hand-feeding) ataupun secara otomatis (auto-feeding).

 

Pakan tambahan

 

Pakan tambahan yang bersifat alami antara lain adalah ikan rucah, bekicot, tanaman, maggot, cacing. Jika lokasi budidaya dekat dengan tempat pelelangan ikan, ikan rucah atau ikan tangkapan laut yang tidak layak dijual dan dikonsumsi manusia, banyak dijual dan dapat digunakan sebagai pakan. Penggunaan bekicot sawah harus direbus terlebih dahulu, cincang, baru diberikan pada ikan. Sedangkan maggot, atau belatung, dapat langsung diberikan pada lele. Namun perlu diperhatikan bahwa maggot tidak bisa sembarang larva lalat diambil, tetapi harus dari serangga black soldier fly (BSF). Untuk tanam-tanaman, pembudidaya dapat memanfaatkan daun azolla secara langsung atau dibuat tepung sebagai campuran pelet. Pembuatan tepung ini juga banyak dilakukan pada pakan dari cacing. Baca selengkapnya mengenai pakan alami tambahan bagi lele pada artikel berikut.

Image 2: Contoh lahan yang baik untuk beternak ikan

Bagikan:

Punya pertanyaan seputar perikanan?

Konsultasikan masalah perikanan Anda dengan tim aquaculture scientist kami. Gratis!

belajar budidaya ikan metode autofeeder efishery