Bab Kedua : Pembesaran dan Pemeliharaan Ikan

Bab Kedua: Jenis-Jenis Kolam

22 Juli 2017 - Budidaya Lele | eFishery University

Terdapat banyak jenis kolam berdasar konstruksi yang bisa kita pilih, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Pada dasarnya pemilihan jenis kolam, baik untuk pendederan atau pembesaran, harus mempertimbangkan kondisi lingkungan seperti kontur tanah, jenis tanah, letak sumber air, posisi saluran pembuangan air, kondisi air, dan juga faktor lain seperti kedekatan dengan infrastruktur.

 

Sebagai contoh pembuatan kolam tanah akan memakan biaya rendah, namun dalam prakteknya akan mempunyai biaya operasional tinggi dalam hal perawatan terutama dari gangguan resapan air, kepiting dan longsor. Semua harus diperhitungkan berdasar pada target produksi dan efisiensi yang ingin didapat. Berikut beberapa jenis konstruksi kolam yang biasa dipakai oleh pembudidaya ikan, baik pendeder atau pembesar ikan, beserta kelebihan dan kelemahan masing-masing.   

    

Kolam tanah

 

Kelebihan

Kekurangan

a.       Sangat mendukung  bagi pertumbuhan pakan alami (kutu air, detritus, larva serangga kecil) sebagai probiotik karena banyak mengandung rongga, zat organik dan mineral.

b.      Tidak mahal, hanya membutuhkan biaya pengerjaan pengolahan tanah dan pematang tanpa konstruksi tambahan.

c.       Suhu lebih stabil. Kondisi tanah yang pada umumnya digali, memungkinkan tanah sekeliing berfungsi sebagai penyekat panas yang baik.

d.      Dapat dibuat dengan ukuran sangat besar (>1000m2). Kolam gali dapat menampung tekanan air sangat besar dengan struktur tanah sekeliling sebagai penahan tekanan

a.       Adanya rongga dan anyak zat organik juga memicu pertumbuhan hama.

b.      Tidak bisa mendukung intensifikasi, karena terlalu banyak faktor luar berpengaruh seperti air resapan dan hama serangga  .

c.       Pematang mudah rusak karena tak ada struktur kuat yang menahan geseran tanah

d.      Kondisi kimiawi air sangat mudah dipengaruhi tanah dan resapan air cenderung tidak stabil

 

Kolam terpal

 

Kelebihan

Kekurangan

a.       Mudah dibentuk dan dipindahkan, karena ringan dan dapat dilipat.

b.      Tidak mahal, dapat dibeli dengan berbagai tingkat kualitas.

c.       Resiko berkembang hama serangga berkurang, tidak banyak tempat bagi hama untuk bersembunyi.

d.      Terhindar dari resapan air dan efek kimiawi tanah di sekitar kolam, karena terpal kedap air.

e.      Bisa untuk intensifikasi, banyak pengaruh faktor luar terkurangi karena terpal kedap air dan sering dibangun diatas permukaan tanah.

a.       Suhu kurang stabil, lapisan terpal tak cukup tebal untuk menyekat keluarnya panas dan seringkai kolam terpal dibangun diatas permukaan tanah.

b.      Rentan robek akibat proses transportasi ataupun pemasangan.

c.       Tidak bisa dibuat dengan ukuran sangat besar (>1000m2) karena ada batasan tekanan air yang dapat ditampung oleh terpal dan kerentanan robek tinggi berbanding lurus dengan luas.

d.      Kurang mendukung bagi pertumbuhan pakan alami juga probiotik karena tidak cukup media berpori dan bermineral seperti tanah di dalam kolam terpal.

 

Kolam terpal ini memiliki 2 bentuk, yaitu bundar dan kotak.

 

Kolam terpal bundar

Kelebihan:

  • Lebih bagus untuk penerapan tebar padat tinggi, karena apabila ditambah aerasi maka difusi oksigen lebih merata. Pada teknik Bioflok yg membutuhkan pengadukan pun bisa lebih merata
  • Apabila dasar kolam dibuat kerucut, kotoran ikan pun akan langsung terpusat di central drain, sehingga manajemen kualitas air pun lebih baik. Atau pada saat sortir ukuran kecil, menguras ikan juga lebih mudah melewati central drain.
  • Tren baru.

Kekurangan:

  • Kurang efektif dari segi pemanfaatan lahan. Untuk luas lahan yg sama, volume air kolam bundar lebih sedikit dibanding kolam kotak. Contohnya area 3×3 m, apabila tinggi sama 1 m maka kolam bundar hanya menampung 7 m3, lebih sedikit dibanding kolam kotak yg menampung 9 m3. Dalam penyusunannya, kolam bundar juga tidak bisa dibuat berdempetan seperti kolam kotak.
  • Harga per meter kolam bundar terpal lebih mahal dibanding kolam kotak.
  • Butuh rangka beso wiremesh yang tersedia pada area2 tertentu, tidak di semua daerah. Harganya bisa mencaoai 3-4 juta untuk 1 gulung.

 

Kolam terpal kotak

Kelebihan:

  • Harganya lebih murah, baik dari terpal ataupun beton.
  • Volume air efektif lebih maksimal. Kolam 3x3x1 akan didapat volume air 9 m3.
  • Bisa membangun lebih banyak kolam (berdempetan).
  • Terpal kolam kotak lebih mudah diperoleh, baik di toko-toko bangunan di kota dan di desa.

Kekurangan:

  • Untuk aplikasi tebar padat tinggi yg membutuhkan tambahan aerasi dgn difusi oksigen yg merata, harus dibuat aerasi beberapa titik

 

Kolam beton

 

Kelebihan

Kekurangan

a.       Konstruksi beton sangat kuat menahan tekanan air dan resiko pergeseran tanah.

b.      Terhindar dari resapan air dan efek kimiawi tanah di sekitar kolam.

c.       Mudah dalam pemeliharaan, pengeringan, desinfeksi dan strilisasi air karena kontur kolam yang rata dan kedap air.

d.      Dapat digunakan untuk skala intensif.

e.      Resiko berkembang hama serangga berkurang, tak banyak tempat bagi hama untuk bersembunyi

a.       Mahal, biaya konstruksi memerlukan campuran semen yang banyak selain biaya perataan tanah.

b.      Sulit diubah bentuk dan posisi ketika sudah terbangun beton yang keras, memerlukan biaya tambahan yang cukup mahal jika ingin mengubah bentuk.

c.       Dapat mengalami keretakan, terutama karena akar tanaman besar, aliran air bawah tanah, pergeseran tanah, kontur awal yang tidak rata, dan tekanan air yang besar.

 

Sumber:

http://komunitas-lelesangkuriang.blogspot.co.id/2014/05/kekurangan-dan-kelebihan-kolam-bulat-bundar-dan-kolam-kotak.html

Image 2: Contoh lahan yang baik untuk beternak ikan

Bagikan:

Punya pertanyaan seputar perikanan?

Konsultasikan masalah perikanan Anda dengan tim aquaculture scientist kami. Gratis!

belajar budidaya ikan metode autofeeder efishery